Keseimbangan vitamin dan mineral sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak disamping terpenuhinya kebutuhan kalori dan protein yang merupakan kebutuhan dasar pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak. Sebelum kita mempelajari vitamin dan mineral yang berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, terlebih dahulu kita mengetahui stage/ tahapan pertumbuhan dan perkembangan tubuh pada anak.  Rekomendasi kebutuhan zat nutrisi yang penting untuk tercapainya tumbuh kembang anak yang optimal Rekomendasi kebutuhan energi & nutrient untuk anak-anak diperoleh dari kebutuhan pertumbuhan normal anak sehat. The Recommended Dietary Allowanves (RDAs) menetapkan pedoman untuk mempelajari kelompok anak-anak tetapi tidak untuk mengevaluasi diet perindividu. Energi Tabel 2.1. Recommended Energy Intakes for children From National Academy of sciences : Recommended Dietary Allowances, ed 10 Washington, DC,1989, National Academy Press. Usia Berat (tahun)                Energi (kkal/kgBB/hari) 1-3                                                                1300 4-6                                                                1800 7-10                                                             2000 Tabel 2.2 “Widya karya nasional pangan dan Gizi ke IV “ Anjuran kecukupan energi & protein rata-rata bagi anak pra sekolah” Umur           Berat          Tinggi                 Energi             Protein 1-3 th           12 kg           89 cm             1220 kkal          23 gram 4-6 th           18 kg         108 cm            1720 kkal          32 gram Energi Selama pertumbuhan yang cepat, kebutuhan energi dan nutrient akan meningkat. Kebutuhan sehari 150-250 kcal/kgBB/hari pernah dianjurkan. Protein Protein pada anak-anak berfungsi untuk sintesis protein otot , perubahan komposisi tubuh dan pemeliharaan jaringan, protein sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan merupakan nutrisi yang penting disamping jumlah kalori yang cukup dalam masa ini. Selama masa pertumbuhan kebutuhan protein meningkat dari 14,6 % pada umur 1 tahun sampai 18-19% pada umur 4 tahun. Jumlah protein yang diberikan dianggap adekuat jika mengandung semua asam amino esensial dalam jumlah yang cukup, mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Maka protein yang diberikan harus sebagian berupa protein yang berkualitas tinggi seperti protein hewani. Susu sapi merupakan sumber protein yang baik. Tabel 2.3 Recommended Dietary Allowances of Protein From National academy of sciences : Recommended dietary allowances ed 10, Washington, DC, 1989, National Academy Press. Usia           Protein (g/kg)              Protein (g/hari) 1-3                        1,2                                        16 4-6                        1,1                                        24 7-10                     1,0                                       28 Asupan protein dan energi yang cukup pada beberapa penelitian menunjukkan peningkatan berat badan, tinggi badan dan maturasi tulang, pada usia anak 5-6 % kebutuhan energi didapat dari protein.diperkirakan bahwa inatake protein dan energi dapat mempengaruhi postur tubuh. Lemak Dengan bertambahnya usia anak kebutuhan lemak meningkat sampai 30 % dari total energi. Yang perlu mendapat perhatian adalah perbandingan antara saturated fatty acid, dengan MUFA (Monounsaturated fatty acid )serta PUFA (Polyunsaturated fatty acid ) hendaknya dalam persentase yang seimbang. PUFA juga diperlukan untuk perkembangan otak anak. Vitamin dan mineral Vitamin dan mineral diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal. Kekurangan intake dapat tercermin pada kecepatan pertumbuhan yang terganggu, mineralisasi tulang yang tidak adekuat, defisiensi Fe dapat menyebabkan anemia. Calsium Calsium penting untuk pertumbuhan tulang, gigi dan mineralisasi. 98% Ca terdapat didalam tulang. Absorpsi kalsium dalam pencernaan berfluktuasi 30-60 % dari intake calsium makanan. Diperkirakan tambahan calsium rata-rata 150-200 mg/hari maximum 400 mg/hari selama pertumbuhan yang cepat. Anjuran calsium pada anak-anak 800 mg/ hari . Susu dan dairy produk adalah sumber utama calsium. Zinc Merupakan trace mineral yang penting untuk sintesis protein dan pertumbuhan. Konsentrasi zinc plasma bervariasi selama masa pertumbuhan anak mencerminkan pemakaian zinc terus menerus dan dapat terjadi defisiensi zinc. Defisiensi zinc dapat menyebabkan retardasi pertumbuhan, hipogeusia, kegagalan system imunitas tubuh dan penyembuhan luka menjadi lama. Intake zinc pada anak 1-3 tahun 5 mg/hari Iron Defisiensi Fe adalah paling sering terjadi pada anak 4-24 bulan. Defisiensi Fe disebabkan intake Fe yang tidak adekuat, kegagalan absorpsi dan perdarahan. Anemia Fe pada masa pra sekolah menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan mental terganggu dan rentan terhadap infeksi. Vitamin D Vitamin D didalam hati akan diubah menjadi 25-hidroksi vitamin D, kemudian didalam mitokondria ginjal diubah menjadi 1.25 dihidroksi vitamin D. 1,25 dihidroksi vitamin D didalam usus penting untuk transport kalsium dan didalam ginjal penting untuk efisiensi reabsorpsi tubular terhadap ion fosfat. Defisiensi vitamin D dengan tetani : akibat kekurangan vitamin D, maka transport kalsium dalam usus berkurang, sehingga terjadilah hipokalsemia. Akibat hipokalsemia inilah menyebabkan timbulnya tetani. Gejala lain berupa : kejang, spasme larings dan rickets. Selain vitamin D, vitamin A,vitamin C. dan vitamin B kompleks juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Ketidakseimbangan asupan kalori, protein, vitamin & mineral pada anak dapat menyebabkan masalah gizi anak seperti Malnutrisi Energi Protein (MEP) Malnutrisi Energi Protein MEP juga disebut marasmus & kwashiorkor . marasmus disebabkan karena kekurangan kalori, biasanya terjadi karena disapih sebelum berumur 1 tahun atau produksi air susu ibu kurang, dan tidak mendapatkan susu pengganti. Pasien biasanya mengalami gangguan pertumbuhan. Kwashiorkor terjadi karena kekurangan protein tetapi kalorinya cukup. Biasanya terjadi pada anak umur 1 - 4 tahun, dapat dicetuskan oleh penyakit infeksi virus (morbili) atau bakteri, parasit. Pada anak ini biasanya sudah terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental. Pada MEP dapat terjadi defisiensi vitamin seperti riboflavin, atau tiamin sehingga gejala klinisnya serupa dengan beri-beri. Pada kwashiorkor akan terdapat kadar albumin serum menurun, kadar asam amino essensial menurun, kecuali fenilalanin & histidin normal ( kadang lebih tinggi dari pada kadar normal asam amino non essensial). Gejala kwashiorkor : edema, gagal tumbuh, perubahan watak, otot mengecil, gejala lain : dispigmentasi rambut dan kulit, dermatitis, anemia dan hepatomegali. Contoh Menu gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak Makan pagi : roti 1 lembar dengan selai buah, susu full cream Selingan pagi : biscuit 2 keping Makan siang :
  • nasi 100 gram (6 Sendok makan)
  • sup ayam
  • perkedel kentang
  • air jeruk baby 100 ml (1/2 gelas)
Selingan sore : sari kacang hijau 1 gelas atau puding biskuit Makan malam :
  • nasi 100 gram (6 sendok makan)
  • sup jagung 1 mangkuk sedang
  • rolade ayam kacang polong (3 buah)
  • buah : papaya 100 gram
Sebelum tidur : susu full cream 200 ml Selamat mencoba sobat Tanyadok !