Setiap tahunnya di Indonesia, terdapat sekitar 40.000 anak-anak yang menderita kelainan jantung bawaan. Kelainan berupa kebocoran sekat bilik jantung menempati urutan pertama dari penyebab kelainan jantung tersebut. Lebih dari separuh pasien memerlukan penanganan segera untuk mengembalikan fungsi jantung yang normal, untuk mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak normal. Sayangnya banyak kelainan jantung pada anak yang ditemukan secara kebetulan, misalnya saat si anak sudah berumur 10 bulan terkena flu dan demam dalam kurun waktu yang berdekatan, secara terus-menerus selama lebih dari 2 minggu. Karena dokterya khawatir maka dilakukanlah roentgen paru, tetapi dari hasilnya baru terlihat adanya pembesaran jantung bagian kanan si anak, sementara paru-parunya sendiri terlihat normal. Kejadian di atas sering sekali terjadi, karena kondisi bayi dan balita yang tidak menunjukkan tanda-tanda abnormal. Saat lahir biasanya bayi akan langsung diperiksa secara menyeluruh oleh dokter anak (bagi yang melahirkan di rumah sakit), tetapi dalam pemeriksaan ini tentunya tidak akan dilakukan pemeriksaan sinar-x. Dokter anak akan memeriksa saluran napas bayi, suara tangisnya, suara jantungnya, serta bunyi napasnya juga. Memang banyak bayi dengan gangguan jantung belum menampakkan gangguan nyata saat masih neonatus (0-1 bulan). Gejala baru timbul belakangan, misalnya saat anak mulai aktif bergerak yaitu usia lebih dari 9 bulan, mulai dari gejala yang tampak samar seperti batuk-batuk saat tidur, berat badan yang kurang, mudah berkeringat sampai tanda-tanda yang dapat membuat panik orang tua yaitu sekujur tubuh membiru saat anak menangis. Bila si anak pertumbuhannya tampak normal dan benar-benar tidak tampak ada gejala apapun yang perlu dikhawatirkan orang tuanya, defek atau kelainan yang ada pada jantungnya itu akan memberinya masalah besar saat si anak beranjak dewasa dan memasuki usia produktif (lebih dari 17 tahun). Biasanya kelainan jantung seperti apa yang sering muncul pada anak-anak? Ini dia urutan kelainan jantung bawaan yang paling banyak ditemukan: Ventricular Septum Defect (VSD) Kegagalan pembentukan sekat pada bilik jantung, sehingga terbentuklah lubang pada sekat itu, yang ukurannya bervariasi mulai dari 5 mm hingga lebih dari 10 mm. Pada kondisi ini terjadi percampuran darah bersih dan darah kotor. Atrial Septal Defect (ASD) Sama seperti di atas tapi lubang yang terbentuk di serambi jantung. Tetralogi Fallot Terdiri dari 4 macam kelainan pada jantung: penyempitan pembuluh darah dari jantung kanan ke paru; kegagalan pembentukan sekat pada bilik jantung; aorta yang posisinya terbalik sehingga menerima darah bersih dan kotor sekaligus; dan yang terakhir adanya pembesaran dari bilik kanan jantung. Patent Ductus Arteriosus (PDA) Adanya semacam pembuluh yang menghubungkan aorta dengan arteri pulmonalis (arteri dari bilik kanan jantung ke paru-paru), di mana seharusnya saluran ini menutup secara langsung saat bayi lahir. Kelainan yang satu ini dapat diatasi dengan pemberian obat-obatan. Pulmonary Stenosis Terdapat penyempitan arteri pulmonalis dari ventrikel kanan. Yang perlu diperhatikan selanjutnya dari orang tua adalah kemungkinan kejadian berulang dalam satu keluarga, karena ada presentase sebesar 2% terjadi lagi hal yang sama pada kehamilan berikutnya. Di bawah ini adalah urutan dari yang presentasenya tersering berulang dalam satu keluarga:
  1. VSD
  2. PDA
  3. Tetralogi Fallot
  4. ASD
  5. Pulmonary stenosis
Kapan orang tua harus mulai waspada?
  1. Bila selama masa kehamilan ibu terkena penyakit infeksi seperti Rubella atau oleh Coxsaccie virus. Serta jenis obat-obatan apa yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilannya : thalidomide, diethylstilbestrol, apakah ibu selama kehamilan pernah tidak sengaja mendapat sinar-x saat kehamilan masih muda dan belum diketahui?
  2. Kondisi bayi saat lahir sampai masa neonatus selesai (1 bln), usia kehamilan saat bayi lahir (prematur atau tidak), bunyi napas bayi (ada suara ngiik saat menarik atau mengeluarkan napas).
  3. Perhatikan perkembangan anak anda sampai 2 tahun berikutnya, pertambahan berat badannya, pola makannya (biasanya susah makan), mudah lelah dibanding anak sebayanya. Jangan mudah khawatir bila terdapat warna kebiruan di bibir atas anak ataupun di bagian tubuh lainnya setelah anak membuka bajunya, karena warna ini timbul akibat penekanan pembuluh darah dan lebih cepat hilangnya.
  4. Bila sudah memasuki usia prasekolah atau sekolah reguler, perhatikan bila berlari atau naik tangga muncul keletihan dan tersengal-sengal berkepanjangan, apakah anak anda juga sering demam dan nyeri sendi tanpa sebab.
  5. Telitilah dalam silsilah keluarga anda ataupun pasangan anda, apakah ada yang pernah menderita penyakit jantung dan pembuluh darah seperti diantaranya: gagal jantung, penyakit jantung bawaan, hipertensi, diabetes mellitus, atau apakah pernah ada anggota keluarga yang meninggal mendadak.
Lalu tanda-tanda fisik seperti apakah yang harus dikenali lebih dini oleh orang tua?
  • Sianosis: warna kebiruan, abu-abu, atau ungu gelap yang nampak di permukaan kulit ataupun membran mukosa (pipi bagian dalam, lidah, langit-langit mulut) karena berkurangnya kadar hemoglobin yang teroksigenasi di peredaran darah.
  • Kelainan bentuk dada, getaran jantung terlihat dari luar.
  • Pembesaran tonsil karena hipertensi dan hipoksia (keadaan kurang oksigen tadi)
  • Saat terjadi sianosis telapak tangan jadi kemerahan, jari ujungnya menggembung seperti pentungan (clubbing finger).
  • Saat menangis wajah jadi asimetris padahal sebelumnya tidak ada riwayat gangguan saraf.
  • Sering berkeringat di dahi tanpa sebab yang jelas.
Untuk diperhatikan bahwa semua gejala-gejala di atas tidak dapat berdiri sendiri, jadi jangan panik bila anak anda saat menangis mengeluarkan bunyi aneh dari saluran napasnya, atau bila anak anda kurang aktif menjadi takut berlebihan dan khawatir, kondisi tubuh secara keseluruhan harus dilihat juga. Artikel ini dibuat supaya para orang tua jadi lebih aware dengan perkembangan dan kondisi anak, karena bagaimanapun deteksi dini akan memberi banyak kemudahan dalam penanganannya. Lebih baik lagi, bila orang tua cukup khawatir dikonsultasikan dengan dokter anak anda. Daftar pustaka: Myung K. Park; Pediatric Cardiology for Practitioners; 2002; Missouri:Mosby. John D. Keith, Richard D. Rowe, Peter Vlad; Heart disease in Infancy and Childhood; 1978; New York: Macmillan Publishing co.