Makanan dan minuman menjadi salah satu kebutuhan manusia yang tidak bisa dipungkiri sebagai merupakan kebutuhan yang paling utama dan mendasar. Munculnya variasi di bidang kuliner membuat kita ingin mencoba berbagai jenis makanan yang kian menarik. Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak macam zat dapat mempengaruhi munculnya kanker. Perlu meluruskan mitos kanker makanan dan minuman yang berkembang akhir-akhir ini. Terdapat lebih dari 200 jenis kanker di dunia, dan untuk mengingatkan orang akan bahaya kanker, tanggal 4 Februari diperingati sebagai hari kanker sedunia. Untuk itu, ada baiknya kita mengetahui dan membahas mitos beberapa bahan tambahan makanan dan minuman yang selama ini diduga sebagai penyebab kanker beserta fakta-fakta yang sebenarnya. Bahan Tambahan Pangan atau BTP adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. BTP dapat mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, ditambahkan ke dalam pangan untuk tujuan teknologis pada pembuatan, pengolahan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan dan/atau pengangkutan pangan untuk menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat pangan tersebut, baik secara langsung atau tidak langsung.  BTP tidak termasuk cemaran atau bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai gizi (1). Contoh BTP dalam minuman, yaitu kafein, pemanis alami sirup jagung tinggi fruktosa dan pemanis buatan, seperti sakarin, siklamat, aspartam, Berikut ini fakta dan mitos tentang BTP dan resiko terjadinya kanker. 1. Mitos: Konsumsi kafein sebabkan kanker Fakta: Sebuah kajian mendalam tahun 1987, U.S. Food & Drug Administration (FDA – Badan Pengawas Pangan & Obat Amerika Serikat) tidak menemukan bukti bahwa penggunaan kafein pada minuman ringan akan membahayakan kesehatan dan tidak terbukti adanya peningkatan resiko kanker dengan konsumsi kafein. Hasil penelitian justru menunujukan bahwa kafein bisa menurunkan resiko kejadian kanker kolorektal karena kafein mempercepat proses pengeluaran zat-zat karsinogenik melalui usus besar.(2,3) 2. Mitos: Konsumsi pemanis buatan seperti sakarin, siklamat dan aspartam pada minuman ringan sebabkan kanker Fakta : National Cancer Institute di Amerika mengatakan tidak terbukti adanya hubungan antara konsumsi pemanis buatan dengan peningkatan risiko kanker pada manusia. Pemanis buatan seperti sakarin, siklamat dan aspartam sudah lolos uji badan European Food Safety Authority (EFSA)-Otoritas Keamanan Pangan Eropa , U.S. Food and Drug Administration (FDA)-Badan Pengawas Pangan dan Obat Amerika Serikat dan BPOM-Badan Pengawas Obat dan Makanan, sehingga aman untuk dikonsumsi dalam batas wajar.(4,5,6,7,8) 3. Mitos: Gula mempercepat berkembangnya sel kanker Fakta: Gula dimetabolisme dalam tubuh menjadi glukosa yang akan digunakan sebagai sumber energi. Penelitian belum terbukti secara langsung bahwa konsumsi gula dapat menyebabkan kanker. Namun ,gula, baik bersumber dari karbohidrat atau dalam bentuk glukosa maupun fruktosa yang dikonsumsi secara berlebihan dan tidak diimbangi dengan pembakaran kalori akan sebabkan kelebihan berat badan. Kondisi inilah yang disinyalir akan tingkatkan resiko kejadian kanker.(9,10,11) Selanjutnya, sering juga disebut bahwa mengonsumsi minuman yang diberi tambahan gula akan meningkatkan resiko kanker endometriosis. Faktanya, Klinik Mayo menegaskan bahwa resiko umum kanker endometriosis disebabkan oleh adanya perubahan hormon pada perempuan, usia lanjut, obesitas dan kondisi genetik serta bukan karena minuman yang diberi gula tambahan. 4. Mitos: Rutin mengonsumsi daging merah, seperti daging sapi, babi dan kambing dalam jumlah banyak yang diolah dengan dipanggang dan dibakar tidak akan menyebabkan kanker Fakta: Orang yang secara rutin mengonsumsi daging merah dalam jumlah banyak lebih dari 140 gram dengan dipanggang dan dibakar pada suhu tinggi justru akan meningkatkan resiko kanker.(12), terutama kanker lambung dan usus. Beberapa produk kimia dapat terbentuk saat bahan makanan dimasak dalam suhu tinggi (bakar/barbeque) disebut dengan heterocyclic amines yang dapat merusak sel dalam tubuh sehingga menjadi kanker. (13,14,15,16) 5. Mitos: Mengonsumsi makanan ringan atau junkfood sebabkan kanker Fakta: Hasil penelitian menjelaskan bahwa jenis makanan ringan seperti keripik kentang maupun kentang goreng mengandung kadar akrilamida, yaitu suatu substansi karsinogenik yang terbentuk saat bahan makanan dipanaskan pada suhu tinggi. Studi yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa aklrilamida dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. The International Agency for Research on Cancer menyatakan kemungkinan bahwa aklrilamida merupakan suatu karsinogenik bagi manusia. Selain itu, jenis kacang-kacangan atau jamur, banyak mengandung aflatoxin merupakan zat karsinogenik yang dapat meningkatkan terjadinya kanker hati. (16,17) 6. Mitos: Banyak makan dan sayur dapat mencegah kanker Fakta: Terdapat sedikit bukti yang menyatakan bahwa konsumsi buah dan sayur dapat memberikan proteksi atau pencegahan terhadap terjadinya kanker. Namun, terdapat bukti penelitian paling kuat terkait kanker adalah penurunan resiko kanker saluran pencernaan karena konsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang dianjurkan. Buah dan sayur mengandung banyak jenis nutrisi dan tinggi serat. Nutrisi yang paling berperan didalamnya untuk dapat membantu memberikan proteksi dan pencegahan melawan kanker adalah vitamin A, vitamin C, asam folat. Sebaiknya konsumsi nutrisi ini berasal langsung dari buah dan sayur yang segar, bukan sekedar dari makanan tambahan (supplement vitamin). Selain itu buah dan sayur juga dapat menjaga kesehatan dan keseimbangan berat badan tubuh. (13,15,16) Berat badan berlebih/obesitas terbukti meningkatkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker seperti kanker kolon, esophagus, dan ginjal. Oleh karena itu penting untuk menjaga asupan gizi seimbang, memenuhi asupan cairan dengan sesuai dengan kebutuhan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta tak lupa untuk menjaga keseimbangan kalori yang masuk sesuai anjuran Pedoman Gizi Seimbang. tumpeng-380x319 Sumber: Depkes, 2014   Pilihlah dengan bijak makanan yang kita konsumsi sehari-hari agar dapat mencegah kanker. Selamat menikmati makan Anda! DAFTAR PUSTAKA
  1. 2012. Bahan Tambahan Pangan. https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB4QFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.pom.go.id%2Fpom%2Fhukum_perundangan%2Fpdf%2FBTP_033.pdf&ei=j5_2VOuUNsr88QWCg4H4Bw&usg=AFQjCNHu8yve49eVQHX8oT4BdB-4FIf16w&sig2=XTesoTCt72e4JOwqR451hg&bvm=bv.87519884,d.dGc (Accesed on March 1st,2015)
  2. American Institute For Cancer Research. 2014. Aicr'sFoods That Fight. http://www.aicr.org/foods-that-fight-cancer/coffee.html#research (Accesed on February 27th,2015)
  3. The Beverage Intitute for Health & Wellness–Indonesia The Coca Cola Company.. Memahami Keamanan dan Metabolisme Kafein serta Dampaknya terhadap Kesehatan. http://www.beverageinstituteindonesia.org/article/understanding-caffeine-safety-metabolism-and-impact-on-health/ (Accesed on March 3rd, 2015).
  4. American Cancer Society.American Cancer Society Guidelines on Nutrition and Physical Activity for Cancer.  http://www.cancer.org/healthy/eathealthygetactive/acsguidelinesonnutritionphysicalactivityforcancerprevention/acs-guidelines-on-nutrition-and-physical-activity-for-cancer-prevention-diet-cancer-questions. (Accesed on March 1st,2015)
  5. Cancer Research UK. 2006.EU Rules Out Aspartame Cancer Risk. http://www.cancerresearchuk.org/about-us/cancer-news/news-report/2006-05-09-eu-rules-out-aspartame-cancer-risk (Accesed on March 1st,2015)
  6. Cancer Research UK. 2014. Diet and cancer - acrylamide, artificial sweeteners, green tea, soy, tomatoes and vitamin supplements. http://www.cancerresearchuk.org/cancer-info/healthyliving/diet-healthy-eating-and-cancer/food-controversies/diet-and-cancer-acrylamide-artificial-sweeteners-green-tea-soy-tomatoes-and-vitamin-supplements (Accesed on March 1st,2015)
  7. The Beverage Intitute for Health & Wellness–Indonesia The Coca Cola Company.. Aspartam. http://www.beverageinstituteindonesia.org/landing_page/aspartame/ (Accesed on March 3rd, 2015).
  8. The Beverage Intitute for Health & Wellness–Indonesia The Coca Cola Company.. Sakarin. http://www.beverageinstituteindonesia.org/article/saccharin/ (Accesed on March 3rd, 2015). The Coca Cola Company.
  9. Statin, Par et al. 2007. Prospective Study of Hyperglycemia and Cancer Risk. Diabetes Care, Vol. 30, No. 3, March 2007: 561-567. 2.
  10. Romieu, Isabelle et al. 2004. Carbohydrates and the Risk of Breast Cancer among Mexican Women. Cancer Epidemiology Biomarkers & Prevention August 2004;Vol. 13, 1283-1289.
  11. The Beverage Intitute for Health & Wellness–Indonesia. The Coca Cola Company. Memahami Sirup Jagung Tinggi http://www.beverageinstituteindonesia.org/article/understanding-high-fructose-corn-syrup/ (Accesed on March 3rd, 2015).
  12. Harvard Medical School. 2008. Red Meat and Colon Cancer http://www.health.harvard.edu/family_health_guide/red-meat-and-colon-cancer(Accesed on March 1st,2015)
  13. UK’s cancer research. Diet Causing Cancer. http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancers-in-general/causes-symptoms/causes/diet-causing-cancer. (Accesed on February 24th, 2015)
  14. Cncahealth’s team. Cut Your Cancer Risk: Avoid These Top Five Cancer-Causing Foods. http://www.cncahealth.com/explore/learn/cancer-awareness/cut-your-cancer-risk-avoid-these-top-five-cancer-causing-foods. (Accesed on February 24th, 2015)
  15. American Cancer Society. American Cancer Society Guidelines on Nutrition and Physical Activity for Cancer Prevention. http://www.cancer.org/healthy/eathealthygetactive/acsguidelinesonnutritionphysicalactivityforcancerprevention/acs-guidelines-on-nutrition-and-physical-activity-for-cancer-prevention-diet-cancer-questions. (Accesed on February 24th, 2015)
  16. Cancer Prevention Diet: Cancer-Fighting Food. http://www.helpguide.org/articles/diet-weight-loss/anti-cancer-diet.htm. (Accesed on February 24th, 2015)
  17. Kabat, G.C, et al. Dietary Carbohydrate, Glycemic Index, and Glycemic Load in Relation to Colorectal Cancer Risk in the Women’s Health Initiative. Cancer Causes Control. 2008 Dec; 19 (10): 10.1007/s10552-008-9200-3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3856717/.  (Accesed on February 24th, 2015)
  18. Depkes. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2014/02/tumpeng-380x319.jpg  (Accesed on March 4th, 2015)