Air merupakan salah satu zat yang penting bagi tubuh kita. Kurang lebih 60% dari berat badan kita adalah air. Bahkan air terdapat di seluruh bagian di tubuh kita dengan persentase yang berbeda-beda. Seperti, plasma darah (bagian darah yang cair) lebih 90%-nya adalah air, kulit dan otot sekitar 80%-nya adalah air, hingga tulang sekitar 20%-nya adalah air. Namun demikian, setiap orang memiliki kadar air yang berbeda-beda. Salah satu penyebab perbedaan ini adalah jenis kelamin dan usia. 1 Dalam sehari tubuh kita menerima asupan cairan, baik dari makanan atau minuman, hingga metabolisme karbohidrat dalam tubuh yang menghasilkan air sekitar 2300 ml.  Angka asupan ini berbeda-beda, tergantung iklim, kebiasaan, dan aktivitas fisik.2 Selain menerima air, tubuh kita juga mengeluarkan air. Pengeluaran air oleh tubuh dapat terjadi melalui cara yang disadari, seperti berkemih dan berkeringat, dan yang tidak kita sadari, seperti melalui kulit dan pernapasan.1 Bila Anda pernah menghembuskan napas di permukaan kaca, maka akan nampak uap air di sisi kaca.  Inilah air yang kita keluarkan dalam bentuk uap setiap kali kita bernapas. Idealnya jumlah cairan yang masuk sebaiknya seimbang dengan jumlah cairan yang dikeluarkan.  Bila tidak, maka tubuh akan berusaha meminimalkan jumlah cairan yang keluar. Misalnya, dengan mengurangi jumlah cairan yang keluar pada saat berkemih (urin cenderung lebih kuning atau pekat) dan mengurangi jumlah cairan untuk melembabkan permukaan tubuh (bibir menjadi cenderung kering). 1 Jadi, ketika tubuh kita kekurangan sedikit cairan, kita tidak akan langsung pingsan. Tubuh akan berusaha menyiasatinya. Kekurangan cairan dalam derajat yang ringan hingga sedang (sekitar 1-3,5 liter) akan menimbulkan gejala sakit kepala, kelelahan, berkurangnya konsentrasi, dan mual. Kekurangan cairan lebih lanjut akan menyebabkan suhu tubuh, denyut jantung, meningkat, dan berkunang-kunang. Selama bulan puasa ini, kita berpuasa sekitar 12-13 jam sehari. Ini berarti jalan masuk cairan ke tubuh kita, yakni minuman dan makanan, ditutup selama setengah hari. Namun, air tetap keluar dari tubuh kita. Hal ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar kita tetap bisa memenuhi kebutuhan minum sekaligus dapat menjalani puasa dengan lancar. 1. Perbanyak konsumsi air putih pada saat sahur. Sahur adalah saat yang baik untuk mempersiapkan diri kita untuk beribadah selama seharian penuh. Perhatikan konsumsi air putih, selain konsumsi makanan. 2. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Mungkin Anda terbiasa berjalan cepat atau terburu-buru, padahal sebenarnya pekerjaan tersebut tak akan mengganggu aktivitas lain jika dikerjakan dengan lebih tenang. 3. Hindari paparan sinar matahari langsung. Gunakan payung atau topi saat berada di luar rumah. Minimalkan paparan panas matahari langsung di kulit Anda. Panas matahari langsung akan menyebabkan suhu kulit meningkat, dan tubuh akan melembabkan kulit yang kepanasan agar tidak rusak dengan cara membasahinya dengan keringat. 5. Berbukalah dengan air minum terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Sebab, 80% kebutuhan cairan tubuh berasal dari minuman, dan 20%-nya dari makanan.4 Elektrolit yang dibutuhkan tubuh, seperti kalium dapat tercukupi dari makanan yang tinggi kalium, seperti pisang.3 6. Konsumsi cukup air putih selama tidak berpuasa. Pastikan Anda meminum cukup air antara berbuka dan sahur, karena pada saat itulah tubuh memulihkan dirinya dengan menyerap cairan dan nutrisi dari apa yang kita makan dan minum. Apa tanda cairan kita telah tercukupi? Ada cara mudah dan sederhana untuk mengetahuinya, yaitu dengan mengamati warna urin kita. Jika urin kita bening jernih, tandanya kebutuhan cairan kita relatif telah terpenuhi. Namun jika masih berwarna kuning pekat, berarti kita masih perlu untuk memenuhi kebutuhan cairan kita. Namun konsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi warna urin.3 Pastikan kebutuhan cairan Anda terpenuhi dan selamat menjalankan ibadah hingga Hari Kemenangan itu tiba.  
  1. Sherwood L. Human physiology. 7th ed. Canada: Thomson/Brooks/Cole; 2010.
  2. Guyton A, Hall J. Textbook of medical physiology. 1st ed. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2006.
  3. Greenwood M, Kalman D, Antonio J. Nutritional supplements in sports and exercise. 1st ed.
  4. Joan Koelemay, RD. Hydration Guidelines. 2014. http://beverageinstitute.org/us/article/hydration-guidelines/ (Accesed in July 13, 2014)
  5. Totowa, N.J.: Humana; 2008.