Sebanyak 50% anak perempuan usia 9 tahun dan 80% anak perempuan usia 10 tahun pernah berdiet. Lebih dari 90% remaja perempuan melakukan diet untuk mencapai berat badan ideal. Obsesi untuk kurus dapat menimbulkan gangguan makan seperti anoreksia (tidak mau makan sama sekali). Sebanyak 20% kematian akibat gangguan makan disebabkan oleh anoreksia, sehingga Mary Evans Young, penderita anoreksia yang berhasil sembuh mempelopori terbentuknya Hari Tanpa Diet Sedunia/INDD pada tahun 1992.1 Setiap tanggal 6 Mei, dunia merayakan Hari Tanpa Diet Internasional (International No Diet Day/ INDD) diperingati setiap tanggal 6 Mei.  Tujuan dari INDD juga mempromosikan cara makan yang sehat lebih aman daripada melakukan diet. INDD diperingati untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang diet yang tidak aman justru dapat membahayakan tubuh. 1 Banyak orang berpendapat bahwa “diet” identik dengan “makan sedikit”. Padahal, untuk mencapai berat ideal, yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan energi. Keseimbangan energi menggambarkan hubungan antara kalori (energi) yang dikonsumsi dari makanan dan minuman dan kalori (energi) yang dibakar oleh tubuh. Bagi sebagian besar orang, bila kalori masuk sama dengan kalori keluar, maka berat badan akan tetap stabil (Gambar 1). Namun, bila asupan kalori melampaui pengeluaran kalori secara terus-menerus, maka berat badan akan naik. Sebaliknya, bila kalori yang dibakar lebih banyak daripada yang dikonsumsi, maka terjadi penurunan berat badan. Keseimbangan energi penting untuk mempertahankan berat badan supaya tetap stabil dan ideal. 2,3,4,5 [caption id="attachment_182600" align="alignnone" width="343"]makan minum gerak makan minum gerak[/caption] Gambar 1. Keseimbangan Kalori3   Kebutuhan kalori yang masuk setiap hari berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, usia dan aktivitas fisik (Tabel 1). Level aktivitas rendah/sedentary berarti hanya melakukan aktivitas fisik ringan sehari-hari, misalnya duduk, menulis, pergi ke kamar mandi, dan lainnya. Aktivitas sedang/moderately active sebanding dengan berjalan kaki 2-4 km pada kecepatan 4-6 km/jam (misalnya melakukan jalan pagi selama 30 menit). Aktivitas berat/active sebanding dengan berjalan kaki lebih dari 4 km pada kecepatan 4-6 km/jam.6 Anda dapat memakai patokan ini untuk merencanakan kalori masuk (makanan/minuman) dan kalori keluar (aktivitas). [caption id="attachment_182601" align="alignnone" width="336"]makan minum gerak makan minum gerak[/caption] Tabel 1. Kebutuhan Kalori Setiap Hari   Pola makan yang sehat harus meliputi konsumsi buah-sayur dan makanan yang lebih banyak mengandung kalori rendah (Tabel 2). Pada kenyataannya, Anda harus menerapkan pola makan ini hingga terbiasa dan konsisten. Jika Anda kembali ke pola makan tidak sehat (padat-kalori) setelah diet “kilat”, berat akan naik 2-3 kg dalam 6 bulan hanya dengan kelebihan 150 kalori/hari. Pola makan sehat merupakan salah satu kunci kestabilan berat badan  yang permanen.6,7 [caption id="attachment_182602" align="alignnone" width="381"]makan minum gerak makan minum gerak[/caption] Tabel 2. Pilihan Makanan Rendah-kalori dan Padat-kalori7   Tidak hanya makanan, minuman pun bisa jadi padat-kalori. Tanpa disadari, minuman yang sering dikonsumsi mengandung kadar gula yang tinggi, misalnya soda, jus, coffee-latte, smoothies, teh kemasan atau susu full cream (Tabel 3 & Tabel 4). Pilihlah minuman yang rendah-kalori, seperti diet soda, es teh tawar, air mineral, sparkling water, atau infusion water tanpa gula. Untuk kopi dan smoothies, pesanlah gelas ukuran kecil, atau susu rendah lemak untuk mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. 8,9   [caption id="attachment_182603" align="alignnone" width="209"]makan minum gerak makan minum gerak[/caption] Tabel 3 (kiri). Kalori dalam 1 Kaleng/350 cc (12 ounce) dan 1 Botol/ 600 cc (20 ounce) [caption id="attachment_182604" align="alignnone" width="292"]makan minum gerak makan minum gerak[/caption] Tabel 4 (kanan). Kalori dalam 1 gelas/250 cc (8 ounce) Susu   Individu yang sehat memerlukan minuman 1,5 liter/hari. Kekurangan cairan (dehidrasi) dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, tidak bisa berkonsentrasi, bahkan bisa menyebabkan kematian. Cairan juga penting bagi kesehatan jantung. Asupan cairan yang cukup membuat kerja jantung lebih mudah untuk memompa darah ke seluruh tubuh, dan otot jantung bekerja lebih efisien.10,11 Selain memperkecil kalori masuk, Anda juga dapat memperbesar kalori yang keluar lewat aktivitas fisik. Menurut standar kesehatan, orang dewasa memerlukan aktivitas fisik aerobik (misalnya bersepeda/berjalan/senam aerobik) minimal 30 menit/hari (150 menit/minggu) dan latihan penguatan-otot minimal 2 kali/minggu (misalnya angkat beban/sit-up/push-up). Mulailah bertahap untuk pelaksanaannya dengan 10 menit/hari. Dalam kehidupan nyata, Anda dapat membakar minimal 150 kalori hanya dengan aktivitas selama 30 menit, misalnya berkebun, bersepeda, berjalan 2 km, lempar-tangkap bola, atau berdansa.6,12,13,14 Jadi hentikan kebiasaan diet yang tidak menyehatkan dan mulailah dengan menjaga keseimbangan kalori. Atur asupan kalori yang Anda makan atau minum, karena tubuh tidak mendiskriminasi gula dari makanan atau dari minuman, lakukan aktivitas fisik rutin setiap hari, cukupi kebutuhan minum selama Anda beraktivitas seharian. Ucapkan selamat tinggal pada diet yang malah membuat Anda sakit dan mulailah mempraktikkan keseimbangan kalori! No more diet, keep it balanced.     Daftar Pustaka
  1. No diet day. Diunduh dari http://www.health24.com/Dietandnutrition/Nutritionbasics/NoDietDay20120721. Diakses pada April 2015.
  2. Beverage Institute Indonesia. 2013. Keseimbangan Energi. Diakses dari http://www.beverageinstituteindonesia.org/landing_page/energy-balance/?exp=experts [Accessed 30 Apr. 2015].
  3. Beverage Institute Indonesia. 2013. Keseimbangan Energi di Dunia Obesitas. [online] Available at: http://www.beverageinstituteindonesia.org/webinar/energy-balance-in-an-obese-world/ [Accessed 30 Apr. 2015].
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy weight: Calorie balance. Diunduh dari http://www.cdc.gov/healthyweight/calories/ . Diakses pada April 2015.
  5. United States Department of Agriculture (USDA). Calorie balance. Diunduh dari http://www.choosemyplate.gov . Diakses pada April 2015.
  6. National Heart, Lung, and Blood Institute. Balance food and activity. Diunduh dari http://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/wecan/healthyweightbasics/. Diakses pada April 2015.
  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy weight: Cutting calories. Diunduh dari http://www.cdc.gov/healthyweight/healthy_eating/cutting_calories.html. Diakses pada April 2015.
  8. Centers for Disease Control and Prevention. Cutting calories: Eat more, weigh less. Diunduh dari http://www.cdc.gov/healthyweight/healthy_eating/energy_density.html . Diakses pada April 2015.
  9. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Cutting calories: Rethink your drink. Diunduh dari http://www.cdc.gov/healthyweight/healthy_eating/drinks.html . Diakses pada April 2015.
  10. European Food Information Council (Eufic). Water balance, fluids and the importance of good hydration. Diunduh dari http://www.eufic.org/article/en/artid/water-balance-fluids-hydration/. Diakses pada April 2015.
  11. American Heart Association (AHA). Staying hydrated – Staying healthy. Diunduh darihttp://www.heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/PhysicalActivity/FitnessBasics/Staying-Hydrated---Staying-Healthy_UCM_441180_Article.jsp. Diakses pada April 2015.
  12. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). How much physical activity do adults need? Diunduh dari http://www.cdc.gov/physicalactivity/everyone/guidelines/adults.html . Diakses pada April 2015.
  13. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). How much physical activity do children need? Diunduh dari http://www.cdc.gov/physicalactivity/everyone/guidelines/children.html. Diakses pada April 2015.
  14. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). How much physical activity do older adults need? Diunduh dari http://www.cdc.gov/physicalactivity/everyone/guidelines/olderadults.html . Diakses pada April 2015.