Mungkin bayi belum bisa berkata-kata seperti kita. Mungkin ia tidak bisa mengucapkan, "Saya mau digendong dan dipeluk!" Namun tahukah Anda bahwa kedekatan ibu-anak setelah bersalin adalah sesuatu yang sangat penting. Hubungan ini bahkan berpengaruh pada pertumbuhan yang optimal bagi si kecil. Kapan Hubungan Fisik Ibu-Anak Harus Dimulai? Sebenarnya tidak ada patokan berapa menit atau berapa saat yang diperlukan yang harus dilakukan. Namun beberapa ahli menganjurkan untuk secepat yang dimungkinkan untuk memberi kontak fisik antara ibu dan bayi. Sobat tentu masih ingat dengan yang namanya inisiasi menyusui dini atau IMD bukan? IMD ini dapat menjadi kontak pertama antara ibu dan anak. Kontak Fisik Adalah Kebutuhan Biologis Ya, ini adalah kebutuhan! Ibu dan anak memerluka kontak yang erat sehingga sang anak merasakan suatu rasa nyaman dan aman yang diperlukan dalam perkembangan emosional dan fisiknya. Oleh karena itu, biasanya pada bayi sehat, perawatan setelah bersalinnya dilakukan sekamar dengan ibunya. Memang terkadang kontak fisik tidak bisa dilakukan sesegera mungkin, misalnya anaknya memerlukan perawatan khusus di ruangan tersendiri. Hal ini memang akan mengganggu hubungan ibu-anak. Bagaimana Cara Membentuk Kedekatan Ibu dan Anak? Kedekatan ini dapat dilakukan dengan 5 cara:
  1. Biasanya setelah lahir, janin akan mencari mata ibunya dan melakukan kontak. Kontak mata adalah salah satu faktor yang penting.
  2. Kontak badan saat menyusui.
  3. Reaksi emosional dan kecemasan ibu juga akan mempengaruhi.
  4. Pada hari-hari pertamanya, bayi akan meniru mimik wajah orang di sekitarnya. Kemudian mimik wajah bayi seperti menjulurkan lidahnya adalah "umpan balik" dari respons bayi tersebut.
  5. Adanya sentuhan dan eksplorasi jari ibu pada badan bayi merupakan sebuah kontak bagi bayi.
Jika Anak Tampak Tak Nyaman Dengan Ibu Beberapa riwayat pada ibu bisa mempengaruhi kualitas kedekatan ibu dan anak, misalnya dahulu ada riwayat rencana untuk menggugurkan kandungan, atau anak yang tak diinginkan. Hal ini akan menyulitkan hubunganya baik dari sisi ibu dan dari anak. Kemudian juga pada ibu yang sangat muda, di bawah 17 tahun yang belum dewasa, juga biasanya akan mengalami kesulitan ini. Setelah bayi lahir, mungkin saja ibu menolak untuk menyusui, merawat bayinya. Hal ini akan berdampak serius bagi perkembangan bayi. Untuk itu, diperlukan konseling dan tindakan dari petugas medis dan keluarga. Sebenarnya Apa yang Dapat Bayi Lakukan Pada Usia Awalnya? Siapa bilang bahwa bayi itu buta sampai beberapa minggu ke depan? Mitos ini seringkali membuat orang dewasa menganggap bayi seperti boneka. Namun bayi ternyata sudah dapat mendengar, melihat (walau tak sejelas dewasa), merasakan sakit, merasakan sentuhan dari lingkungan luarnya. Bayi sudah dapat melihat ibu dengan lebih jelas pada jarak mata ibu-anak saat menyusui. Maka dari itu, sekali lagi saat menyusui adalah saat penting bagi ibu dan anak. Bayi sudah dapat mendengar. Mereka merespons suara dengan berkedip, menggerakan kaki dan tangannya, atau perubahan gerakan nafas. Ibu juga harus sering berkomunikasi dan berbicara dengan bayinya, sehingga mereka mengenal suara ibunya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi lebih mengenal suara ibu daripada ayahnya, artinya kontak ibu-anak memberikan kesan tertentu pada ingatan bayi.   Referensi Valman dan Thomas. ABC of First Year. 6th ed. Chapter 14: Mother-Infant Attachment.  Wiley-Blackwell. 2009.