Sebenarnya, apakah bullying itu? Perilaku sederhana seperti saling mengejek merupakan bagian dari bullying, jika si korban merasa tertekan. Sebenarnya, apakah bullying itu? Kata bullying memang belum ada dalam terminologi Bahasa Indonesia. Maka mari kita tilik kamus Oxford Learner™ Pocket Dictionary (saya memilih kamus ini, karena ini adalah kamus saku dan penjelasan arti yang diberikan sangat simpel dan mudah dimengerti). Kamus ini menulis bahwa bully adalah person who uses his/her strength to frighten or hurt weaker people. Senada dengan kamus tersebut, seorang aktivis anti-bullying Indonesia yang juga adalah pendiri Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa), Diena Haryana, menjelaskan bahwa bullying adalah segala perilaku yang dilakukan kepada orang lain baik secara verbal, fisik, atau mental yang dilakukan dengan berulang-berulang menggunakan power untuk menunjukkan bahwa saya berkuasa, saya lebih hebat sehingga memberikan dampak rasa takut, tertindas dan terintimidasi. Bentuk bullying pada anak Menurut Dan Olweus, bullying pada anak-anak memiliki bentuk yang beragam, antara lain:
  • Bentuk fisik: memukul, menendang, mendorong.
  • Bentuk verbal: mengejek, menyebarkan isu buruk, atau menjuluki sebutan yang jelek.
  • Bentuk emosi: menyembunyikan peralatan sekolah, memberikan ancaman, menghina.
  • Bentuk rasial: mengucilkan anak karena ras, agama, kelompok/ golongan tertentu.
  • Bentuk seksual: meraba, mencium.
Dalam bukunya yang berjudul The Bully, The Bullied, and The Bystander,  Barbara Coloroso mengatakan bahwa bullying bisa terjadi karena adanya kerjasama yang baik dari tiga pihak. Pihak pertama, adalah pihak yang  menindas. Kedua, ada penonton yang diam atau mendukung, entah karena takut atau karena merasa sebagai satu kelompok. Ketiga, ada pihak yang dianggap lemah dan menganggap dirinya sebagai pihak yang lemah (merasa takut untuk melawan, takut untuk melaporkannya pada guru/ orang tua, atau malah memberi permakluman). Karakter yang umum di-bully ada dua. Yang pertama adalah orang yang populer, supel, banyak disukai dan pintar. Yaitu mereka yang memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Yang kedua adalah karakter yang berbeda dari orang lain, misalnya orang yang kurang pandai atau daya tangkapnya lambat, orang gemuk, pendek, dan tidak berdaya. Bisa juga kaum minoritas, yaitu yang dianggap berbeda, misal suku tertentu atau agama tertentu.

Barbara Coloroso