Suatu hari, seorang ibu mendatangi saya dan bertanya, "Mengapa anak saya masih dapat terkena kanker, padahal saya sudah menjaga anak saya sedemikian ketatnya, seperti tidak memakan makanan yang mengandung pengawet dan lain sebagainya". Pertanyaan di atas ternyata tidak dilontarkan oleh ibu ini saja, tetapi juga oleh ibu-ibu lainnya yang anaknya terkena kanker. Apa kanker pada anak dapat dicegah ? Kanker pada anak memang berbeda dari kanker yang dijumpai pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara kanker pada anak tidak dapat dicegah. Mengomentari pernyataan ini, ibu-ibu biasanya akan lanjut bertanya, "Kalau memang tidak dapat dicegah, apa gunanya orangtua mengajarkan pola hidup dan makan yang sehat sejak masa kanak-kanak kepada anaknya ?" Perlu diketahui bahwa pola hidup dan makan yang sehat tetap harus diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Tujuannya memang bukan untuk mencegah kanker yang dapat timbul pada usia anak-anak, namun untuk mencegah agar pada saat anak-anak ini menginjak usia dewasa, mereka dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang biasanya terjadi pada usia dewasa. The International Union Against Cancer, atau lebih dikenal dengan singkatannya UICC, menganjurkan kepada orangtua agar mereka mengajarkan anak-anak, antara lain untuk tidak merokok, makan makanan dengan pola gizi yang seimbang, dan mengikuti program imunisasi yang berlaku di negara masing-masing. Jika diperhatikan, himbauan tersebut bertujuan agar anak-anak saat menginjak usia dewasa dapat terhindar dari kanker paru, kanker usus besar, kanker hati, kanker leher rahim dan jenis kanker lainnya yang hanya dapat terjadi pada usia dewasa. Banyak orangtua yang mempersalahkan dirinya sendiri karena anaknya terkena kanker. Mereka beranggapan bahwa merekalah penyebab dari semua permasalahan yang terjadi pada anak mereka. Setelah membaca keterangan di atas, kiranya orangtua dapat menyadari bahwa hal tersebut tidak benar. Kiranya penjelasan ini dapat memperjelas pengetahuan orangtua tentang kanker pada anak.