Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui bahwa secara umum kanker dibagi atas dua kelompok besar. Guna memudahkan dalam mengingatnya, kanker itu ada yang cair dan padat. Bentuk cair di dalam tubuh manusia adalah darah, sehingga kelompok yang pertama disebut sebagai kanker darah atau dikenal juga secara luas dengan sebutan leukemia. Bentuk yang padat biasanya dapat terlihat sebagai benjolan yang dapat terjadi pada semua organ di dalam tubuh manusia, seperti di otak, mata, hati, ginjal, dan lain sebagainya. Pada kesempatan ini akan dibahas terlebih dahulu tentang leukemia pada anak. Leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak. "Tempat Kejadian Perkara" dari leukemia itu ada di sumsum tulang. Jika ditanya sumsum tulang itu dimana, bayangkan saja ketika kita sedang makan paha ayam. Setelah daging ayamnya habis, kita potes tulangnya dan kita hisap-hisap bagian tengan dari tulang tersebut. Bagian yang kita hisap itulah yang dinamakan sumsum tulang. Sumsum tulang merupakan pabrik dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Melihat ini, kita mungkin dapat identikkan sumsum tulang dengan suatu kawasan industri di Tangerang misalnya. Permasalahan mulai timbul saat “karyawan” di pabrik leukosit berdemonstrasi secara anarkhis. Mereka melarang pabrik berproduksi. Akibatnya kadar leukosit di dalam darah menjadi rendah. Tidak puas di pabrik sendiri, mereka ke pabrik eritrosit dan trombosit, dan melarang agar kedua pabrik ini juga tidak berproduksi. Akibatnya, kadar eritrosit dan trombosit di dalam darah juga menjadi rendah. Tidak puas hanya berdemonstrasi di kawasan industri, para karyawan tersebut keluar menyebar kemana-mana, seperti ke otak, gusi, kulit, tulang, hati, limpa, dan testis. Apa yang dapat terlihat dari seorang anak akibat kejadian di atas? Karena kadar eritrosit di dalam darah rendah rendah, maka anak akan terlihat pucat. Selain itu, anak sering mengalami demam yang tidak diketahui penyebabnya akibat kadar leukosit di dalam darah yang rendah dan juga perdarahan, seperti perdarahan kulit, gusi, atau mimisan akibat kadar trombosit di dalam darah yang rendah. Ketiga gejala ini atau paling tidak ada dua dari tiga gejala ini dapat terlihat pada seorang anak yang dicurigai terkena leukemia. Selain gejala-gejala di atas, dapat juga dijumpai gejala lainnya sebagai akibat dari penyebaran sel kanker ke organ-organ lainnya di dalam tubuh. Gejala-gejala lainnya tersebut, antara lain adalah kejang, pembengkakan gusi, nyeri tulang, perut yang terlihat membesar, dan testis yang terlihat membesar dan keras. Jika kita sebagai orangtua melihat hal-hal tersebut di atas, segera bawa anak kita ini ke dokter untuk mengkonfirmasi apakah benar gejala-gejala yang ada merupakan gejala dari leukemia. Jika ternyata bukan, tentunya kita bersyukur akan hal itu. Namun, jika ternyata benar bahwa gejala-gejala yang ditemukan mengarah kepada leukemia, tetap saja kita harus mensyukurinya karena berarti leukemia pada anak ini ditemukan pada kondisi yang masih dini. Semakin dini dan cepat seorang anak yang terkena kanker ditangani, semakin besar kemungkinan untuk anak ini dapat disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mewaspadai gejala kanker pada anak, khususnya leukemia.