Mungkin tidak hanya kali ini Anda pernah mendengar bahwa minuman ringan bersoda dapat mengganggu kesehatan tulang Anda. Tapi apakah ini hanya sekedar isu atau rumor belaka? Apa kata para peneliti dan pakar kesehatan mengenai hal ini? Hidup seimbang butuh kecukupan hidrasi setiap harinya selain dari latihan fisik secara rutin dan bijak mengatur asupan kalori. Kebutuhan hidrasi ini bisa didapat dari minuman dan makanan. Minuman yang dimaksudkan bukan hanya air putih tapi semua minuman yang ada termasuk minuman ringan bersoda, kopi, teh, minuman berenergi, jus dan lainnya karena 90% kandungan minuman-minuman ini adalah air yang juga berkontribusi untuk memenuhi cairan tubuh. Negara-negara maju melihat bahwa konsumsi minuman ringan bersoda meningkat: di Amerika konsumsi minuman ringan meningkat hampir 500% dalam 50 tahun terakhir. Konsumsi minuman bersoda menggantikan susu saat sarapan dan setelah makan, ukuran botol yang semakin besar, dan juga ketersediaan yang semakin mudah dan relatif murah. Para ahli tidak yakin mengapa soda dikaitkan dengan osteoporosis. Pemikiran sederhana di negara maju adalah mungkin minuman jenis ini telah menggantikan konsumsi susu. Penelitian dari Tufts University yang dilaporkan tahun 2006 menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan lebih dari sekedar kecenderungan "mengganti konsumsi susu dengan minuman bersoda". Dalam penelitian ditemukan bahwa wanita yang meminum minuman bersoda jenis tertentu (jenis cola) hingga tiga kali atau lebih dalam sehari, memiliki kepadatan mineral tulang hampir 4% lebih rendah pada tulang panggul, meskipun peneliti telah mengkontrol intake kalsium dan vitamin D. Minuman bersoda jenis lain, TIDAK menunjukkan kepadatan tulang yang lebih rendah. Penelitian lain dari University of Washington School of Public Health yang dilaporkan pada tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi soda TIDAK dapat dikaitkan sebagai satu-satunya penyebab osteoporosis pada wanita pasca menopause. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Robert P. Heaney, pakar kesehatan tulang di tahun 2001 mendapatkan hasil yang sama dengan 2 penelitian di atas, yaitu bahwa minuman bersoda TIDAK berhubungan dengan naiknya risiko patah tulang atau turunnya kerapatan mineral tulang. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sekalipun disinyalir kafein atau asam fosforat dapat meningkatkan kehilangan kalsium lewat air seni, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  efek ini bisa diabaikan karena tubuh bisa mengkompensasi kehilangan ini dengan dengan cara mengurangi hilangnya kalsium di hari yang sama. Pakar kesehatan tulang yang mempublikasikan penelitiannya ini di American Journal of Clinical Nutrition mengatakan, “Masalah sebenarnya adalah bahwa orang yang menenggak minuman ringan terlalu banyak juga cenderung memiliki pola konsumsi keseluruhan yang rendah kalsium dan gizi penting lain yang dibutuhkan tulang. Jadi, pola konsumsi yang buruk dan asupan kalsium yang rendah itulah yang berdampak pada kerapuhan rangka tulang dan harus diatasi—bukan masalah mereka mengonsumsi minuman ringan atau tidak. Tulang sehat berawal dari asupan kalsium dan vitamin D yang cukup Terlepas dari kontroversi masalah minuman bersoda dan osteoporosis, perlu diketahui bahwa osteoporosis bisa dicegah dengan gizi yang baik termasuk yang memenuhi kecukupan kalsium dan vitamin D, olahraga mengangkat beban secara teratur dan menghindari alkohol dan merokok. Pembentukan tulang yang sehat membutuhkan suplai kalsium yang cukup. Mengganti minuman kaya kalsium seperti susu, dengan minuman lain yang tidak mengandung kalsium, seperti jus atau soda setiap hari secara otomatis menurunkan intake kalsium harian bila tidak diimbangi dengan pemenuhan asupan kalsium dan vitamin D pada menu makanan harian. Rata-rata orang dewasa membutuhkan kalsium sekitar 1000 mg/hari. Segelas susu memberikan sekitar 30 persen kebutuhan tersebut. Jika Anda meminum susu tiga kali sehari, setiap sehabis makan, hampir memberikan seluruh kebutuhan kalsium harian yang diperlukan. Jadi kita tidak dapat menyalahkan minuman bersoda sebagai faktor tunggal penyebab osteoporosis. Penurunan konsumsi produk susu justru lebih dianggap sebagai salah satu risiko osteoporosis. Oleh karena itu, kita perlu kembali pada dua hal dasar dalam menjaga kesehatan tulang yaitu pemenuhan kebutuhan nutrisi (kalsium 1200-1500 mg/hari dan 400IU vitamin D/hari bagi wanita) dan olahraga seperti renang, jalan, senam aerobik, dayung, dll. Apabila Anda sangat senang minuman bersoda maka perlu diingat untuk selalu memenuhi kecukupan asupan kalsium dan vitamin D dalam piring makan Anda ataupun selalu membiasakan untuk minum segelas susu yang kaya akan kalsium!   Daftar Pustaka
  1. Beverage Institute for Health & Wellness Indonesia. Minuman dan Kesehatan Tulang [internet]. Oct 2012 [cited 2014 Apr 10]. Available from: http://beverageinstitute.org/indonesia/expert/beverages-bone-health-harmful-helpful-or-no-effect/
  2. Beverage Institute for Health & Wellness Indonesia. Memahami Hubungan antara Kesehatan Tulang dan Minuman yang Mengandung Asam Fosfat dan Kafein  [internet]. 2013 [cited 2014 Apr 10]. Available from: http://beverageinstitute.org/indonesia/article/understanding-the-relationship-between-bone-health-and-beverages-with-phosphoric-acid-and-caffeine/
  3. Frieden J. ENDO: Diet Soft Drinks Deprete Urinary Calcium [internet]. 2010 Jun 22 [cited 2014 Apr 10]. Available from:http://www.medpagetoday.com/MeetingCoverage/ENDO/20831
  4. Hartono, Andry. Terapi Gizi & Diet Rumah Sakit. Edisi 2. Jakarta: EGC; 2006.
  5. North Carolina School Nutrition Action Committee. Soft Drinks and School-Age Children: Trends Effect Solutions [internet]. North Carolina: North Carolina School Nutrition Action Committee; 2002 Jul. Available from: http://www.ncdhhs.gov/dph/oralhealth/library/includes/ed-materials/Soft_Drinks_and_School_Age_Children.pdf
  6. Tucker KL, Morita K, Qiao N, Hannan MT, Cupples LA, Kiel DP. Colas, but not other carbonated beverages, are associated with low bone mineral density in older women: The Framingham Osteoporosis Study. Am J Clin Nutr [internet]. 2006 Oct [cited 2014 Apr 8]; 84(4); 936 – 942. Available from: http://ajcn.nutrition.org/content/84/4/936.full
  7. Shaw G. Soda and Osteoporosis: Is There a Connection [internet]. 2007 [cited 2014 Apr 10]. Available from:http://www.webmd.com/osteoporosis/features/soda-osteoporosis
  8. Supple JD, Duncan GE, Bruemmer B, Goldberg J, Wen Y, Henderson JA. Soda Intake and osteoporosis risk in postmenopausal American-Indian women. NS Public Health Nutrition[internet]. 2010 Oct[cited 2014 Apr 8]; 1-7. Available from: http://www.customfitnutrition.net/published-article.pdf