Saya yakin bahwa Anda pasti sudah sering mendengar kata perokok pasif ata secondhand smoker. Perokok pasif adalah mereka yang tidak merokok secara langsung namun menghirup asap rokok dari perokok dan berisiko mengalami gangguan kesehatan karenanya. Kita harus memahami bahwa sisa-sisa rokok yang terbakar menjadi asap memiliki risiko untuk menyebar melalui udara. Oleh karena itu menurut para ahli, satu-satunya cara adalah larangan untuk merokok di dalam ruangan. Memisahkan para perokok dengan yang tak merokok dengan ruangan khusus merokok, membersihkan udara, masih dinilai tidak sempurna dalam menghindari terjadinya perokok. Lindungi Keluarga Anda Apakah Anda mau keluarga Anda, baik suami, istri, dan anak-anak Anda mengalami gangguan kesehatan karena mereka menjadi perokok pasif? Tentu tidak, bukan? Oleh karena itu, Anda perlu melakukan hal-hal ini:
  • Larang perokok untuk merokok di dekat keluarga Anda.
  • Larang orang untuk merokok di dalam rumah atau mobil pribadi Anda.
  • Jika Anda mempekerjakan pengasuh anak, pastikan bahwa ia tidak merokok.
  • Jangan makan di restoran yang memperbolehkan untuk merokok.
  • Jangan membawa keluarga Anda ke ruang publik dalam ruangan yang memperbolehkan merokok.
  • Ajari anak-anak untuk menghindari perokok dan untuk mengerti akan perokok pasif.
Aturan Tegas Anda harus tegas terhadap aturan "bebas rokok" di rumah. Anak-anak yang juga perokok pasif biasanya paling banyak terpapar asap rokok di rumah dibandingkan tempat lainnya. Aturan yang tegas dalam rumah tentu akan banyak melindungi anak Anda. Jika Anda adalah perokok itu sendiri, cara terbaik untuk melindungi keluarga Anda adalah Anda harus segera berhenti merokok! Anda akan membuat keluarga Anda jauh lebih sehat dan melindungi keluarga Anda dari berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan oleh paparan rokok tersebut. Anda sangat menyayangi mereka bukan? Disarikan dari smoekfree.gov U.S Department of Health and Human Services