Siapa yang tidak pernah punya pengalaman susah BAB atau yang sering dikatakan sebagai sembelit? Sepertinya hampir semua orang pernah punya pengalaman tersebut, ya? Sembelit atau kesulitan saat BAB sebenarnya merupakan sebuah gejala gangguan pada saluran pencernaan dimana terjadi pengerasan feses yang berlebihan sehingga sulit dikeluarkan dan dapat menyebabkan penyakit komplikasi lain. “Ketika kita berbicara tentang kotoran di usus besar, sama seperti racun. Jika tidak rutin BAB, kotoran semakin lama berada di usus besar hal ini menyebabkan lebih banyak kotoran dan racun yang akan menempel pada dinding usus kita dan hal ini akan menyebabkan reaksi peradangan dan dalam jangka panjang bisa berubah menjadi sel kanker,” ujar Dr. dr. Ari Fachrial Syam SpPD-KGEH, FACG dalam acara Media Gathering Aksi Lancar Dulcolax :  Waspadai Sembelit Kronis dan Komplikasi yang diadakan di Cocorico Cafe Dago, Bandung akhir pekan lalu. Lanjut dr. Ari, “Banyak orang merasa BAB seminggu sekali merupakan hal yang normal, padahal BAB yang tidak setiap hari bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, misalnya ambeien, dispepsia atau sensasi tidak nyaman di perut, dan malah bisa menyebabkan kanker usus besar atau yang disebut kanker kolorektal.” [caption id="" align="aligncenter" width="448"]IMG_3638 Dari kiri-kanan : Laudya Chyntia Bella (Brand Ambassador), Bapak Indra, dr. Ari Syam, Sp.PD-KEGH (Sekjen PGI)[/caption] Pada kesempatan yang sama Sekretaris Jendral PB Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia ini juga menyampaikan bahwa menurut hasil penelitian BAB kurang dari sekali per hari yang tidak disertai keluhan lain bukan berarti orang tersebut dalam kondisi yang cukup sehat. Dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan ia mengalami gangguan pencernaan lainnya, seperti keganasan. Sehingga diharapkan bagi orang yang tidak BAB setiap hari mengubah pola hidup dengan 3D: Diet, Drink and Do Exercise. Faktanya orang mengalami sembelit atau ketidakteraturan pola BAB disebabkan karena diet rendah serat, kurang minum air putih dan kurang bergerak. Aksi Lancar Dulcolax ini ditutup dengan acara puncak yang diadakan pada hari Minggu pagi bertempat di Lapangan Tegalega, Bandung. Pada acara puncak ini, Dulcolax mengajak masyarakat mengaplikasikan 3D untuk menghindari kejadian sembelit. Acara puncak Aksi Lancar Dulcolax ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 2000 orang peserta yang mengikuti Senam Zumba yang saat ini sedang menjadi tren di berbagai kalangan. Hadir dalam acara Aksi Lancar ini, Laudya Chyntia Bella sebagai Brand Ambassador dari Dulcolax. Melalui Media gathering dan acara puncak Aksi Lancar ini, Dulcolax ingin mengajak masyarakat untuk peduli dengan kesehatan saluran cerna.