tinggi-badan-Masalah tinggi badan kadang menjadi masalah yang signifikan dalam kehidupan. Tinggi badan memang masih menjadi salah satu persyaratan untuk beberapa posisi pekerjaan atau profesi, misalnya profesi pilot, pramugari, pramuniaga, model, hingga mereka yang ingin berkarier di bidang kemiliteran. Tinggi badan juga dapat menunjang penampilan seseorang. Karena berbagai alasan tersebut, tak jarang para orang tua kini gemar memberi obat peninggi badan untuk anaknya yang berada dalam masa pertumbuhan. Salah satunya dengan suntik hormon pertumbuhan. Seberapa efektifnya pemberian hormon ini? Apa efek samping yang ditimbulkan? Sebelum menjawab pertanyaan, mari terlebih dahulu kita simak penjelasan berikut. Selain adanya pengaruh hormon pertumbuhan, tinggi badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. 1. Faktor genetik. Tinggi badan seseorang sangat dipengaruhi oleh tinggi badan kedua orang tuanya. Jika orangtuanya tergolong berperawakan tinggi, kemungkinan kelak anaknya juga akan bertubuh tinggi. Sebaliknya, jika orang tuanya bertubuh pendek, kemungkinan besar sang anak bertubuh pendek pula. Rumus tinggi badan (TB) maksimal anak laki-laki: TB = (TB ayah + TB ibu + 13)/2 + 8,5 . Rumus tinggi badan (TB) maksimal anak perempuan: TB = (TB ayah + TB ibu - 13)/2 + 8,5 Jika dari segi genetik tidak ada masalah kesehatan, niscaya anak akan tumbuh dengan normal. Sebaliknya, gangguan genetik juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan. 2. Faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang dimaksud menyangkut lingkungan selama masih dalam kandungan (apakah lahir prematur atau tidak), gizi, tingkat kesehatan (mengidap penyakit kronis atau tidak), kasih sayang dalam keluarga atau kondisi psikologis selama anak diasuh orang tuanya. Fakta menunjukkan, anak-anak yang berada di penjara (notabene tidak mendapatkan kasih sayang orang tuanya), pertambahan tinggi badannya lebih lambat dibandingkan anak yang dilimpahi kasih sayang orang tuanya. Untuk mengejar pertumbuhan berat badan, sering terjadi salah persepsi dari masyarakat. Banyak orang tua yang menginginkan perbaikan generasi berupa tinggi badan lebih kepada anaknya dengan cara mencekoki anak dengan suplemen atau vitamin yang mengandung kalsium tinggi. Terbukti, beberapa jenis suplemen dan vitamin jenis tersebut banyak dicari di pasaran. Sebenarnya konsumsi kalsium lewat vitamin atau suplemen bukan merupakan hal yang dianjurkan. Yang paling baik dan aman adalah kalsium yang diperoleh dari makanan alami, misalnya lewat minum susu atau makan ikan teri. Pertumbuhan tinggi badan dalam masa pertumbuhan bisa juga dirangsang dengan olahraga yang sesuai. Ada juga cara lain untuk menambah tinggi badan anak, yaitu dengan suntik hormon pertumbuhan. Growth hormone atau hormon pertumbuhan (HP) sudah ada dalam tubuh anak sejak lahir dan merupakan salah satu hormon terpenting. Hormon ini merangsang pertumbuhan otot dan tulang serta membantu mengatur metabolisme. Hormon pertumbuhan juga memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel yang ada di tubuh, dari sel kulit, sel darah sampai sel saraf otak. Hormon ini diproduksi pada bagian depan kelenjar hipofisa. HP terdiri atas sekitar 191 asam amino spesifik yang terikat dalam struktur tiga dimensi. HP akan segera hancur ketika memasuki sistem pencernaan. Maka dari itu, penggunaan HP dari luar atau sintetik biasanya melalui suntikan. Keberadaan HP ini sudah diketahui sejak tahun 1920. Namun, baru tahun 1958 HP berhasil disuntikkan pada anak kerdil yang tubuhnya tak memproduksi HP. Upaya tersebut dilakukan oleh dokter Maurice Raben dari The New England Medical Center di Boston. Hasilnya ternyata memuaskan, tinggi badan anak percobaannya mulai bertambah. Dari berbagai penelitian mengenai penggunaan HP, semua melaporkan bahwa pemberian hanya dilakukan terhadap anak-anak yang berbadan pendek dengan kondisi penyakit tertentu, antara lain:
  1. Defisiensi atau kekurangan HP Penderitanya mengalami gejala penurunan massa otot, tulang lemah (osteopenia), kadar pelbagai lemak darah abnormal, dan sebagainya. Dengan pemberian HP, diharapkan terjadi peningkatan massa otot dan kadar air dalam otot bertambah, serta terjadi pula peningkatan metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein.
  2. Berat badan lahir rendah (BBLR) Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Kondisi ini disebabkan karena dua hal, yaitu lahir prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu) atau karena IUGR (Intra Uterine Growth Retardation) yaitu bayi cukup bulan tapi berat badan kurang untuk usianya. Hanya 10-15 persen kasus BBLR yang kemudian diberikan HP. Misalnya, jika si anak ketika berusia dua tahun tetap kelihatan kecil dibandingkan sebayanya maka boleh diberikan HP. Sedangkan sekitar 80 persen bayi BBLR memiliki tinggi badan normal atau dapat mencapai tinggi sesuai potensi genetiknya.
  3. Gagal ginjal kronis Adalah kemunduran perlahan dari fungsi ginjal yang menyebabkan penimbunan limbah metabolik di dalam darah (azotemia). Anak dengan kasus ini juga diberi HP. Anak berbadan pendek tanpa suatu sebab patologis (idiopathic short stature) juga diberikan suntikan HP.
Pemberian HP dilakukan sebanyak enam kali dalam seminggu. Dilakukan secara berkesinambungan hingga bertahun-tahun sampai potensi pertumbuhannya sudah berhenti. Untuk anak perempuan sampai usia 14-16 tahun dan laki-laki antara 18-20 tahun. Proses penyuntikan biasanya dilakukan oleh orang tua anak dengan alasan kepraktisan dan menghemat biaya. Biaya yang diperlukan sangat mahal. Dalam setahunnya, biaya suntik HP tak kurang dari 60 ribu dollar. Namun hormon kimiawi seperti ini tidak memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi. Penelitian juga menyebutkan, pemberian HP selama 4 tahun saja ternyata rata-rata hanya menambah tinggi badan sebanyak 5 cm. Untuk anak perempuan penambahan tinggi badan sekitar 5-7 cm, sementara untuk anak laki-laki sekitar 3-6 cm. Perlu diingat bahwa fungsi hormon adalah menjaga keseimbangan fisiologis (homeostasis) tubuh. Oleh karena itu penggunaan obat-obatan hormonal perlu ditangani oleh seorang yang memang ahli dalam bidangnya. Kelebihan hormon akibat penggunaan yang sembarangan tentu akan berdampak buruk. Jadi, pemberian hormon pertumbuhan ini harus seizin dokter sesuai indikasi karena efek sampingnya cukup berbahaya. Umumnya anak yang mendapatkan terapi HP ini berisiko mengalami efek samping. Efek negatif tersebut antara lain menimbulkan disorder (kelainan) pada fungsi jantung, ginjal, liver, menimbulkan kelebihan kadar glukosa, akumulasi cairan, masalah sendi dan jaringan pengikat, kadar lemak tinggi, lemahnya otot, aktivitas thyroid yang rendah, dan cacat. Tapi yang paling dikhawatirkan adalah risiko mengalami tumor otak karena adanya pengumpulan cairan di otak. Salah satu yang ditakutkan adalah berhentinya/berkurangnya kerja kelenjar hipofisa dalam memproduksi hormon pertumbuhan akibat masuknya suplai dari luar tubuh. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa pemberian HP terhadap anak yang mengalami gangguan pertumbuhan memberikan respons yang cukup baik. Bila pertumbuhan anak sudah normal atau sesuai dengan potensi genetiknya, efek samping HP minimal sekali atau bahkan mungkin tidak ada. Perlu diingat bahwa anak yang bertubuh pendek namun tidak memiliki indikasi medis tidak boleh diberi HP. Ada yang mengatakan bahwa anak yang banyak tidur akan lebih cepat tinggi dibanding anak yang kurang tidur. Sebuah penelitian di London tahun 1998 telah membuktikan hal ini. Penelitian ini mengungkap bahwa bayi yang banyak tidur maka perkembangan otaknya akan optimal. Mengapa demikian? Aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses tumbuh kembang otak karena 75% hormon pertumbuhan dikeluarkan saat anak tidur, khususnya pada tahap ketiga dan keempat tahapan tidur (yang sering disebut tidur dalam atau tidur slow wave). Proses pembaruan sel tubuh juga akan berlangsung lebih cepat jika anak sering terlelap. Tingginya kadar hormon pertumbuhan ini juga erat hubungannya dengan kondisi fisik si kecil. Maka dari itu kesehatan anak harus dijaga agar tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Referensi: www.ayahbunda-online.com www.peninggibadanalami.com www.pikiran-rakyat.com www.tabloid-nakita.com