Homoseksual menjadi suatu perhatian tersendiri, apalagi jika ini terjadi pada anak-anak. Bagaimana kita sebagai orang tua harus bersikap ketika menyangka atau menemukan anak kita homoseksual? Homoseksualitas  adalah sebuah keadaan adanya romantisme dan ketertarikan fisik terhadap sesama yang sama jenis kelaminnya. Secara umum di dunia, 5% penduduk memiliki orientasi seksual ini. Oleh dunia kedokteran, homoseksual dianggap menjadi salah satu orientasi seksual termasuk bersama heteroseksual (ketertarikan berbeda jenis kelamin) dan biseksual (gabungan heteroseksual dan homoseksual). Ikatan Psikiater Amerika juga tidak lagi menganggap homoseksual sebagai gangguan jiwa. Apa Penyebab Homoseksualitas? Para ahli masih tidak dapat menjawab pasti apa yang menyebabkan homoseksualitas. Ada yang mengatakan bahwa ini adalah varian normal dari perkembangan seksualitas, namun ada yang mengatakan bahwa orientasi ini disebabkan adanya problema pada hubungan orang tua-anak yang menyebabkan perubahan psikis. Ada yang mengatakan juga bahwa orientasi seksual dipengaruh oleh masalah biologis, dimana diduga produksi androgen (hormon pria) lebih kurang dibandingkan dengan estrogen (hormon yang banyak ditemukan pada wanita). Namun banyak pula ahli yang tak sependapat dengan ini karena pada kasus dimana pria dengan gangguan kromosom XY tidak selalu menunjukkan homoseksualitas. Anakku Tampaknya Menunjukkan Homoseksualitas, Bagaimana Dok? Jika orang tua menduga-duga dan mengamati anaknya cenderung menunjukkan perilaku homoseksual, pertama-tama janganlah kita terlalu terburu-buru menyimpulkan bahwa ia homoseksual. Perilaku seksual saat kanak-kanak tidak menunjukkan prediksi orientasi seksualnya nanti. Ini adalah perilaku anak dalam mengeksplorasi lingkungnnya. Jika Anda merasa ragu dan cemas, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter. Kita harus tetap menjaga rasa aman pada anak dan tidak boleh menyalahkan anak. Orang tua tidak boleh memarahi, mengancam anak, walaupun mungkin kita merasa sangat cemas dengan apa yang terjadi padanya. Jika “perilaku homoseksual” melibatkan juga anak kecil yang ada di rumah, misalnya saudaranya yang lebih tua, ia juga harus dilakukan terapi. Pemeriksaan Apa Saja yang Dilakukan? Selain mengeksplorasi riwayat perilaku seksual, dokter juga harus memperhatikan pemeriksaan fisik lain seperti apakah ada tanda kekerasan seksual, infeksi menular seksual, termasuk Hepatitis B dan AIDS, terutama pada anak yang mengalami kekerasaan seksual. Selain itu kita harus mengetahui status mental anak tersebut, termasuk ide bunuh diri. Penelitian menunjukkan 3-30% anak-anak dengan kebingungan terhadap orientasi seksual mereka pernah membuat percobaan bunuh diri. Hal ini tergolong tinggi, dibandingkan 4,2% saja pada anak heteroseksual. Bagaimana Terapinya? Hasil terapi pun bermacam-macam dan bervariasi. Menurut Nelson Textbook of Pediatrics 19th, terkadang memang sulit mengubah orientasi seksual seseorang. Menurut sumber tersebut, kurang dari setengah yang dapat mengubah orientasi seksualnya dengan terapi perilaku. Sebuah catatan juga, bahwa terapi ini terkadang dapat meningkatkan rasa bersalah pada anak. Namun, beberapa terapi lainnya seperti terapi religius dapat dilakukan dengan juga mendapat advis dari psikiater anak. Terapi lainnya yang dapat dilakukan adalah psikoterapi dimana untuk mendamaikan dalam penerimaan orientasi seksual seseorang. Tips Bagi Orang Tua Berikut beberapa tips bagi orang tua:
  1. Jangan marah ketika anak Anda mungkin berkata, “Saya homo.” Kita harus paham bahwa anak-anak dalam masa perkembangan dan kebingungan mereka terhadap orientasi seksual. Jika Anda marah, Anda malah akan menjauhkan diri Anda dari mereka.
  2. Jangan menyalahkan diri Anda terhadap apa yang terjadi pada anak Anda.
  3. Terima kritik apapun secara lapang dada.
  4. Persiapkan diri Anda untuk dapat mendengar dan menerima perasaan Anak.
  5. Carilah nasihat atau advis dari para ahli mengenai masalah Anda.
  6. Carilah dukungan dari sekitar seperti saudara, support group, yang mana Anda merasa nyaman.
  7. Fokuskan diri Anda untuk mencintai anak Anda, menjadi sahabat bagi anak Anda.
  8. Jangan biarkan pembicaraan Anda dengan anak menjadi selalu negatif. Jangan menguliahi dia. Bicarakan hal yang positif atau kemampuan dia uang lainnya.
  9. Anak yang memutuskan untuk meninggalkan homoseksualitasnya perlu mendapat dukungan. Namun ingat, merekalah yang menjadi pokok utamanya, bukan orang tua. Jadi dukungan pada anak sangat diperlukan. Dan ini memerlukan waktu yang tak sedikit.
Referensi:
  1. Nelson Textbook of Pediatrics 19th
  2. Phelan JE. Tips For Parents Who Are Struggling With A Child's Homosexuality.