Seks Bebas? Pikir-pikir Lagi!

Seks Bebas? Pikir-pikir Lagi!

seksCinta satu malam oh indahnya….
Cinta satu malam buat ku melayang…

 Sepenggal lirik lagu di atas, menggelitik saya ketika saya mendengarnya. Ada pertanyaan yang terbersit saat itu, apakah kenikmatan yang ditimbulkan oleh seks bebas, sebanding dengan risiko yang bakal dialami oleh para pengikutnya? Atau ternyata, kerugian yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada kenikmatan yang hanya timbul beberapa jam saja? Atau jangan-jangan malah sebaliknya? Yuk, kita lihat apa saja efek seks bebas ini…

 

Sudah pasti, seks dengan orang yang bukan pasangan anda berpeluang besar menyebabkan penyakit, terutama penyakit kelamin. Ada bermacam penyakit yang sebenarnya dapat kita temui akibat seks bebas ini. Dalam artikel ini kita akan bahas beberapa penyakit saja, di antaranya :

Gonore

Gonore atau kencing nanah merupakan penyakit yang sudah sering kita dengar. Penyebabnya adalah Neisseria gonorrhoeae. Penularannya dapat melalui hubungan kelamin, oral seks dan anal seks. Antara pria dan wanita juga gejalanya berbeda karena disebabkan oleh perbedaan anatomis dan fisiologis dari keduanya, maka tidak heran keluhan yang ditimbulkan pun berbeda.

Pada pria, keluhan yang banyak diutarakan adalah, rasa panas saat berkemih, nyeri berkemih, rasa gatal pada ujung kelamin, rasa tidak tuntas berkemih, keluar cairan kuning seperti nanah di ujung penis yang kadang disertai darah bengkak pada penis dan nyeri saat ereksi.

Pada wanita, baik infeksi akut atau kronis jarang menimbulkan keluhan, terkadang hanya keluhan nyeri pinggul bawah.

Apabila penyakit ini dibiarkan dapat menimbulkan infeksi pada organ-organ lain di sekitar kelamin, misalnya sampai terbentuk abses dan abses tersebut pecah tidak menutup kemungkinan terjadinya radang pada organ lainnya.

Gonore bisa menyebabkan infeksi non genital (diluar organ kelamin) misalnya orofaringitis, terjadi akibat hubungan seks secara oral, gejalanya mirip dengan infeksi tenggorokan. Penyakit lainnya adalah konjunctivitis (infeksi pad akonjunctiva mata), pada bayi baru lahir penyakit ini ditularkan oleh ibu yang menderita servisitis gonore. Sedangkan, pada dewasa terjadi akibat infeksi konjunctiva melalui tangan atau alat lain yang terinfeksi kuman gonore. Apabila tidak diobati bisa menimbulkan kebutaan.

 

Artikel Terkait


Bagaimana cara Mendiagnosa HIV/AIDS?

Clara Meliana Oshinta Pangaribuan, dr.

SLIDESHOW: 9 Perilaku Beresiko Tinggi Tertular AIDS

Felicia Setiawan, dr.

Terapi AntiRetroviral untuk HIV / AIDS

Hygiena Kumala Suci, dr.

Obat antiretroviral telah dikenal luas sebagai satu-satunya obat yang dapat menghambat perkembangan penyakit HIV/AIDS. anda tentu harus mengenalnya sebelum menggunakannya bukan ???

Mendeteksi penyakit gonore pada wanita

Lucky Aninditha, dr.