Bagi orang tua yang memiliki anak balita tentu pernah menangani anaknya yang sakit demam. Anak yang demam sering kali membuat orang tua cemas. Demam adalah gejala, bukan suatu penyakit. Biasanya untuk meredakan panas dan memberikan kenyamanan anak sebelum mendapat perawatan dokter, para orang tua memberikan parasetamol. Parasetamol adalah obat untuk menurunkan demam. Terdapat dua bentuk sediaan yaitu tablet dan sirup. Seringnya anak usia balita terserang demam menjadi penyebab orang tua selalu menyimpan obat demam atau parasetamol. Akan tetapi, tidak semua orang tua memahami dosis takaran obat turun panas dan pereda nyeri itu bagi putra-putri mereka. Akibatnya bisa ditebak, anak-anak sering mengalami overdosis parasetamol. Walaupun dampak penggunaan parasetamol tidak berbahaya apalagi anak-anak jarang mengeluhkannya kita tetap harus waspada. Para orang tua sering terlalu percaya diri dan nekat memberikan parasetamol tanpa ukuran. Bahkan ada juga orang tua yang memberikan dosis lebih dari yang diperlukan atau berlebih. Fenomena ini jelas membuat kekhawatiran tersendiri. Apalagi, dalam penelitian ditemukan 27 persen bayi berusia masih 1-3 bulan sudah overdosis parasetamol. Walaupun belum terbukti membahayakan kesehatan, sebaiknya kita perlu menjaga putra-putri kita. Pengobatan demam dan nyeri anak haruslah sesuai dengan dosis dan takaran yang dianjurkan oleh dokter. Bayi dan balita memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap obat-obatan dibandingkan dewasa. Jika memberikan dosis atau waktu pemberian obat yang salah, maka obat tersebut menjadi tidak efektif atau bahkan berbahaya bagi bayi. Parasetamol adalah obat yang aman dan jarang terjadi efek sampingnya jika digunakan tidak melebihi dosis maksimal yang disarankan.  Namun, obat ini sebaiknya digunakan berdasarkan resep. Jika digunakan secara overdosis, maka akan timbul efek sampingnya antara lain mual, muntah, rasa tidak enak pada perut kerusakan hati bahkan kematian. Dosis parasetamol untuk anak tidak berdasarkan umur tapi berdasarkan berat. Biasanya dosis untuk bayi/balita adalah 10 - 15 mg/kg berat badan/kali. Parasetamol tidak boleh diberikan lebih dari 4 kali sehari. Jarak pemberian obat parasetamol minimal 4 jam. Tidak boleh kurang dari 4 jam. Dan tidak boleh lebih dari 90 mg per kg berat badan. Kelebihan dosis parasetamol dapat mengakibatkan kerusakan hati. Perlu diingat oleh para orangtua, bahwa selalu ada kemungkinan reaksi alergi saat meminum obat. Bukan tidak mungkin ternyata sang anak memiliki alergi terhadap Paracetamol dan belum diketahui sebelumnya. Sehingga tidak disarankan memberikan pengobatan Paracetamol tanpa indikasi yang tepat sesuai anjuran dokter. Ketika anak demam yang harus dilakukan pertama kali adalah memastikan asupan cairan tetap baik. Setelah itu bawalah anak ke dokter. Bantu sistem tubuh anak menurunkan suhu dengan mengkompresnya dengan kain basah suhu ruang dan diusapkan di daerah perut, dada dan punggung. Lakukan ini setiap 10 menit.   Demikian informasi yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi para orangtua.     Referensi
  1. Ramanayake RPJC, Jayasinghe LR, De Silva AHW, et al. Knowledge and practices of paracetamol administration among caregivers of pediatric age group patients. Journal of Family Medicine and Primary Care. 2012;1:1-33.
  2. R., Keith Powell. 2004. Fever. Nelson Textbook of Pediatrics. Chapter 161; ed 17th.
  3. Analgesia - mild-to-moderate pain, Prodigy (August 2010)