Masturbasi… Apakah Normal?

  Tanya dokter gratis asuransi kecelakaan. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Masturbasi atau onani adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ alat kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Masturbasi dilakukan oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada sebuah penelitian terungkap bahwa lebih dari 90% pria dan wanita dilaporkan pernah melakukan masturbasi! Bahkan lebih jauh lagi terbukti sebagian besar tetap melanjutkan aktivitas ini secara berkala meskipun mereka telah menikah.

Masturbasi apakah Normal? Jawabannya adalah normal-normal saja. Pertanyaan yang timbul kemudian adalah berapa kali masturbasi dilakukan yang dianggap masih normal. Dalam seminggu kisarannya bisa 0-20 kali, berapa kali yang normal sebenarnya berkaitan dengan kenyamanan yang dirasakan sendiri. Masturbasi bisa dianggap masalah bila hal tersebut membuat kualitas hidup anda menurun termasuk pekerjaan, sekolah, hobi, atau hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Masturbasi memunculkan banyak mitos tentang akibatnya yang merusak dan memalukan. Mitos yang seringkali muncul di masyarakat bahwa sperma menjadi encer dan habis adalah tidak benar karena cairan sperma dan sel spermatozoa tetap diproduksi selama buah zakar tetap sehat dan faktor yang berpengaruh misalnya nutrisi, suhu, dsb, tetap baik. Secara fisik, efek masturbasi hampir tidak ada kecuali bila pelaku mencobanya dengan memasukkan alat kelamin ke dalam lubang botol atau benda lain yang berbahaya. Secara ilmiah juga masturbasi tidak ada hubungannya dengan kemandulan, ejakulasi dini, impotensi, rambut rontok, atau lutut keropos. Tetapi frekuensi masturbasi yang terlalu sering kurang baik dampaknya sebab dapat mengurangi produktivitas.

Efek negatif yang sering timbul lebih ke arah beban psikis yaitu munculnya perasaan bersalah dan kecemasan. Perasaan bersalah ini pada akhirnya akan menimbulkan ketegangan (stres). Kondisi ini diperburuk oleh kenyataan bahwa masturbasi menimbulkan rasa ketagihan seperti kecanduannya seseorang terhadap narkoba. Rasa bersalah dan ketagihan inilah yang merupakan awal munculnya gangguan psikis pada para pelakunya.

Rasa bersalah muncul karena masturbasi merupakan hal yang sangat tidak dianjurkan oleh agama. Secara naluri sebenarnya tiap orang tahu bahwa melakukan masturbasi itu tidak benar. Itu adalah bisikan suara kebenaran yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Suara kebenaran yang bersumber dari nurani manusia ini akan terus menegur pelakunya bila melakukan aktivitas tersebut. Itulah sebabnya setiap pelaku masturbasi akan selalu dihantui rasa bersalah dan tertekan. Mereka yang sudah terbiasa melakukan masturbasi akan banyak menghadapi gangguan psikis seperti gangguan penurunan ingatan, kepercayaan diri menurun, dan faktor kecanduan yang mempersulit penyembuhan.

Namun, terlepas dari hal-hal tersebut, para pakar seks justru menilai masturbasi sebagai aktivitas yang lumrah, alami, bahkan bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa pakar berpendapat bahwa masturbasi bisa meningkatkan kesehatan seksual karena meningkatkan pemahaman seseorang akan bagian-bagian tubuhnya dan dengan cara bagaimana memuaskannya, membangun rasa percaya diri, dan sikap dapat memahami diri sendiri. Pengetahuan ini selanjutnya bisa dibawa untuk memperoleh hubungan seksual yang memuaskan di masa depan, baik dengan cara masturbasi bersama-sama pasangan, atau karena bisa memberitahukan pasangannya ‘trik-trik’ yang bisa memuaskan dirinya. Dari sisi moral pun, masturbasi yang dilakukan dalam batas normal, lebih bisa ditolerir ketimbang tindakan seks bebas yang dilakukan dengan banyak lawan jenis secara bergantian.

Referensi:

  • Rahasia Di Balik Keperkasaan Pria- Prof. Dr. Arjatmo Tjokronegoro Ph.D.,Sp. And dan Annie Sri Murtiani.
  • Mitos Sex-Djoko Subinarto
  • Masturbasi, Kenapa Dilarang? Republika, 30 Nopember 2003
  • http://www.metropolice.us/forum/archive/index.php/t-547.html
  • Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
  • Gambar dari buku “Sex for One: The Joy of Selfloving” oleh Betty Dodson. Hak cipta 1987, 1983, 1974 oleh Betty Dodson.

Related Posts

Gondongan = Mandul ???

Gondongan = Mandul ???

SLIDE SHOW : Mitos Vs Fakta tentang Penis

SLIDE SHOW : Mitos Vs Fakta tentang Penis

Ternyata, Pria Juga Mengalami “Menopause”!

Ternyata, Pria Juga Mengalami “Menopause”!

Disfungsi Ereksi, Bila Mr.P Loyo…

Disfungsi Ereksi, Bila Mr.P Loyo…

10 Hal yang Menganggu Ereksi Pria

10 Hal yang Menganggu Ereksi Pria

Related Posts

Pertanyaan Kesehatan Seputar Pertumbuhan Tinggi Badan

Dear dokter, saya ada beberapa pertanyaan Tanya : ...

Ejakulasi dini setiap berhubungan seks, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Siang dok, umur saya 29 thn mau tanya tentang seks...

Bintik di kepala penis tak gatal nyeri apakah penyebabnya

Dok, bagaimana solusi pertanyaan saya, mengenai bi...

Apa penyebab kebotakan muda ? apakah botak itu turunan?

malam dok,, saya seorang mahasiswa umur 23 tahun.....

Dampak onani kah ini?

Dok.. saya seorang pria berusia 25 tahun.. saya pu...