Para dokter umum dan spesialis menghadiri cara temu ilmiah Reumatologi 2014 pada tanggal 14-16 Maret 2014 di Hotel Borobudur. Acara seminar ini adalah sebuah acara pertemuan atau seminar yang membahas secara mendalam tentang penyakit-penyakit reumatik seperti penyakit sendi, tulang, jaringan ikan dan otot. Dr Bambang Setyohadi, SpPD-KR selaku ketua panitia seminar juga moderator menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk memperbaharui dokter-dokter untuk pengetahuan terkini dalam bidang reumatologi. Update pengetahuan ini penting karena adanya perkembangan penemuan-penemuan baru setiap tahunnya. Acara yang diselenggarakan dari Hari Jumat di ruang pertemuan Flores ini, menghadirkan 700 dokter dari seluruh Indonesia yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis. Para pembicara dalam acara ini merupakan para guru besar tersohor yang adalah para ahli reumatologi Indonesia, misalnya Prof. Dr. dr. Handono Kalim, SpPD-KR, Prof. DR. Dr. Harry Isbagio, SpPD-KR, KGer, dr. Bambang Setyohadi, SpPD-KR, dr. Yoga Iwanoff Kasjmir SpPD-KR, dr. Suryo Anggoro, SpPD dan masih banyak lainnya. Selain itu, acara ini juga menghadirkan tiga spesialis asing dari Melbourne – Stephen Hall, Bangladesh – Syed Atiqul Haq dan Filipina sebagai pembicara. Selain dokter-dokter, acara seminar ini juga dihadiri oleh berbagai sponsor dari produk dan industri kesehatan. Salah satu stand sponsor adalah TanyaDok yang hadir untuk memperkenalkan TanyaDok dan fitur-fitur lainnya yang bisa membantu pengembangan diri dan dukungan praktik bagi para dokter Indonesia. Ancaman rematik di Indonesia Penyakit rematik di Indonesia masih merupakan salah satu penyakit yang butuh perhatian semua kalangan. Berdasarkan keterangan Dr Bambang Setyohadi, SpPD – KR, dari hasil survey yang ia lakukan, khususnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam satu hari bisa terdaftar pasien berkisar 60 yang mengalami penyakit sendi dari berbagai jenisnya. Penyakit sendi yang paling banyak diadukan adalah proses penuaan pada orang tua dan juga inflamasi yang bisa menyerang anak-anak sampai dewasa muda. Dr Neli Mayaferani, salah satu peserta yang hadir dalam Temu Ilmiah Reumatologi berujar,”Sebagai dokter umum, saya sering sekali menemui pasien dengan penyakit sendi, di mana penyakit itu sering terdapat di masyarakat dengan golongan lanjut usia.”  Dokter umum ini pun mengatakan kalau acara ini sangat bermanfaat baginya karena dapat menambah wawasan, ilmu pengetahuan serta pengalaman untuk mengembangkan potensinya dalam praktek sehari-hari, terutama dalam penanganan pasien rematik atau pasien terduga rematik.