Miringoplasti : Menambal Gendang Telinga Yang Robek

  Tanya dokter gratis video chat call. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Telinga merupakan salah satu indera yang penting bagi kita karena berperan sebagai indera pendengaran. Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga tuli, salah satunya adalah robeknya gendang telinga dan ternyata ada operasi yang dapat dilakukan untuk menambal gendang telinga yang robek itu yaitu miringoplasti.

Tentu anda pun bertanya apa itu gendang telinga?

Gendang telinga adalah bagian dari telinga tengah yang berfungsi untuk membantu penghantaran suara. Gendang telinga berupa selaput tipis yang membatasi telinga bagian luar yang berhubungan langsung dengan lingkungan luar dan telinga bagian tengah dan dalam. Nah… bila ada suara yang masuk ke dalam telinga, maka getaran suara itu akan menggetarkan gendang telinga yang kemudian akan diteruskan ke tulang pendengaran, rumah siput hingga ke saraf pendengaran dan otak. Jadi bisa dibayangkan bila gendang telinga ini robek, maka tidak akan ada getaran suara yang dapat disampaikan sehingga timbullah keluhan gangguan pendengaran hingga tuli tergantung dari besarnya robekan. Selain itu akan timbul infeksi berulang pada telinga akibat paparan lingkungan luar ke dalam telinga lewat robekan tersebut. Infeksi berulang ini bisa mencapai otak karena telinga memiliki saluran langsung ke otak.

Lalu miringoplasti itu apa?

Miringoplasti adalah metode bedah untuk menambal gendang telinga yang robek. Alasan utama dilakukan miringoplasti adalah untuk mencegah infeksi berulang dengan segala komplikasinya. Alasan lainnya adalah untuk menambah fungsi pendengaran.

Bagaimana miringoplasti dilakukan?

Miringoplasti dilakukan dengan menambal bagian gendang telinga yang robek. Biasanya lubang ditutup dengan gel atau kertas khusus atau dengan cangkok lemak, lalu diharapkan setelah ditambal akan terjadi proses penyembuhan oleh tubuh sendiri sehingga akan  menutup tambalan gendang telinga ini dengan sempurna.

Miringoplasti ini bisa dilakukan bila lubang pada gendang telinga berukuran kecil. Bila ukuran lubang terlalu besar maka harus dilakukan timpanoplasti. Prinsip timpanoplasti  sama saja dengan membranoplasti, hanya saja pada timpanoplasti digunakan selaput tubuh yang lain misalnya selaput otot atau tulang sebagai pengganti selaput gendang.

Biasanya miringoplasti dilakukan melalui lubang telinga, akan tetapi bila besar lubang tidak mencukupi maka dapat dilakukan irisan di belakang telinga hingga mencapai gendang telinga. Irisan belakang telinga ini membuat bekas luka tidak terlihat dari luar.

Berapa lama operasi ini berlangsung?

Bila tanpa komplikasi, maka miringoplasti hanya berlangsung 10-30 menit sedangkan timpanoplasti hanya berlangsung 2-3 jam saja.

Kapan saya harus melakukan miringoplasti?

Anda harus melakukan miringoplasti bila terdapat lubang atau robek pada gendang telinga yang tidak dapat menutup sendiri setelah satu bulan lamanya padahal penyebabnya telah tertangani. Selain itu ukuran lubang harus < 50% dari total ukuran gendang telinga dan robekan berada di daerah non-marginal (robekan di bagian tengah gendang telinga). Bila keadaan tidak sesuai kondisi diatas maka sebaiknya pilihlah timpanoplasti.

Apa persiapan yang harus dilakukan sebelum operasi dilakukan?

Persiapan miringostomi adalah penyebab utama robeknya gendang telinga telah teratasi. Hal ini ditandai dengan tidak keluarnya cairan apapun dari telinga dan tanpa rasa nyeri. Bila anda tidak takut, sebenarnya miringoplasti ini dapat dilakukan secara sadar. Tapi bila anda terlalu takut atau lubang telinga tidak memungkinkan untuk digunakan, maka anda akan diberikan bius umum. Bila dilakukan bius umum maka persiapannya adalah puasa, setidaknya anda diwajibkan puasa minimal 6 jam sebelum operasi.

Apa yang harus dilakukan setelah operasi dilakukan?

  • Selalu gunakan penutup telinga selama 2 minggu
  • Gunakan penyumbat telinga yang lembut saat mandi sehingga air tidak masuk ke telinga
  • Bersihkan telinga dengan lembut menggunakan kapas
  • Jangan bepergian dengan pesawat atau berenang hingga dokter bedah anda mengijinkan
  • Hindari berolahraga atau beraktivitas berat selama 5-6 minggu setelah operasi
  • Lakukan pemeriksaan ulang ke dokter sehingga perkembangan penyembuhan gendang telinga terkontrol

Aman tidak sih operasi ini?

Miringoplasti termasuk operasi aman dengan efek samping minimal. Bila setelah operasi keluar darah atau cairan serta rasa nyeri pada telinga maka tidak perlu khawatir karena ini adalah hal yang normal dan biasanya akan menghilang sendiri dalam 5-6 hari.

Tetapi segeralah ke dokter bila timbul :

  • Darah segar yang terus keluar dari telinga
  • Nyeri yang hebat
  • Demam tinggi
  • Mual dan muntah yang hebat
  • Kelemahan otot wajah (anda sulit berekspresi seperti tersenyum atau meringis)
  • Muncul bercak-bercak kemerahan pada seluruh tubuh

Berapa kemungkinan keberhasilan miringoplasti ini?

Menurut hasil penelitian terakhir, angka keberhasilan miringoplasti ini menambal gendang telinga yang robek adalah 87% dan sama baik untuk anak-anak maupun dewasa. Tetapi angka keberhasilan ini akan menurun bila robekan telah berlangsung lama.

Lalu apakah pendengaran saya akan kembali seperti semula?

Menurut penelitian, miringoplasti memang membantu pendengaran tetapi tidak dapat hingga seperti semula. Normalnya ambang pendengaran kita adalah 0-25 dB. Dengan dilakukan miringoplasti, maka pendengaran diperbaiki hingga kurang dari 40dB artinya masuk kriteria tuli ringan. Untuk mencapai pendengaran normal maka anda memerlukan bantuan alat bantu dengar.

Dimana saya bisa melakukan miringoplasti?

Bila anda berdomisili di jakarta, anda bisa mendapatkan pelayanan  miringoplasti di :

  • RS Cipto Mangunkusumo
  • RS Pusat Pertamina
  • RS Khusus THT Proklamasi
  • RSAD Gatot Subroto

Selain itu anda juga bisa mendapatkan pelayanan miringoplasti di setiap rumah sakit umum daerah, dan rumah sakit swasta yang memiliki sarana dan dokter spesialis bedah THT.

Sumber :

http://www.chp.edu/CHP/Tympanoplasty+

Joshua S. Sckolnick, MD. 2008. Pediatric Myringoplasty: Factors That Affect Success—A Retrospective Study. Publish at The American Laryngological, Rhinological and Otological Society, Inc. Available at http://www.metroatlantaotolaryngology.org/journal/may08/pediatric.pdf

Shrestha S, Sinha BK. 2006. Hearing results after myringoplasty. Publish at Kathmandu University Medical Journal. Available at .

Avatar of Hygiena Kumala Suci, dr.
Dokter Umum di RSUD Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Related Posts

Bahayanya Sectio Caesar

Bahayanya Sectio Caesar

Payudara Anda Tak Sama Besar?

Payudara Anda Tak Sama Besar?

Liputan: 1st Jakarta Annual Surgical Symposia (JASS)

Liputan: 1st Jakarta Annual Surgical Symposia (JASS)

Jangan Takut pada Nyeri Pasca-Operasi

Jangan Takut pada Nyeri Pasca-Operasi

ICTEC Simulative Training on Gastrointestinal and Hemorrhoidopexy Stapling, 25-26 Mei 2012, Jakarta

ICTEC Simulative Training on Gastrointestinal and Hemorrhoidopexy Stapling, 25-26 Mei 2012, Jakarta

Related Posts

Operasi lipatan mata

Dok, Saya ada rencana melakukan operasi lipatan ma...

Penyebab Hidung Tersumbat Setiap Bangun Tidur

dok, aku mau tanya dong.. kenapa yaa kalau setiap ...

Apakah Polip Hidung harus ditangani dengan operasi ?

#KonsulTD dok, bahas ttg pnyebab polip hidung, pen...

Benjol & Nyeri disekitar Jahitan setelah operasi tumor diperut

Sore dok, dok saya mau tanya..ibu saya baru saja o...

Mendengar suara bising ditelinga saat tertentu

saya tian sony, saya mau tanya dokter,kalo sya mas...