Gangguan mental merupakan salah satu masalah yang seringkali ditemui dalam masyarakat, mulai dari yang mengalami stress hingga mengalami halusinasi dan waham. Halusinasi adalah gejala yang berhubungan dengan panca indera, yaitu: auditori (pendengaran), visual (penglihatan), penciuman, pengecap, dan perasa. Yang paling sering ditemukan adalah halusinasi auditori, di mana penderita mendengar suara-suara yang tidak didengar oleh orang lain, yang sebenarnya berasal dari pikirannya sendiri. Selain halusinasi, gejala psikiatri lain yang cukup sering ditemukan adalah delusi atau yang lebih dikenal dengan waham. Sama seperti halusinasi, delusi merupakan salah satu gejala dan bukan merupakan nama penyakit. Delusi adalah keyakinan yang salah, yang tidak sesuai dengan kultur yang ada. Biasanya delusi berhubungan dengan interpretasi yang salah atas persepsi atau pengalaman. Delusi ini bisa berhubungan dengan tubuh, religi, dan lain-lain. Waham yang paling sering adalah waham kejar, di mana seseorang percaya bahwa ia diikuti atau akan disakiti oleh seseorang. Penyebab terjadinya delusi ini tidak diketahui secara pasti. Namun demikian, telah diketahui bahwa ada kondisi medis yang dapat memunculkan gejala ini, antara lain: penderita tumor otak. Kedua gejala tersebut, halusinasi dan delusi dapat ditemukan pada satu penderita. Namun demikian, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk menentukan diagnosis dari gejala yang ditemukan. Kedua gejala tersebut pada umumnya berhubungan dengan gangguan mental, antara lain: gangguan waham atau delusi, skizofrenia, skizoafektif, dan lain-lain. Dengan obat-obatan yang diberikan dokter, gejala ini dapat dikontrol dan tidak mengganggu kehidupan penderitanya. Sumber: Sadock, BJ., Sadock VA. Delusional Disorder and Shared Psychotic Disorder in Kaplan & Sadock's Synopsis of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition. 2007. http://psychcentral.com/lib/2008/whats-the-difference-between-a-delusion-and-a-hallucination/