Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day)-IWD mulai diperkenalkan tanggal 19 Maret 1911 di Negara Austria, Denmark, Jerman dan Swiss. Sejak tahun 1913, IWD berubah tanggal menjadi 8 Maret dan diperingati secara global setiap tahunnya. Pada tahun 2015, IWD mengangkat tema “Make It Happen” untuk mewujudkan perempuan yang berkualitas dengan kesehatan yang prima.1

Secara global, perempuan cenderung hidup 4 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki. Penyakit kardiovaskular yang merupakan penyakit tidak menular dan sering dianggap sebagai masalah laki-laki ternyata merupakan penyebab teratas kematian pada perempuan.2 Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, perempuan lebih beresiko untuk terkena penyakit tidak menular, seperti Diabetes Melitus tipe II, jantung, kanker, hipertensi dan juga osteoporosis dibandingkan dengan laki-laki.3

Osteoporosis menjadi sorotan karena penyakit ini biasa menyerang perempuan dan penyakit ini dapat melemahkan tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang mendadak. Osteoporosis muncul karena hilangnya massa dan kekuatan tulang yang berkembang tanpa gejala atau nyeri, atau biasa dikenal dengan “silent disease”. Sekitar 50% perempuan usia >50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis dengan perempuan ras Asia dan Kaukasian lebih banyak mengalami osteoporosis.4,5,6,7,8

Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya risiko osteoporosis pada perempuan karena perempuan memiliki tulang yang tipis dan penurunan hormon estrogen secara tajam setelah memasuki masa menopause. Estrogen merupakan hormon pada perempuan yang juga berfungsi untuk melindungi tulang. Seorang perempuan yang beresiko mengalami osteoporosis juga dipengaruhi oleh jumlah densitas tulang yang dimiliki ketika memasuki masa menopause (semakin tinggi densitas tulang yang dimiliki, semakin rendah risiko osteoporosis) dan kecepatan laju kehilangan tulang setelah memasuki masa menopause. Anak-anak dan remaja yang aktif sejak dini dan rajin mengonsumsi makanan yang tinggi kalsium membantu mencegah osteoporosis pada masa mendatang. 4,5,6

Osteoporosis pada perempuan benarkah disebabkan oleh konsumsi minuman yang mengandung kafein? Faktanya, kafein mempengaruhi pelepasan kalsium dari tulang apabila dikonsumsi lebih dari 300 mg/hari (4 cangkir kopi). Jumlah kafein pada minuman berkarbonasi sepertiga dari jumlah kafein pada kopi. Minum minuman ringan berkarbonasi 2x/hari tidak memperlemah tulang atau menyebabkan osteoporosis karena jumlah kafein yang dikonsumsi masih dalam batas aman. Pada tahun 2010, Institute of Medicine (IOM) dari U.S. National Academy of Sciences mengkaji penelitian mengenai faktor-faktor makanan yang berpotensi untuk memengaruhi keseimbangan kalsium pada tubuh dan menemukan bahwa asupan kafein pada 2-3 cangkir kopi atau lebih per hari, dapat mengakibatkan pengeroposan tulang jika asupan susu atau kalsium dalam tubuh rendah. Perempuan yang beresiko osteoposis disarankan untuk konsumsi minuman seperti susu dan makanan dengan kecukupan kalsium dan vitamin D serta melakukan aktivitas fisik, termasuk olahraga  dengan beban yang melatih kekuatan otot. Hal itu juga dapat mencegah pelepasan kalsium dalam tulang yang lebih besar. 8,10,11,12

Osteoporosis pernah dikaitkan dengan minuman ringan bersoda. Namun, nyatanya pada penelitian yang dilakukan oleh Dr. Robert P. Heaney, pakar kesehatan tulang menjelaskan bahwa minuman ringan bersoda tidak terbukti menyebabkan osteoporosis. Peneliti berpendapat bahwa hal ini menjadi salah kaprah karena adanya kecenderungan orang yang gemar minuman ringan bersoda memiliki pola makan yang rendah kalsium dan vitamin D serta zat gizi penting lain yang dibutuhkan tulang. Pola makan yang seperti itulah yang dapat menimbulkan kondisi ketidakseimbangan kadar kalsium dalam tubuh dan tulang sehingga berdampak pada kerapuhan rangka tulang. Jadi jelas bahwa osteoporosis bukanlah penyakit yang disebabkan oleh faktor tunggal saja namun, ada banyak faktor yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit ini. Pendekatan osteoporosis hendaknya dilakukan secara multifaktorial.10,13

Walaupun perempuan berada dalam risiko mengalami osteoporosis, faktanya osteoporosis dapat dicegah dengan resep sederhana untuk tulang yang sehat, antara lain:4,5,6,14

  • Mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, seperti susu dan olahannya, susu kedelai, ikan sarden, teri, salmon, bayam, kacang kedelai, oatmeal dan gandum. Asupan kalsium harian yang dianjurkan adalah 1000 mg/hari pada usia ≤50 tahun dan 1200 mg pada usia ≥51 tahun. Asupan vitamin D harian yang dianjurkan adalah 400-800 IU/hari.
  • Olah raga (contoh: berjalan kaki, jogging, lari, bersepeda)
  • Tidak merokok atau minum minuman beralkohol

Perempuan memang tidak dapat dipisahkan dari risiko osteoporosis karena penyakit ini dipengaruhi oleh jenis kelamin dan usia. Namun bukan berarti penyakit osteoporosis tidak dapat dicegah. Asupan kalsium dan vitamin D, aktivitas fisik, serta pola makan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko osteoporosis pada perempuan. Hidup sehat untuk hidup yang lebih berarti.

Referensi

International Women’s Day. About International Women’s Day (8 March). 2015 [Cited 20 Apr 2015]. Availlable from: http://www.internationalwomensday.com/about.asp#.VTR1M1z-csw

  1. World Health Organisation. Women’s Health. [updated September 2013; cited 20 Apr 2015]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs334/en/
  2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. 2013. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf
  3. National Osteoporosis Foundation. What Women Need to Know. No Date [cited 20 Apr 2015]. Available from: http://nof.org/articles/235
  4. Osteoporosis and Menopause. 2014 [updates 29 Oct 2014; cited 20 Apr 2015]. Available from: http://www.webmd.com/menopause/osteoporosis-menopause
  5. gov. Osteoporosis Fact Sheet. 2012 [updates 16 Jul 2012; cited 20 Apr 2015]. Availavle from: http://www.womenshealth.gov/publications/our-publications/fact-sheet/osteoporosis.html
  6. University of Michigan Hospitals and Health Centers. Osteoporosis in Women. 2011 [cited 20 Apr 2015]. Available from: http://www.med.umich.edu/1info/FHP/practiceguides/osteoporosis/OsteoporosisInWomen.pdf
  7. Beverage Institute Indonesia. Memahami Hubungan antara Kesehatan Tulang dan Minuman yang Mengandung Asam Fosfat dan Kafein. [updated 09 Jan 2008; cited 20 Apr 2015]. Available from http://www.beverageinstituteindonesia.org/article/understanding-the-relationship-between-bone-health-and-beverages-with-phosphoric-acid-and-caffeine/
  8. Camacho, PM [Endocrine Web]. Osteoporosis Causes. [updated 10 Jan 2014; cited 20 Apr 2015]. Available from: http://www.endocrineweb.com/conditions/osteoporosis/osteoporosis-causes
  9. Beverage Institute Indonesia. Minuman dan Kesehatan Tulang-Perbincangan bersama Dr. Robert P. Heaney, P. (2015). Available at: http://www.beverageinstituteindonesia.org/expert/beverages-bone-health-harmful-helpful-or-no-effect/ [Accessed 29 Apr. 2015].
  10. Ward, EM [WebMD]. Osteoporosis Diet Dangers: Foods to Avoid. [updated 09 Jan 2008; cited 20 Apr 2015]. Available from: http://www.webmd.com/osteoporosis/living-with-osteoporosis-7/diet-dangers?page=2&print=true
  11. National Osteoporosis Foundation. Food and Your Bones. No Date [cited 20 Apr 2015]. Available from: http://nof.org/foods
  12. Shaw G [WebMD]. Soda and Osteoporosis: Is There a Connection? [updated 01 Feb 2007; cited 20 Apr 2015]. Available from: http://www.webmd.com/osteoporosis/features/soda-osteoporosis
  13. com, (2015). Top 10 Calcium-Rich Foods. [online] Available at: http://www.webmd.com/food-recipes/10-calcium-rich-foods [Accessed 29 Apr. 2015].