Sebut saja namanya Ina, 24 tahun, seorang ibu yang baru memiliki anak pertamanya, Keisha, 6 bulan. Ia pusing bukan kepalang setiap Keisha menangis. Ia bingung apa yang harus dilakukan, padahal menurutnya Keisha sudah sangat sering diberi ASI. Yuk, kita bantu Ina! Menangis, Bentuk Komunikasi Bayi Menangis memang adalah salah satu bentuk komunikasi pada si kecil, selain kontak mata dengan mata. Mereka menangis sebagai sinyal bahwa mereka butuh sesuatu. Apakah menangis adalah sesuatu yang buruk? Tidak! Justru menangis menandakan anak Anda aktif berkomunikasi dengan Anda. erikut Apa Arti Tangisan Itu? Para ahli mengatakan bahwa menangis karena gangguan otak, kesakitan, kelaparan, semua berbeda bila dilihat dengan alat spektografi suara.  Namun memang tak semua dokter punya alat ini sehingga, semua tangisan tampak sama. Beberapa hal yang dapat membuat bayi menangis:
  1. Sulit tidur. Biasanya bayi memiliki kebiasaan aktivitas sebelum tidur, misalnya dimandikan dahulu, atau adanya nyanyian “nina bobo”, adanya bacaan dongeng dari orang tuanya. Dan beberapa penelitian menunjukkan adanya mainan boneka halus disebelahnya dapat membantu bayi lebih cepat tertidur. Selain itu adanya  perpindahan rumah baru, masuk ke kamar di rumah sakit juga dapat memberikan reaksi sulit tidur.
  2. Kelaparan dan kehausan. Bayi sering menangis karena kelaparan. Bahkan mungkin Anda melihat bahwa anak yang baru lahir akan sering kelaparan. Memang demikian! Anak baru lahir memerlukan menyusui setiap 2-3 jam sekali. Terkadang mereka juga ingin melakukan gerakan menghisap namun tidak lapar, yang bisa diatasi dengan memberi empeng. Menghisap adalah refleks normal bayi.
  3. Popoknya Basah! Ya, siapapun kalau sudah berkemih atau BAB tentu merasa tidak nyaman. Ayo, diganti.
  4. Mau Digendong. Bayi perlu untuk banyak digendong atau dielus. Mereka sangat senang berada di dekat dengan orang tua mereka, mendengar suaranya, mendengar detak jantungnya, dan bau tubuh orang tuanya. Sering menyentuh bayi pada tahun pertamanya, tidak membuatnya manja di kemudian hari.
  5. Sakit Perut. Masalah perut bisa membuatnya sakit msalnya perut kembung, nyeri hilang timbul (kolik), dan lainnya. Lebih baik Anda mencari pertolongan medis untuk ini.
  6. Cuaca yang Kepanasan atau Kedinginan. Kita pun akan mengeluhkan jika cuaca tidak nyaman? Bayi pun demikian.
  7. Tumbuh Gigi. Adanya gigi susu keluar yang menembus gusinya adalah suatu hal yang cukup sakit bagi bayi. Biasanya bayi akan tumbuh gigi susu pertamanya pada usia 4-7 bulan.
  8. Ibu, Sudah Cukup! Bayi nan mungil pasti sering menjadi bahan lelucon orang banyak entah di-cilukba-kan, disentuh pipinya, digendong dan lainnya. Ia bisa menangis sebagai tanda ia sudah cukup mendapat stimulasi yang cukup banyak. Kalau ia bisa berbicara mungkin ia berkata, “Ibu saya lelah!”
  9. Ibu, Gendong Saya. Kebalikan dari yang di atas. Mungkin ia perlu stimulasi yang lebih banyak dari Anda.
  10. Sakit. Coba ukur suhunya, mungkin ia demam dan periksakan ia ke dokter.
Dampak Bagi Orang Tua? Walaupun demikian bayi yang menangis ini dapat berdampak pada orang tua misalnya gangguan tidur. Untuk itu diperlukan nasihat medis bagaimana beristirahat dengan cukup dan berbagi tugas satu sama lain. Jangan membebankan semua tugas kepada satu orang saja. Mudah-mudahan bermanfaat ya Sobat! Referensi