Salah satu kunci untuk hidup seimbang adalah bijak dalam mengatur asupan kalori selain dari kita perlu membiasakan untuk latihan fisik rutin dan hidrasi yang cukup. Kebiasaan dalam memilih makanan dan minuman akan berhubungan dengan bijak saat mengatur asupan kalori. Kebiasaan ini harus dimulai sejak di keluarga dan ibu berperan penting.   Urusan makanan untuk keluarga umumnya dipercayakan kepada ibu, mulai dari pemilihan menu, pemilihan bahan makanan dan minuman, mengelola bahan makanan hingga penyajian. Hal yang penting yang harus diperhatikan ibu yaitu fakta nutrisi yang terdapat pada label makanan. Hal ini terdapat pula pada Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) dari Kementrian Kesehatan RI dengan salah satu dari pesan dasar gizi seimbang adalah himbauan untuk membaca label pada makanan dan minuman yang dikemas.1   Label makanan dan minuman penting untuk dibaca dan dipahami, hal ini dikarenakan agar kita mengetahui komposisi bahan penyusun, komposisi gizi serta tanggal kadaluarsa. Pada survey FDA pada 2500 orang diketahui hanya sekitar 54% pembeli yang memeriksa label nutrisi saat membeli produk.2   Pada label makanan dan minuman terdapat komposisi bahan penyusun, komposisi gizi dan tanggal kadaluarsa.1 Fakta nutrisi pada label makanan dan minuman berada pada bagian luar dari kemasan dan mudah untuk dibaca. Nutrisi spesifik pada produk terdiri dari kalori, lemak, protein, serat, serta spesifik vitamin dan mineral.3   [caption id="attachment_27547" align="aligncenter" width="539"]Label Nutrisi Panduan cara baca label nutrisi (Sumber: Available from: U.S Food and Drugs Administration, Web site: U.S FDA)[/caption] Jumlah kalori diperhatikan oleh ibu dalam menyajikan makanan dan minuman bagi keluarga merupakan hal penting karena setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan berbeda dari jumlah kalori yang harus dikonsumsi. Kalori dihitung untuk mengontrol berat badan. Makanan dan minuman yang sehat adalah berkalori rendah namun kaya zat gizi. Pilih makanan dengan nilai dari serat, kalsium, kalium, vitamin A,C,E dan protein sebesar 20% atau lebih.6 Mengkonsumsi kalori berlebih akan memicu berbagai masalah kesehatan diantaranya meningkatkan risiko penyakit jantung. Jadi, pertama kali dalam melihat label makanan dan minuman, lihatlah kalori per sajiannya. 4,5   Dalam memilih makanan, selain kalori yang rendah, pilihlah makanan dengan kandungan lemak, lemak tersaturasi, kolesterol serta natrium tidak lebih dari lima persen. 5,6 Makanan dengan kandungan lemak, natrium, kolesterol yang kurang, sedikit kalori serta lebih banyak serat dapat mengurangi risiko penyakit jantung.4 Asupan natrium dibatasi 2300 mg/ hari untuk dewasa yang sehat dan 1500 mg/hari untuk yang memiliki masalah kesehatan atau memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi.5 Natrium ini terkandung baik di dalam makanan maupun minuman siap saji maupun makanan dan minuman yang diolah sendiri dengan penambahan garam ataupun penambahan bumbu penyedap lainnya.   Takaran penyajian pada label makanan berdasarkan jumlah makanan yang biasanya orang makan. Penting untuk memperhatikan takaran penyajian, termasuk jumlah penyajian dan membandingkannya dengan yang biasa dikonsumsi. 7   Selain jumlah kalori, komposisi makanan dan takaran penyajian pada label makanan terdapat pula nilai harian dimana nilai ini menunjukkan persentase yang disuplai melalui makanan tersebut berdasarkan pada 2000 kalori. Nilai harian memberikan masukan bagi kontribusi nutrisi pada makanan saat kita mengkonsumsi makanan tersebut, kurang dari sama dengan lima persen disebut rendah nutrisi, 10-19% baik dan lebih dari sama dengan 20% adalah tinggi. 5,7,8   Hal lain pada label yaitu pada makanan dan minuman tertentu terdapat klaim dari suatu produk makanan, diantaranya seperti berikut : 5,7
  • Bebas lemak atau bebas gula artinya terdapat kurang dari 0,5 g lemak atau gula.
  • Rendah lemak yaitu terdapat maksimal 3 g lemak.
  • Bebas kolesterol yaitu terdapat setidaknya pengurangan 25% lemak atau gula.
  • Rendah kolesterol, terdapat maksimal 20 mg kolesterol dan 2 g lemak tersaturasi.
  • Bebas kalori berarti didalamnya terdapat kurang dari lima kalori.
  • Rendah kalori memiliki maksimal 40 kalori.
  • Rendah natrium, terdapat maksimal 140 mg natrium.
  Pada kemasan yang tak ketinggalan perlu diperhatikan adalah tanggal kadaluarsa. Baik bila digunakan produsen merekomendasikan tanggal pada puncak kualitas bukan keamanan. Sedangkan pada makanan baham- bahan makanan yang tidak tahan lama atau mudah busuk, seperti daging,tanggal kadaluarsa merefleksikan berapa lama makanan dapat dikonsumsi dimana bakteri dapat hadir dan berkembang. 5   Memilih dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang lebih baik bukan berarti menyingkirkan makanan yang disukai. Makanlah sesuai dengan kebutuhan harian yang seimbang dengan memperhatikan fakta nutrisi pada label makanan dan minuman.4 Ayo Bu, pahami fakta nutrisi pada label makanan dan minuman, cerdas memilih makanan dan minuman sesuai yang dibutuhkan tubuh dan jadikan keluarga lebih sehat.4   Sumber :
  1. Soekiman. 2010. Buku Panduan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
  2. Doheni K. 2014. FAQ: New Nutrition Facts Label. diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal  08 April 2014.
  3. Anonim. Cholesterol and Food Labels. Diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal 11 April 2014.
  4. Zelman KM, 2014. Nutrition Facts: Glossary and Definitions. Diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal 08 April 2014.
  5. Anonim. All About Food Labels. Diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal 08 April 2014.
  6. Anonim. Eat for healthy heart. Diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal 12 April 2014.
  7. Zelman KM. How to Read a Food Label. diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal 07 April 2014.
  8. Zelman KM. Food Label FAQ: Using the Nutrition Facts Panel. Diunduh dari : www.webmd.com, pada tanggal 07 April 2014.
  9. Labeling & Nutrition > How to understand and use the nutrition food label. [homepage on the Internet]. 03/14/2014 [cited 2014 May 20]. Available from: U.S Food and Drugs Administration, Web site: U.S FDA