Orang tua sering kali risau dengan pola poop atau feses alias Buang Air Besar (BAB)  pada bayi dan anak. Pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke dokter adalah mengenai bentuk, warna dan frekuensinya. Poop Bayi Saya yang Baru Lahir Kenapa Hitam, Dok? Perlu kita ketahui bersama, ketiga hal di atas tersebut sangatlah bervariasi pada setiap bayi dan anak. Pada bayi yang baru lahir, warna BAB kehitaman, biasa disebut mekoneum dan berlangsung kurang lebih 48 jam pertama. Saat kemampuan bayi untuk minum mulai optimal, maka mekoneum digantikan oleh feses transisional, ditandai dengan BAB berwarna kehijauan dan tampak adanya ampas atau serat. Bayi Semakin Sering BAB, Apakah Tidak Apa-Apa? Pada usia 5 hari atau akhir minggu pertama, BAB bayi berubah menjadi kuning kecokelatan dan disebut sebagai feses matur. Frekuensi BAB selain bervariasi, ditentukan pula oleh asupan susu si kecil. Bayi yang mendapat ASI pada umumnya BAB lebih sering, dan konsistensinya lebih lembek, berbeda dengan bayi yang minum susu formula dimana fesesnya lebih keras dan frekuensinya lebih jarang. Terkadang pada bayi yang sedang mengalami pertumbuhan sering kita temui pula serat makanan nampak pada fesesnya. Kapan Saya Harus Hati-Hati? Warna feses yang harus diwaspadai oleh orang tua adalah warna dempul atau bila ditemukan darah. Pada bayi yang mengalami kuning (hiperbilirubinemia/jaundice) dan didapatkan feses berwarna dempul/keabuan/putih, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan adanya atresia bilier (tidak terbentuknya saluran empedu, seperti yang kita pernah dengar dalam kasus Bilqis-red) atau permasalahan pada organ hati-saluran empedu-saluran cerna. Feses yang mengandung darah harus dievaluasi terhadap berbagai kemungkinan, mulai dari luka di sekitar anus akibat diare, infeksi oleh bakteri atau amuba di dalam saluran cerna, atau kelainan yang cukup serius seperti intususepsi. Intususepsi adalah gangguan usus dimana saluran usus masuk ke usus lainnya (bayangkan seperti teleskop). Bagaimana Keadaan yang Disebut Diare? Kapan kita menyebut si kecil diare? Ada beberapa definisi, namun yang paling mudah kita terapkan adalah apabila orang tua melihat frekuensi dan konsistensi nya berubah menjadi lebih sering atau lebih cair dari biasanya. Bila kita memperhatikan hal ini, maka sebaiknya kita melakukan observasi terhadap bentuk feses berikutnya dan kemampuan anak untuk makan dan minum, serta meningkatkan kewaspadaan apabila gejala berlanjut (kadang dapat disertai muntah, demam, dan nafsu makan/minum yang menurun). Toddler's Diarrhea Pada beberapa anak berusia 1-3 tahun sering kita dapatkan keluhan BAB cair yang hilang timbul. Kondisi ini biasa terjadi saat siang hari dan tidak terjadi sama sekali saat ia tidur malam (si kecil tidur tentang tidak terganggu; bandingkan dengan anak yang mengalami diare dan saat malam kondisinya terus berlanjut). Kondisi ini yang disebut dengan istilah toddler's diarrhea.Terjadi pada anak yang sehat dan pada umumnya diakibatkan oleh kebiasaan meminum cairan yang mengandung karbohidrat (kadar gula) tinggi dalam jumlah berlebih. Membatasi minuman jus atau mengandung gula tinggi secara berlebihan serta menambah makanan yang mengandung lemak akan menghilangkan gejala diare tersebut.   Semoga berguna! dr. Edward Surjono, Sp.A Dokter Spesialis Anak - Konselor Laktasi Staff Pengajar Dep. Ilmu Kesehatan Anak Fak. Kedokteran UNIKA Atma Jaya RS Grha Kedoya Healtykids- Daan Mogot Baru