ASI diproduksi berdasarkan prinsip permintaan dan penawaran (supply and demand). Semakin sering payudara Anda dikosongkan — baik dengan menyusui bayi maupun memompa ASI — semakin banyak ASI yang akan dihasilkan tubuh Anda. Bila Anda terpaksa harus sering memompa ASI karena keadaan, perhatikan beberapa tips berikut ini agar kegiatan memompa ASI sukses. 1. Rileks Stres dapat mengurangi kemampuan alamiah tubuh untuk mengeluarkan ASI. Carilah tempat yang tenang untuk memompa. Pijatan lembut atau kompres hangat sebelumnya juga dapat membantu. Cobalah memikirkan bayi Anda tersayang saat memompa, mendengarkan musik yang tenang, melihat foto bayi, atau bahkan memandang bayi secara langsung apabila Anda memompa di dekatnya. 2. Seringlah memompa Semakin banyak Anda memompa, semakin banyak ASI yang akan dihasilkan kedua payudara  Anda — terutama bila Anda menggunakan pompa berkualitas baik. Apabila Anda bekerja purna waktu (full-time), cobalah memompa setiap beberapa jam selama 15 menit, pada jam kerja. Bila memungkinkan, pompa kedua payudara secara bersamaan. Hal ini akan menghemat waktu dan meningkatkan produksi hormon prolaktin yang berfungsi memproduksi ASI. 3. Menyusui langsung saat bersama bayi Semakin sering Anda menyusui secara langsung saat bersama bayi, semakin banyak ASI yang Anda peroleh saat memompa. Menyusui malam hari terutama akan memperbanyak pasokan ASI karena pada malam hari kadar prolaktin (hormon yang menentukan produksi ASI)  sedang tinggi. Selain itu, menyusui langsung akan memberikan bayi imunoglobulin alias pertahanan tubuh terhadap penyakit, komponen ini tidak didapatkan pada ASI pompa yang disimpan. 4. Hindari dan minimalkan pemberian susu formula Pemberian susu formula akan mengurangi keinginan bayi untuk menyusu, sehingga mengurangi produksi ASI Anda. Bila karena satu dan lain alasan bayi Anda terpaksa mendapat susu formula (hindari sedapat mungkin), pompa ASI kapanpun bayi sedang minum susu formula, untuk menjaga pasokan ASI. Mengosongkan payudara setelah bayi selesai menyusu, betapapun sedikitnya sisa ASI, akan membantu meningkatkan volume ASI yang dihasilkan. 5. Minum banyak air Air, juice, dan susu dapat mencegah dehidrasi, agar produksi ASI tetap banyak. Meski demikian, batasi konsumsi soda, kopi, dan minuman berkafein. Kafein dapat menyebabkan bayi menjadi gelisah dan tidur bayi terganggu. Bila Anda minum minuman berkafein atau beralkohol, jangan menyusui dua jam setelahnya. Namun tentu terbaik adalah tidak minum. =) 6. Jangan merokok Di luar bahaya merokok yang telah diketahui, merokok dapat menurunkan produksi ASI, dan nikotin dalam ASI dapat mengubah rasa susu dan mengganggu kualitas tidur bayi. 7. Rawat diri Anda baik-baik Makanlah banyak buah dan sayuran. Rajin-rajinlah berolah raga. Tidur/istirahatlah saat bayi tidur, agar Anda tidak kelelahan. Jangan malu-malu untuk mencari asisten dalam merawat bayi, bila Anda merasa perlu. Perhatikan pula jenis KB yang Anda gunakan, pil KB yang mengandung estrogen dapat mengganggu produksi ASI. Menyusui adalah suatu komitmen yang mulia, dan usaha keras Anda untuk menjaga produksi ASI termasuk bagian yang tak terpisahkan dari menyusui. Bila Anda mengalami masalah dalam menjaga pasokan ASI atau merasa ASI semakin berkurang, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang Konselor Laktasi untuk evaluasi lebih lanjut.