Tentu saja jika ternyata sudah terbukti anak kita adalah pelaku bullying ia perlu mendapat pembinaan, karena tak jarang mereka akan merasa tersudut dan perlu perhatian ekstra. Pada dasarnya tak ada manusia yang tidak bisa diubah atau berubah. Apalagi ia masih anak-anak dan pada usianyalah proses pembentukan karakter terjadi. Sebagai orang tua, kita bisa melakukan pencegahan dan untuk mencapai harapan kita yaitu terjadinya perubahan perilaku anak kita, kita bisa mencoba cara-cara di bawah ini:
  • Posisikan diri untuk menolong anak dan bukan menghakimi anak. Ini adalah hal yang utama dan perlu selalu diingat.
  • Ajaklah anak bicara mengenai apa yang ia lakukan. Ajak dia untuk berdialog, atau dengan kata lain, komunikasi dua arah. Berikan gambaran tentang tindakanya, tanyakan bagaimana pendapatnya tentang tindakan tersebut, bagaimana jika ia menjadi pihak korban. Perlahan-lahan, bawa ia pada pemahaman bahwa tindakan yang dilakukannya merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Jika perlu, carilah bantuan dari tenaga ahli agar masalah dapat tertangani dengan baik dan diselesaikan hingga tuntas.
  • Carilah penyebab anak melakukan hal tersebut. Ingat hukum sebab-akibat. Penyebab menjadi penentu penanganannya. Anak yang menjadi pelaku karena rasa rendah diri tentu akan ditangani secara berbeda dengan pelaku yang disebabkan oleh dendam karena pernah menjadi korban. Pada poin ini, saya mengajak kita semua sebagai orang tua untuk mengintrospeksi diri kita sendiri, jangan hanya menyalahkan anak dan merasa diri sudah benar dalam mendidik anak. Apakah kita sudah meluangkan waktu yang berkualitas bersama anak kita? Apakah kita memiliki komunikasi yang baik dengannya? Apakah kita selalu memperlakukan dia dengan penuh kasih sayang?