Pasti Sobat sering mendengar bayi yang menjadi kuning pada beberapa hari setelah melahirkan, atau bahkan belum genap 24 jam usianya. Memang adanya penguningan pada kulit bayi ini dapat menjadi hal yang normal, atau gangguan kesehatan pada bayi tersebut. Pembahasan masalah bayi kuning secara umum telah dipaparkan oleh dr. Yohanes Ricky dalam artikel ini. Nah, kalau bayi menguning karena menyusui apakah Sobat pernah mendengarnya juga? Seperti apa dan bagaimana penanganannya? Mari kita bahasa dalam artikel ini. Kuning pada Bayi Kita akan membahas sekilas soal kuning pada bayi. Pada umumnya timbulnya kekuningan pada bayi dapat dibagi menjadi yang normal (fisiologis) dan tidak normal (patologis). Yang ditakutkan para orang tua jelas adalah yang tidak normal, bukan begitu? Proses yang tidak normal ditandai dengan kekuningan muncul di bawah 24 jam, dan peningkatan bilirubin dalam darah yang terlalu tinggi (selengkapnya dapat disimak di artikel ini). Tanda-tanda kekuningan atau jaundice ini biasanya dapat dilihat pada kulit dan mata, yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin di dalam darahnya. Kekuningan akan muncul pertama kali di daerah kepala, dan jika semakin tinggi akan timbul di dada, badan, dan kaki serta tangan. Bliriubin timbul karena adanya pergantian dan pemecahan untuk pematangan sel darah merah. Biasanya akan timbul 1-2 minggu setelah lahir. Untuk mengetahui kadar bilirubin harus dilakukan pemeriksaan dengan pengambila sampel darah. Kekuningan pada bayi memang umum terjadi pada bayi yang diberi ASI dan biasanya lebih lama dibanding bayi yang tidak diberi ASI. Terdapat dua jenis kekuningan akibat menyusui yaitu breastmilk jaundice dan breastfeeding jaundice: Breastmilk Jaundice Breastmilk jaundice adalah proses kekuningan yang biasanya timbul pada bayi cukup bulan dan diberi ASI dengan teratur dan cukup. Hingga kini, penyebb pastinya belum diketahui, walaupun ada yang memperkirakan disebabkan oleh sesuatu hal di ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Biasanya breastmilk jaundice cenderung diturunkan secara genetis dan terjadi pada 2-4% bayi yang baru lahir. Breastmilk jaundice biasanya berlangsung selama 4 sampai 12 minggu setelah lahir. Ibu yang bayinya mengalami breastmilk jaundice maka 70% dapat berulang kembali pada bayi berikutnya. Apakah ini artinya ASI "beracun", dok? Tidak Sobat. Adanya kekuningan ini bukan berarti ASI tidak baik atau ASI harus dihentikan. ASI tetap dilanjutkan untuk bayi ini. Apakah bilirubinnya tetap harus diperiksa? Ya, kadar bilirubin harus tetap diperiksa untuk mengetahui angka kadar pastinya. Pengawasan ini diperlukan untuk menghindari komplikasi, walaupun jarang terjadi. Breastmilk jaundice harus dibedakan dengan breastfeeding jaundice yang akan dibahas di bawah ini. Breastfeeding Jaundice Breastfeeding jaundice disebabkan karena bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup (bedakan dengan breastmilk jaundice yang bayi mendapatkan cukup ASI) dan bayi terlambat untuk mulai mendapatkan ASI. Ketika bayi tidak mendapatkan cukup ASI, maka pergerakan sistem pencernaannya berkurang, sehingga bilirubin tidak banyak dikeluarkan dan menumpuk dalam darah. Bilirubin seharusnya dikeluarkan bersama feses (kotoran).