Setiap hari saluran cerna memproses makanan dan minuman yang kita konsumsi baik saat makan, istirahat, bekerja, bahkan tidur. Itulah sebabnya, sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk menjaga saluran cerna sehat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan saluran cerna anda. 1. Makanlah makanan sehat Mengonsumsi makanan sehat dan seimbang mempunyai peran penting untuk mempertahankan berat badan sehat, yang merupakan bagian penting dari kesehatan tubuh. Berat badan lebih dan obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti Diabetes Melitus tipe 2, kanker, penyakit jantung, dan stroke. Berat badan kurang juga memengaruhi kesehatan Anda. Atur makan Anda menjadi: Makan makanan kaya serat seperti sayuran, buah, dan sereal atau biji-bijian. Serat memperbaiki pergerakan usus dan membentuk konsistensi dan kepadatan tinja. Serat membantu BAB teratur dan mencegah sembelit. Sebagian jenis serat juga merupakan prebiotik atau ‘bahan bakar’ yang membantu bakteri baik di dalam usus berkembang biak. Bakteri ini meningkatkan kesehatan saluran cerna. Serat juga mencegah terjadinya diverticulitis, gastroesophageal reflux disorder,ulkus lambung, dan IBS. Para pakar merekomendasi untuk mengonsumsi 25-38 gram serat setiap harinya. Walaupun sebagian besar orang tidak memperoleh serat yang cukup, makan lebih dari 50-60 gram serat per hari dapat menurunkan penyerapan vitamin dan mineral serta menyebabkan gangguan perut. Kritis terhadap makanan olahan. Makanan olahan perlu dipilih-pilih karena tidak sedikit makanan olahan yang miskin nutrisi atau serat tapi kaya lemak jenuh dan garam. Bahkan tak jarang, makanan olahan ada yang menggunakan bahan tambahan seperti pengawet atau pewarna yang tidak lolos uji lembaga atau instansi pangan. Cermati makanan olahan yang dipilih karena penggunaan bahan tambahan seperti pengawt, pewarna dan perasa itu aman untuk tubuh bila sudah dinyatakan memenuhi standar NOEL (No Observed Effect Level) oleh lembaga otoritas pangan dunia, seperti The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JEFCA) atau  Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia  (BPOM). Perhatikan konsumsi lemak. Makanlah cukup lemak baik (omega-3 dan omega-6) yang memegang peran penting dalam fungsi kekebalan dan pengelihatan serta berperan dalam produksi selaput sel. Kurangi konsumsi lemak tidak jenuh, seperti lemak hewani. Diet tinggi lemak dapat menyebabkan saluran cerna tidak aktif serta dapat memperberat gangguan saluan cerna dan penyakit jantung. Minumlah banyak air. Air dapat melarutkan sebagian zat gizi, mempercepat makanan melalui saluran pencernaan dan melembutkan tinja. Air juga diperlukan untuk mengangkut zat-zat gizi dan oksigen ke sel dan produk limbah ke luar sel. Air diperlukan untuk mengatur suhu tubuh dan bertindak sebagai zat pelarut bagi reaksi kimia yang terjadi di dalam sel tubuh. Air juga bagian dari larutan yang menyangga organ, melumasi sendi, dan melembabkan kulit. Institute of Medicine of the National Academy of Sciences (IOM) menyimpulkan tentang kebutuhan air pada perempuan sebanyak kira-kira 11,5 cangkir (2300-2500 ml) cairan total sehari dari minuman dan makanan, sementara laki-laki membutuhkan sekitar 16 cangkir (3200-3500 ml) sehari. Tak hanya air putih atau air mineral, sumber air yang bisa dikonsumsi antara lain jus buah, susu, kopi, teh atau minuman kemasan. Yang penting saat memilih minuman adalah dengan memerhatikan label gizi minuman tersebut. Terutama dalam mengatur asupan kalori harian, perhatikan kandungan gula dalam minuman tersebut. Minum obat sesuai instruksi. Sebagian obat dan herbal mempunyai efek samping terhadap saluran cerna. Minum obat sesuai dengan instruksinya. 2. Makan secukupnya, perlahan, dan teratur Jangan terlalu banyak makan. Makan dalam porsi cukup agar tidak memberikan beban berlebihan pada saluran cerna. Makanlah sesuai dengan jumlah kebutuhan, sehinga terjadi keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dengan yang dikeluarkan. Jika Anda makan atau minum terlalu banyak, berat badan akan cenderung naik. Sebaliknya, bila Anda makan atau minum terlalu sedikit, berat badan bisa turun. Sebagian orang dewasa mengkonsumsi kalori lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Makanlah berbagai jenis makanan untuk memastikan Anda mendapat diet seimbang dan tubuh Anda mendapat seluruh nutrisi yang dibutuhkan. Jangan makan terlalu cepat. Proses pencernaan dimulai dari mulut Anda. Makanlah secara perlahan, kunyah makanan dengan baik. Makanan yang dikunyah dengan baik lebih mudah dicerna dari potongan besar makanan. Makanlah secara teratur dan jangan melewati waktu makan. Hal ini mencegah makan berlebihan karena lapar dan membuat saluran cerna bekerja secara teratur. 3. Olahraga teratur Olahraga teratur membantu menguatkan otot perut dan menstimulasi otot-otot usus untuk mendorong isi saluran cerna. Aktivitas fisik juga dapat membantu menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan. Berolahraga tidak harus dilakukan di gym, Anda dapat menjadi sehat dengan melakukan banyak aktivitas sehari-hari. Contohnya, berjalan selama 15-20 menit setiap hari. Setelah berolahraga, ingatlah untuk tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yang tinggi energi. Jika Anda lapar setelah beraktivitas, pilihlah makanan atau minuman yang rendah kalori namun mengenyangkan. 4.  Atur tingkat stres Stress memengaruhi saraf di saluran cerna dan memengaruhi keseimbangan pencernaan. Pada sebagian orang, stres memperlambat proses pencernaan, menyebabkan kembung, sakit perut, dan sembelit sedangkan pada sebagian lagi menyebabkan sering BAB dan diare. Stres memperberat kondisi seperti ulkus lambung atau irritable bowel syndrome. 5.  Berhenti merokok Merokok menurunkan tekanan pada penghubung antara lambung dan kerongkongan, memicu aliran balik asam lambung ke kerongkongan (reflux)—yang mengakibatkan rasa panas dan nyeri ulu hati serta komplikasi lainnya. merokok juga memperberat ulkus lambung dan berhubungan dengan peningkatan risiko beragam kanker. 6.  Makanlah yoghurt Probiotik atau bakteri baik yang juga secara alami ada di usus, mempunyai banyak manfaat untuk saluran cerna. Probiotik diketahui menghambat enzim bakteri yang terlibat dalam pembentukan zat penyebab kanker di usus. Selain itu, probiotik juga meningkatkan sistem imun, menghambat perlengketan dinding usus, invasi kuman, dan memproduksi zat antimikroba. Anda dapat mengkonsumsi suplemen probiotik atau yoghurt sebagai sumber alami probiotik. Namun, cermati kandungan gula yang terdapat di dalam yogurt. Untuk tetap mengatur asupan kalori harian, pilihlah yogurt tawar yang lebih sedikit mengandung gula. Anda bisa menambahkan irisan buah sebagai penambah rasa. Sumber: Rolfe RD. The role of probiotic cultures in the control of gastrointestinal health. J Nutr. 2000 Feb; 130 (2SS Suppl): 396S-402S. Gastroenterological society of Australia. Maintaining a healthy digestive system [Internet]. 2014 [Cited 2014 Sept 05]. Available from: www.gesa.org.au/content.asp?id=105 Glosarium zat gizi [Internet]. 2013 [Cited 2014 Sept 05]. Available from: www.beverageinstituteindonesia.org/nutrient-glossary/ Griffin M. How fiber helps your digestive health [Internet]. 2010 [updated 2010 Nov 01; cited 2014 Sept 05]. Available from: http://www.webmd.com/diet/fiber-health-benefits-11/fiber-digestion?page=2 NHS Choices. Good food to help your digestion [Internet]. 2014[updated 2014 June 21; cited 2014 Sept 05]. Available from: http://www.nhs.uk/Livewell/digestive-health/Pages/stomach-friendly-foods.aspx National digestive diseases information clearinghouse. Smoking and the digestive system. NIH publication, 2013.