Kulit Mulus dengan Dermabrasi

     

Kulit mulus dan indah merupakan impian setiap orang terutama kaum wanita. Nah… apakah kulit wajah anda ada bekas luka yang mengganggu ? sudah mencoba berbagai cara tapi wajah tidak mulus juga ? mungkin anda perlu mencoba metode dermabrasi satu ini.

Dermabrasi adalah metode operatif untuk menghaluskan permukaan kulit dengan “mengikis” permukaan kulit. Dermabrasi dapat dilakukan untuk area tertentu di wajah atau seluruh wajah, dapat dilakukan sendiri atau dikombinasi dengan metode lain seperti facelift atau peeling. Metode ini dapat dilakukan pada semua jenis kelamin dan semua umur, hanya saja untuk anda yang berkulit gelap atau dari ras negro atau asia harus berhati-hati, karena kulit anda dapat berbeda warna setelah melakukan metode ini.

Kapan saya memilih metode ini ?
Metode ini digunakan untuk wajah dengan bekas luka yang tak dapat hilang dengan metode peeling biasa, seperti bekas luka akibat kecelakaan, sehabis cacar air atau luka operasi. Untuk bekas luka operasi, sebaiknya dermabrasi dilakukan maksimal 6 bulan sesudahnya. Sedangkan untuk bekas luka akibat proses perawatan wajah lainnya, dermabrasi sebaiknya ditunda hingga 6 bulan. Dermabrasi dapat juga untuk keriput halus di sekitar mulut, lesi pre-kanker, bekas jerawat yang dalam, menghilangkan bekas tato, flek wajah, atau kulit terbakar matahari yang kronis.

Sebaiknya anda tidak memilih metode ini bila anda sedang mengkonsumsi obat yang mengandung isotretinoin atau oral retinoid (minimal ditunda 6-12 bulan setelah konsumsi terakhir),  memiliki gangguan pembekuan darah, imunosupresive (daya tahan tubuh rendah), dan riwayat keloid.

Apa resiko dari metode dermabrasi ini ?
Metode ini aman bila dilakukan oleh dokter kulit yang ahli di bidangnya. Ada berbagai macam resiko yang dapat timbul setelah operasi yaitu :

  1. Warna kulit wajah yang berbeda, dapat lebih gelap atau lebih putih. Kulit gelap dapat diatasi dengan bleaching.
  2. Pori-pori wajah besar, tapi hal ini akan mengecil seiring waktu.
  3. Rambut-rambut putih halus mungkin muncul tapi dapat dihilangkan dengan sabun abrasi atau bantuan dokter.
  4. Keloid atau seperti keloid pada luka bekas operasi. Hal ini dapat diatasi dengan injeksi atau krim mengandung kortikosteroid.

Anda dapat mengurangi resiko di atas dengan berkonsultasi pada dokter kulit anda sebelum memutuskan melakukan metode ini.

Bagaimana proses dermabrasi dilakukan ?
Dermabrasi termasuk operasi kecil yang hanya berlangsung dalam hitungan menit hingga jam dan biasanya cukup satu kali saja kecuali bekas luka dalam. Anda hanya dibius lokal pada area yang hendak dikerjakan atau anda dapat meminta sedasi (ditidurkan). Kemudian dokter akan melakukan “pengikisan” permukaan kulit dengan alat khusus seperti sikat yang disebut dermabrator. Alat ini akan bergerak memutar dan mengikis lapisan kulit hingga mencapai lapisan yang diinginkan.
Setelah operasi, mungkin kulit wajah anda akan memerah dan bengkak, atau terasa gatal, terbakar atau nyeri yang akan menghilang dalam waktu 7-10 hari dan hal ini dapat dikurangi dengan obat-obatan. Bila setelah membaik tiba-tiba kulit anda bertambah merah dan gatal segera ke dokter.

Kapan saya dapat beraktivitas diluar ruangan setelah dermabrasi ?
Karena dermabrasi mengikis permukaan luar kulit anda untuk nantinya merangsang pertumbuhan kulit baru, maka anda tidak boleh beraktivitas di luar ruangan selama 2 minggu. Anda sebaiknya memakai kosmetik dan sunscreen untuk melindungi kulit anda selama beraktivitas di luar.
Anda sebaiknya menghindari aktivitas yang dapat menimbulkan benturan pada wajah anda, atau berenang di kolam dengan air yang mengandung klorin atau meminum alcohol selama setidaknya 4 minggu setelah operasi. Tetapi yang paling penting adalah menghindarkan paparan langsung sinar matahari pada wajah anda setidaknya 6 sampai 12 bulan setelah operasi.

Kapan hasil metode ini terlihat ?
Metode ini memang tidak memperlihatkan hasil secara langsung. Kulit merah muda anda saja baru akan menghilang dalam waktu 3 bulan tapi bila kulit baru anda telah tumbuh sempurna, maka kulit mulus anda akan terwujud tanpa ada bekas operasi.

Apa bedanya dermabrasi dengan mikroabrasi ?
Dermabrasi melakukan “pengikisan hingga lapisan kulit yang cukup dalam sehingga dapat mengatasi bekas luka yang dalam. Sedangkan mikroabrasi hanya mengikis permukaan kulit paling luar, jadi tentu lebih efektif dermabrasi. Hanya saja dermabrasi memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh dan biaya yang cukup besar.

Untuk hasil yang lebih maksimal, sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin anda untuk menentukan pilihan metode dan perawatan yang tepat sebelum melakukan dermabrasi ini. Selamat mencoba.

Sumber :

http://www.plasticsurgery.org/Patients_and_Consumers/Procedures/Cosmetic_Procedures/Dermabrasion.html

http://www.aad.org/public/publications/pamphlets/cosmetic_dermabrasion.html

http://emedicine.medscape.com/article/1126231

Avatar of Hygiena Kumala Suci, dr.
Dokter Umum di RSUD Landak, Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Related Posts

Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa Alias Cuci darah

Mengenal Lebih Jauh Hemodialisa Alias Cuci darah

Dikerok, Kok Bisa Merah?

Dikerok, Kok Bisa Merah?

Wanita Merokok dan Efek Kesehatannya

Wanita Merokok dan Efek Kesehatannya

Botol Pil Untuk Tunanetra

Botol Pil Untuk Tunanetra

Kelak Kursi Roda Otomatis Terhubung dengan Otak

Kelak Kursi Roda Otomatis Terhubung dengan Otak

Related Posts

Cacar Air

Dok, anak saya ada bentol-bentol sehabis demam? Ap...

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Makanan

Dok, saya sudah mencoba berbagai cara menghilangka...

Tanda Hamil setelah melahirkan bisakah dihilangkan

Saya baru melahirkan dan di perut saya banyak tand...

Tato , apakah baik untuk kesehatan kulit atau tidak

Saya ingin buat tato dok, apakah itu baik untuk ke...

Keloid Timbul karena Faktor Turunan?

Dok mau nanya nih, timbul keloid atau bekas luka i...