buy cialis online8.jpg" alt="" width="442" height="258" />

Diabetes

Jakarta, 12 Oktober 2012 – Bertepatan dengan Hari Rematik Sedunia pada hari ini, 12 Oktober 2012, PT Roche Indonesia didukung oleh Perkumpulan Masyarakat Peduli Rematik Indonesia (PERMARI) meluncurkan program bantuan pengobatan Tocilizumab untuk pasien penderita Artritis Rematoid (AR) di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta. Program ini merupakan bantuan dari Roche Patient Assistance Program (RPAP), sebuah perwujudan dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses terhadap pengobatan dan solusi inovatif bagi pasien di Indonesia.

Presiden Direktur Roche Indonesia, Mike Crichton mengatakan, “Roche Indonesia memiliki visi untuk menyediakan pengobatan dan solusi inovatif yang dapat diakses oleh setiap pasien di Indonesia, yang kami wujudkan salah satunya dalam RPAP. Website ini dapat diakses melalui www.kenalirematik.com yang juga kami luncurkan hari ini.” Ketua PERMARI, Ibu Endang Purnomo, mengungkapkan bahwa “AR menurunkan kualitas hidup dan membuat pasien tidak berdaya sehingga harus menggantungkan dirinya kepada orang lain. Banyak diantara pasien yang tidak bisa mendapatkan pengobatan yang tepat atau bahkan menghentikan pengobatan karena kekurangan biaya. Akibatnya, penyakit mereka semakin tidak terkendali dan tak jarang mengalami komplikasi penyakit lainnya. Dengan adanya program RPAP, semoga lebih banyak pasien yang dapat tertolong untuk menjadi lebih mandiri dan mendapat kualitas hidup yang lebih baik.” Dalam kesempatan yang sama, PT Roche Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Indonesia Rheumatology Association (IRA) juga mengumumkan hasil kompetisi penulisan jurnalistik mengenai AR yang menunjukkan kepedulian media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas. “Saat ini internet sudah menjadi pilihan utama masyarakat untuk mencari informasi kesehatan. Sebagai wartawan yang sudah lama menggeluti bidang kesehatan, saya sangat mengapresiasi seluruh tulisan bertema AR dari rekan-rekan jurnalis yang diikutsertakan dalam kompetisi penulisan ini. Semoga dengan banyaknya tulisan mengenai AR di media massa, semakin banyak pula masyarakat yang merasa terbantu dengan informasi tersebut,” ujar Irwan Julianto, wartawan senior dan pemerhati kesehatan yang menjadi salah satu juri kompetisi penulisan jurnalistik ini. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2007, RPAP dirancang dengan tujuan memberikan obat-obat Roche secara gratis pada pasien yang memiliki akses terbatas atau bahkan tidak mempunyai akses untuk pengobatan yang berat/serius dan/atau mengancam jiwa (life-threatening disease). Sekedar informasi, agar bisa turut serta dalam program ini, pasien harus direkomendasikan oleh Dokter Spesialis yang merawatnya.