Ejakulasi Tertunda

Masalah seksual dapat dialami oleh siapa saja; pria, wanita, anak, remaja, maupun orang tua. Salah satu masalah seksual yang dialami oleh pria adalah mengenai ejakulasi. Masalah ejakulasi yang dialami oleh kaum adam ini pun bermacam-macam, salah satunya yang paling sering dan dikenal adalah ejakulasi dini. Namun, disamping gangguan ejakulasi dini, terdapat bentuk gangguan ejakulasi lain yang juga dapat dialami oleh pria, yaitu ejakulasi tertunda/terlambat ejakulasi/kesulitan ejakulasi (delayed/retarded ejaculation) dan ejakulasi retrograd (retrograde ejaculation). Pada saat ini, mari kita lihat lebih dekat tentang ejakulasi tertunda ini.

Apa itu ejakulasi tertunda?

Ejakulasi tertunda merupakan suatu kondisi medis dimana pria tidak mampu mengalami ejakulasi (tindakan melepaskan air mani dari penis), baik selama hubungan intim (penetrasi penis ke dalam vagina) ataupun dengan stimulasi manual di hadapan pasangan wanita dari pria tersebut.

Kebanyakan pria mengalami ejakulasi dalam beberapa menit setelah memulai penetrasi saat berhubungan. Namun, pria yang mengalami gangguan ejakulasi tertunda mungkin sama sekali tidak mampu ejakulasi dalam beberapa keadaan, seperti selama hubungan, atau mereka hanya mungkin dapat ejakulasi dengan upaya besar dan setelah berhubungan cukup lama, misalnya 30 sampai 45 menit.

Mengapa bisa terjadi ejakulasi tertunda?

Ejakulasi tertunda dapat disebabkan oleh penyakit kronis tertentu, operasi, dan obat-obatan. Selain itu, mungkin disebabkan pula oleh penyalahgunaan zat atau masalah kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, atau stres. Dalam banyak kasus, ejakulasi tertunda merupakan kombinasi dari faktor fisik dan psikologis.

Penyebab fisik yang dapat menyebabkan ejakulasi tertunda meliputi:

Penyebab psikologik yang sering meliputi:

  • Latar belakang budaya dan agama yang menyebabkan seseorang memandang hubungan intim sebagai sesuatu yang tabu
  • Kehilangan ketertarikan kepada pasangannya
  • Kondisi yang disebabkan pola masturbasi yang atipikal/tidak biasa
  • Kejadian traumatik, seperti tertangkap saat sedang melakukan masturbasi atau mendapatkan pasangannya sedang berselingkuh
  • Depresi, kecemasan
  • Stres
  • Kelelahan
  • Masalah¬† dalam hubungan baik karena stres, komunikasi yang buruk atau masalah lainnya
  • Kecemasan terhadap performa saat berhubungan intim

Obat-obatan dan zat lain yang juga dapat menyebabkan ejakulasi tertunda meliputi:

  • Sebagian besar jenis antidepresan
  • Obat penurun tekanan darah tinggi tertentu
  • Diuretik tertentu
  • Beberapa obat antipsikotik
  • Alkohol – terutama pada mereka yang minum terlalu banyak (penyalahgunaan alkohol atau alkoholisme)
  • Narkoba, termasuk ganja

Selain itu, semakin bertambahnya usia, pria membutuhkan waktu lebih lama untuk ejakulasi, dan hal tersebut adalah normal.

Dampak ejakulasi tertunda

Jika dibiarkan, ejakulasi tertunda dapat membawa dampak buruk bagi penderita maupun pasangan seksualnya. Pria dan pasangannya dapat kehilangan kenikmatan hubungan, yang lama-kelamaan dapat berpengaruh pada hubungan perkawinan atau timbul masalah dalam hubungan dengan pasangan karena adanya kehidupan bercinta yang tidak memuaskan. Selain itu, ketidakmampuan untuk ejakulasi mengakibatkan infertilitas pada pria, yang berarti ketidakmampuan untuk mendapatkan pasangan hamil. Bagi sang pria sendiri, ia dapat menjadi rendah diri dan tertekan karena merasa stres dan cemas tentang kinerja seksualnya.

Mengatasi ejakulasi tertunda

Untuk menemukan pengobatan terbaik untuk mengatasi masalah ejakulasi tertunda, pertama-tama dokter akan menentukan apakah penyebab ejakulasi tertunda adalah karena kondisi medis yang mendasari, masalah psikologis atau adanya kekhawatiran lain.

Pengobatan ejakulasi tertunda akan bergantung pada penyebab yang mendasarinya, mungkin termasuk minum obat atau mengganti obat yang sedang dikonsumsi saat ini, menjalani konseling psikologis, atau menangani penyalahgunaan alkohol atau penggunaan narkoba.

Obat mungkin menjadi pilihan pengobatan, terutama jika seseorang mengkonsumsi antidepresan yang menyebabkan masalah ejakulasi tertunda ini. Kadang-kadang mengurangi dosis obat atau mengganti jenis obat dapat membantu.

Selain dengan obat-obatan, konseling/psikoterapi dapat membantu menyelesaikan masalah ejakulasi tertunda dengan membahas masalah kesehatan mental yang mendasari terjadinya ejakulasi tertunda, seperti depresi atau kecemasan. Psikoterapi ini juga digunakan untuk menangani masalah-masalah psikologis yang secara langsung mempengaruhi kemampuan pria untuk ejakulasi.

Kegiatan psikoterapi ini mungkin melibatkan pertemuan seorang psikolog atau konselor kesehatan mental dengan sang pria, atau bersama dengan pasangannya. Selain itu, konseling juga dapat dilakukan bersama dengan seorang terapis, yaitu seorang konselor kesehatan mental yang khusus menangani masalah bercinta.

Terapi biasanya melibatkan serangkaian pekerjaan atau kegiatan di rumah dimana pasangan tersebut terlibat dalam aktivitas bercinta yang berfokus pada kesenangan. Hubungan mungkin akan dilarang untuk jangka waktu yang terbatas, sementara kedua pasangan secara bertahap meningkatkan kemampuan mereka untuk menikmati ejakulasi melalui jenis rangsangan lain. Jika terdapat hubungan antar pasangan yang bermasalah, maka langkah awal terapi yang mungkin diperlukan adalah untuk meningkatkan keintiman hubungan dan emosional antar pasangan tersebut.

Bagaimana cara mendapatkan keturunan?

Jika konseling tidak membantu dan seorang pria telah sampai pada tahap dimana ia tidak dapat ejakulasi di dalam vagina, maka pasangannya tersebut dapat dibantu untuk hamil melalui:

  • Teknik IVF (bayi tabung)
  • Inseminasi buatan, dimana dokter menyuntikkan cairan mani pria kepada wanita.

Bagaimana mencegah terjadinya ejakulasi tertunda?

Oleh karena ejakulasi tertunda bisa terjadi karena beberapa alasan fisik dan psikologis, tidak ada satu cara pun yang dapat digunakan untuk mencegah ejakulasi tertunda. Namun, mengikuti langkah-langkah berikut dapat membantu:

  • Membatasi atau menghindari penggunaan alkohol
  • Tidak menggunakan obat-obatan terlarang seperti ganja
  • Menghentikan penggunaan tembakau, termasuk merokok
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengurangi atau mengelola stres
  • Cukup tidur
  • Mencari bantuan jika mengalami kecemasan atau depresi
  • Memastikan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan untuk setiap penyakit kronis.

 

Sumber :

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/001954.htm

http://www.mayoclinic.com/health/delayed-ejaculation/DS01174

http://www.netdoctor.co.uk/sex_relationships/facts/ejaculatoryincompetence.htm

 


Artikel Terkait


Hubungan Intim bagi Penderita Diabetes!

Aisa Tios,dr.

Menjaga Kesehatan Vagina

Andreas Erick Haurissa, dr.

Dispareunia, Nyeri Saat Berhubungan Seks

Andreas Erick Haurissa, dr.

Ejakulasi dini setiap berhubungan seks, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Tommy Supit, dr.