Meningkatkan Kualitas Cinta dalam Hubungan

Meningkatkan Kualitas Cinta dalam Hubungan

Memperingati Hari Valentine hari ini, ada baiknya Anda melakukan introspeksi pada kualitas hubungan Anda dan pasangan. Kami sajikan beberapa tips untuk meningkatkan kembali hubungan Anda dan selamat mencoba! 1. Ucapkan terima kasih Mengucapkan terima kasih tampaknya hal yang sederhana, namun dapat mengingatkan akan kualitas baik pasangan kita. Dengan berterimakasih berarti Anda menghargai usaha yang ia lakukan. Pada sebuah studi pada pasangan didapatkan bahwa jika pasangan mengekspresikan rasa syukur dan terima kasih ini, mereka akan lebih bahagia dengan hubungan mereka. Ucapkan terima kasih pada pasangan saat ia memasakkan masakan untuk Anda, menjemput Anda, atau hal-hal kecil lainnya. 2. Sertakan humor dalam hubungan Saat hidup Anda hanya terisi oleh bekerja, membayar tagihan, membereskan rumah, dan tidur, kebahagiaan dapat hilang perlahan dari hubungan dan digantikan oleh kejenuhan. Anda harus tetap menjaganya dengan menyertakan humor, bersenang-senang, atau menggunakan panggilan sayang yang lucu. Anda mungkin berpikir bahwa komunikasi yang serius akan menghasilkan pemecahan masalah yang baik. Namun ternyata tidak selalu demikian. Pasangan yang saling menggoda selama terjadi konflik, akan mendapat penyelesaian masalah yang lebih baik. Bahkan sebuah panggilan sayang dan ekspresi muka yang manja akan dapat mengubah suasana menjadi lebih baik. 3. Apresiasi terhadap peristiwa bahagia Kita berharap bahwa pasangan akan selalu ada membantu kita saat saat-saat susah. Namun Shelly Gable, peneliti di University of California, Santa Barbara menemukan bahwa bagaimana pasangan menyikapi saat-saat bahagia adalah hal yang lebih penting. Pasangan merespon secara antusias terhadap keberhasilan pasangannya, seperti menanyakan, memberi selamat/hadiah, dan merayakan keberhasilannya. Saat peristiwa bahagia terjadi pada pasangan Anda, misalnya promosi pekerjaan atau lulus dari pendidikannya, manfaatkanlah peristiwa ini sebagai saat bahagia juga bagi Anda berdua. 4. Saling mendukung dalam mencapai tujuan...
Menularkah AIDS Melalui Ciuman?

Menularkah AIDS Melalui Ciuman?

AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrom) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah retrovirus (suatu golongan virus) yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia, terutama CD4-T cell dan macrophage (komponen vital dari sistem kekebalan tubuh) dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Hilangnya atau berkurangnya sistem kekebalan / daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun. Jadi, virus ini bukan sumber infeksi atau penyakitnya sendiri. Oleh karena itu, kebanyakan pasien AIDS meninggal dunia akibat pneumonia atau penyakit infeksi lainnya, bukan karena HIV, di mana keadaan tubuh penderita sudah tidak mampu lagi melawan penyakit tersebut. Yang harus diingat adalah HIV positif bukan berarti AIDS, AIDS terjadi bila seluruh sistem kekebalan tubuh sudah rusak. Ketika tubuh manusia terkena virus HIV, maka orang yang terinfeksi HIV tersebut tidak langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan sesuai dengan perjalanan perusakan sistem kekebalan tubuh yang juga bertahap. Sehingga, dapat dikatakan, AIDS merupakan stadium terakhir dari infeksi HIV. Kasus pertama AIDS di dunia dilaporkan pada tahun 1981. Virus penyebab AIDS diidentifikasi oleh Luc Montagnier pada tahun 1983 yang pada waktu itu diberi nama LAV (lymphadenopathy virus) sedangkan Robert Gallo menemukan virus penyebab AIDS pada tahun 1984 yang saat itu dinamakan HTLV-III. Akan tetapi, dari beberapa literatur sebelumnya telah ditemukan kasus yang cocok dengan definisi surveilans AIDS pada tahun 1950 dan 1960-an di Amerika Serikat. Kasus pertama AIDS di Indonesia dilaporkan secara resmi oleh Departemen Kesehatan...
Penis Saya Bengkok Atau Normal???

Penis Saya Bengkok Atau Normal???

Sebagian orang merasa khawatir karena memiliki alat vital (penis) yang bengkok ke kiri atau ke kanan. Apakah keadaan tersebut normal? Apakah dapat menyebabkan impotensi? Adakah posisi khusus dalam melakukan hubungan seksual untuk menyiasati hal tersebut? Istilah “Peyronie” mungkin masih awam untuk sebagian orang. Peyronie adalah terbentuknya plak atau jaringan ikat yang mengeras pada salah satu sisi penis, sehingga akan membuat penis melengkung saat ereksi. Setiap pria dalam rentang umur 18 – 50 tahun dapat saja mengalami peyronie. Sampai saat ini, penyebab peyronie belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa peyronie dipengaruhi oleh masalah genetik dan cara meletakkan penis yang terlalu ke kanan atau ke kiri. Peyronie dapat juga disebabkan oleh trauma yang tidak disadari saat melakukan hubungan seksual. Tidak semua penis bengkok termasuk dalam kelompok peyronie. Penis dengan kebengkokan kurang dari 30o termasuk dalam variasi normal. Ada tiga gejala khas peyronie yang harus diperhatikan: Terdapat benjolan keras pada batang penis Penis bengkok saat ereksi Penis terasa sakit saat ereksi dan melakukan hubungan seksual. Apa yang harus dilakukan? Terkadang gangguan ini bisa hilang dengan sendirinya meskipun memakan waktu dan tergantung kondisi penderita. Tetapi apabila keadaan tersebut berlangsung secara terus – menerus selama 1 bulan, sebaiknya segera kunjungi dokter Anda. Apakah Peyronie dapat menyebabkan impotensi? Impotensi adalah suatu ketidakmampuan penis untuk ereksi sehingga tidak dapat melakukan hubungan seksual. Hal ini jarang ditemukan pada pasien dengan Peyronie. Pada umumnya, pasien hanya mengeluhkan ketegangan penis yang berkurang saat ereksi dan bersifat sementara. Tetapi apabila sudah terjadi gangguan aliran darah balik, maka dapat terjadi disfungsi ereksi dan pasien memerlukan pengobatan. Bagaimana mengobati penis yang bengkok ini? Tujuan terapi adalah untuk mempertahankan fungsi seksual. Dalam...
Ternyata, Pria Juga Mengalami “Menopause”!

Ternyata, Pria Juga Mengalami “Menopause”!

Penuaan adalah suatu kondisi biologis yang normal terjadi pada setiap manusia baik laki-laki maupun wanita. Dengan adanya keberhasilan pembangunan nasional pada umumnya termasuk pembangunan bidang kesehatan pada khususnya, telah menyebabkan terjadinya peningkatan status kesehatan dan gizi masyarakat yang antara lain terlihat dengan makin meningkatnya umur harapan hidup (UHH) di Indonesia. Data tahun 1980 menunjukkan UHH perempuan 54 tahun dan laki-laki 50,9 tahun, tetapi pada tahun 2002 UHH tertinggi diperkirakan 74,17 tahun di propinsi DI Yogyakarta dan terendah di Nusa Tenggara Barat 63, 88 tahun. Pada laki-laki yang mengalami proses penuaan ini karena pengaruh berbagai macam faktor yang juga sering dialami wanita menopause. Para ilmuwan sejak tahun 1940 menamai kumpulan gejala, tanda, dan keluhan tersebut dengan nama andropause/ADAM (Androgen deficiency in Aging Male) atau PADAM (Partial Androgen Deficiency in Aging Male). Istilah andropause memang masih merupakan sesuatu yang sering diperdebatkan. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani, yaitu andro yang berarti laki-laki dan pause yang berarti penghentian atau stop. Sehingga artinya akan menjadi suatu peristiwa yang dialami oleh laki-laki, berupa terhentinya atau berkurangnya fungsi fisiologis akibat berkurangnya atau menurunnya produksi hormon serta faktor-faktor yang dimiliki oleh laki-laki. Pada laki-laki istilah andropause masih merupakan sesuatu hal yang baru dan belum terbiasa didengar, bahkan sebagian orang meragukan adanya keluhan yang timbul berkaitan dengan penurunan fungsi hormon androgen pada laki-laki berusia diatas 55 tahun. Namun beberapa peneliti telah mendapatkan bahwa penurunan fungsi hormon testosteron pada laki-laki berusia diatas 55 tahun akan memberikan gejala sindroma andropause, dimana gejala yang dominan antara lain berkurangnya keinginan seksual (libido), penurunan potensi seksual (terutama kemampuan ereksi), mudah lelah, kurang energi, lesu, gangguan tidur, dan sebagainya. Data di negara barat...
Disfungsi Ereksi, Bila Mr.P Loyo…

Disfungsi Ereksi, Bila Mr.P Loyo…

Disfungsi ereksi adalah suatu keadaan berulang pada pria dimana pria tersebut tidak bisa ereksi/tidak bisa mempertahankan ereksinya dalam suatu hubungan seksual/sanggama. Kebanyakan pria akan mengalaminya suatu saat dalam hidupnya, biasanya setelah usia 40 tahunan. Disfungsi ereksi sering menyebabkan masalah emosional, mengganggu hubungan suami-istri dan juga stress psikis dan rasa rendah diri. Seberapa sering sih terjadi ? Menurut National Institutes of Health 2002, kurang lebih 15 juta sampai 30 juta laki-laki di amerika mengalami disfungsi ereksi , dan menurut National Ambulatory Medical Care Survey (NAMCS)1999 , kurang lebih 22 dari 1000 laki-laki di amerika mengalami disfungsi ereksi . Insiden terjadinya gangguan bervarasi dan meningkat seiringan dengan usia. Pada usia 40an, kurang lebih terdapat 5 % laki-laki dengan DE. Pada usia 65an , terdapat kurang lebih 15-25% . Apa penyebab disfungsi ereksi ini ? 70-80% disebabkan oleh gangguan organik / penyakit2 seperti diabetes, penyakit ginjal, penggunaan alkohol berlebihan, atherosclerosis, multiple sclerosis, keracunan logam berat, cedera saraf/tulang belakang dan juga penggunaan obat-obatan . Sedangkan sisanya kurang lebih 20 % disebabkan oleh gangguan psikis seperti stress, anxiety/gelisah dan depresi . Bagaimana memastikannya ? Pada penderita disfungsi ereksi dengan sebab yang jelas ( seperti penderita diabetes , penyakit ginjal, ) dan pada pria berusia 60 tahunan, tidaklah sulit mendiagnosa disfungsi ereksi , dan tidak memerlukan pemeriksaan yang spesifik. Dokter akan melakukan pemeriksaan darah rutin, dan disertai dengan total testosteron dan prolaktin dalam darah. Namun bila penyebab belum jelas dan berusia masih dibawah 60 tahun, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yang lebih spesifik, seperti pemeriksaan hormon, LH, FSH , Rigiscan testing, sampai pada pemeriksaan yang lebih invasif pada pembuluh darah ; seperti Doppler, angiography, specific...
10 Hal yang Menganggu Ereksi Pria

10 Hal yang Menganggu Ereksi Pria

Disfungsi ereksi memang menjadi masalah besar bagi pria. Hal yang menandakan kejantanan ini tiba-tiba loyo dan tak berdaya. Nah Anda bisa bantu cegah disfungsi ereksi. Yuk lihat beberapa hal yang bisa sebabkan disfungsi ereksi: 1. Depresi Otak Anda sebenarnya adalah organ yang erotis. Di sini saraf-saraf distimulasi yang membuat hasrat seksual, termasuk ereksi. Ketika pikiran Anda turun karena depresi, semua kesenangan Anda buyar sudah. Ironisnya juga, obat anti depresi biasanya juga akan menyulitkan Anda untuk ereksi. 2. Alkohol Masih perlu ditanya? Minum alkohol mungkin dijadikan pelarian bagi sebagian orang, dan tak jarang membuat Anda jadi kecanduan serta susah berhenti. Penggunaan alkohol berlebihan bisa meyebabkan disfungsi ereksi. Namun, penggunaan alkohol yang sesuai misalnya satu gelas standar sehari memang dapat menurunkan resiko gangguan jantung. Penurunan resiko gangguan jantung ini membuat resiko disfungsi ereksi pun menurun. Jadi, jangan berlebihan! 3. Obat-obatan Banyak obat yang efek sampingnya bisa membuat disfungsi ereksi, misalnya antidepresan, beberapa obat anti hipertensi. Selain itu berbagai jenis narkotika seperti kokai, ganja, amfetamin pun bisa membuat gangguan ereksi. 4. Stresssss! Stres membuat tubuh Anda menjadi tak bugar. Bahkan Anda pun jadi tak berminat dengan seks. 5. Konflik dengan si dia Rasa marah, kecewa dengan pasangan membuat Anda jadi tak bisa fokus terhadap seks. Buatlah suasana romantis tanpa kemarahan, lebih baik bukan? 6. Cemas Rasa cemas Anda bahwa Anda tak sehebat dulu di tempat tidur, malah akan membuat diri menjadi jatuh. Anda harus menyingkirkan jauh-jauh rasa cemas itu. Justru rasa cemas itu yang membuat gangguan ereksi semakin buruk. 7. Semakin tua, semakin gemuk Perut ini semakin tua semakin membuncit? Rasa percaya diri Anda semakin menurun? Semakin gemuk juga akan membuat hormon...
Ukur Kadar Testosteron Sendiri Yuk!

Ukur Kadar Testosteron Sendiri Yuk!

Testosteron, dikenal sebagai hormone pria, sangat berperan di dalam perkembangan sekunder pada pria sekaligus fungsi seksual pria. Walaupun dikenal sebagai hormon laki-laki, tapi hormon ini juga diperlukan perempuan. Jika kadar hormon ini menurun maka akan muncul keluhan dan bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Dari hasil penelitian, banyak sekali fungsi testosterone, di antaranya untuk merangsang otot, tulang, darah, energi, mempertahankan fungsi seksual seperti ereksi dan orgasme, juga membantu fungsi kognitif dan kenyamanan secara umum.   Untuk mendiagnosis penurunan testosteron ini, dilakukan 3 tahap, yakni: Mengumpulkan gejala yang positif Melakukan pemeriksaan fisik Menegakkan hasil pemeriksaan dengan laboratorium. Juga bisa dilakukan Aging Males Symptom (AMS) scale untuk mendeteksinya. UKUR TESTOSTERON SECARA AKURAT? BISA SAJA! Kadar testosterone dalam darah bisa diukur dengan metode laboratorium tertentu. Pemeriksaan lab testosterone seringkali digunakan untuk mendiagnosa kondisi tertentu pada pria, wanita, dan anak laki-laki. Pubertas yang terlambat, penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, dan penyakit seperti hipotalamus atau gangguan pituitary menjadi indikasi untuk melakukan pemeriksaan testosterone. Ada rentang kadar testosterone normal, berdasarkan usia dan tingkat kematuran. Namun kadar normal testosterone dalam darah berkisar antara 300-1000 nanograms /desiliter. Bagaimanapun, perlu dilakukan konfirmasi berupa tes ulang karena beberapa pria sebenarnya memiliki kadar normal ketika pemeriksaan diulangi lagi. Hal tersebut disebabkan fluktuasi dari hormone testosterone dalam darah. Sebenarnya merupakan hal yang normal untuk mengalami penurunan testosterone pada usia tua. Selain itu, penurunan testosterone dapat disebabkan penyakit hipotalamus ataupun penyakit liver, kelainan genetic seperti sindrom Klinefelter dll, produksi testosterone yang abnormal, ataupun konsumsi alcohol dalam jangka panjang. UKUR KADAR TESTOSTERON SENDIRI ? JUGA BISA! Selain wawancara secara medis dengan dokter ahli, sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang dapat Anda jawab sendiri untuk sekadar mengetahui...
Hubungan Intim bagi Penderita Diabetes!

Hubungan Intim bagi Penderita Diabetes!

Apakah diabetes akan menjadi rintangan bagi kehidupan intim anda?   Salah satu hal yang dapat menjadi kekhawatiran penderita diabetes adalah seks. Hampir 50% pria dan 25% wanita dapat mengalami masalah seksual yang berkaitan dengan penyakit diabetes. Komplikasi diabetes terhadap pria dan wanita dalam kehidupan seksualnya mungkin dapat muncul dalam hal yang berbeda tetapi pada kesimpulannya, masalah seksual yang dialami mereka dapat menjadi isu yang harus tetap dihadapi mereka dan pasangannya. Diabetes dapat mempengaruhi kehidupan seseorang dari segi fisik dan psikologis nya.   MASALAH SEKSUAL PRIA DIABETESI Pria penderita diabetes dapat menderita beberapa masalah yang berkaitan dengan komplikasi diabetes terhadap syaraf dan pembuluh darah kecil. Dalam hal ini, yang paling sering muncul adalah disfungsi erektil (ED/ Erectile Dysfunction) di mana seorang pria tidak dapat memunculkan atau mempertahankan kemampuan ereksinya untuk penetrasi saat hubungan seksual. Sekitar 20 – 75% pria penderita diabetes dapat mengalami hal ini. Yang lain adalah Retrogade Ejaculation atau sebuah kondisi di mana sebagian atau semua cairan semen pria malah kembali mengalir masuk ke dalam kemih bukan keluar dari ujung penis. Hal ini sebetulnya tidak berbahaya bagi tubuh karena semen tersebut akan keluar dengan sendirinya bersama urin tapi tentunya dengan adanya kondisi demikian, masalah ketidaksuburan bisa muncul bagi pasangan dengan diabetes yang mengharapkan anak. MASALAH SEKSUAL WANITA DIABETESI             Seringkali kita berpikir bahwa masalah seks karena diabetes lebih sering dialami oleh pria tetapi wanita sendiri juga dapat mengalami masalah seks. Hampir separuh wanita penderita diabetes mengalami kesulitan orgasme dan 32% wanita penderita diabetes mengalami masalah dengan kurangnya lubrikasi dalam aktivitas seksual. Selain dorongan seksual (libido) yang menurun, lubrikasi (pelumas) vagina yang juga berkurang, serta kemampuan untuk orgasme yang...
Mitos atau Fakta: Kesehatan Seksualita Remaja

Mitos atau Fakta: Kesehatan Seksualita Remaja

Masa-masa remaja adalah masa yang penuh masa yang labil, karena di saat inilah terjadi perubahan yang drastis pada tubuh dan juga perkembangan rohaniah. Seharusnya, masa remaja ini merupakan masa transisi perubahan dari anak dan dewasa dan dilakukan dengan mulus. Tetapi, akhir-akhir ini dengan banyaknya informasi yang masuk, seringkali membingungkan remaja. Oleh karena itu, redaksi Tanyadok.com ingin sekali lagi meluruskan beberapa mitos yang kerap beredar di kalangan remaja, terutama mengenai kesehatan reproduksi atau seksualita. Jika ada pertanyaan yang belum tertera, jangan malu bertanya kepada kami ya. Mitos: Semua remaja toh sudah melakukan seks pranikah! Fakta: Tidak! Jangan tergoda dengan pernyataan di atas. Memang dalam data statistika, terutama di daerah perkotaan angka kejadian seks pranikah semakin meningkat. Namun kamu perlu tahu efek buruknya bagi kesehatan jiwa dan raga. Salah satunya bisa kamu simak di artikel: “Seks Bebas? Pikir-Pikir Lagi!” Mitos: Melakukan seks saat dewasa itu malu-maluin dan tidak gaul. Fakta: Justru kamu perlu mempertahankan abstinensia (bertahan untuk tidak melakukan) terhadap seks bebas sampai hubungan kamu sah secara hukum dan agama. Mitos: Laki-laki selalu siap untuk melakukan hubungan seksual. Fakta: Tidak benar! Walaupun pikiran laki-laki rentan terhadap “seks”, namun streotipe ini tidak benar. Faktanya 2 dari 3 laki-laki lebih menginginkan hubungan atau relasi yang baik dibandingkan hanya semata-mata seks. Jadi, kita pun perlu menjaga diri dengan baik. Mitos: Perempuan tidak pernah menekan laki-laki untuk melakukan hubungan seksual. Fakta: Memang, seperti yang kita baca di harian atau surat kabar, seringkali ada pria yang memaksa hubungan seks pada perempuan. Namun perempuan pun memiliki ketertarikan seksual juga dan tidak menutup kemungkinan untuk sebaliknya. Mitos: Saya tidak akan hamil pada hubungan seks pertama. Fakta: Jika kamu sedang dalam masa ovulasi, sebenarnya tidak ada hubungannya entah hubungan...
Buah Hati Tak Kunjung Datang! Tolong!

Buah Hati Tak Kunjung Datang! Tolong!

Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan yang telah berumah tangga, karena anak adalah buah cinta orang tuanya. Anak dapat mempererat hubungan cinta antara ibu dan ayah dan melengkapi keharmonisan rumah tangga. Bagaimana bila sang buah hati belum hadir setelah bertahun-tahun menikah? Apakah ini erat hubungannya dengan ketidaksuburan pasangannya? Apa yang dimaksud dengan kesuburan (fertilitas) yang sebenarnya? Apakah ada cara untuk mengatasinya? Infertilitas atau ketidaksuburan adalah pasangan yang sudah melakukan hubungan seksual tanpa pencegahan kehamilan selama 12 bulan atau lebih dan tidak dapat hamil. Infertilitas dibagi menjadi dua yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer adalah suatu keadaan saat pasangan yang telah lama menikah tapi belum memiliki anak. Sedangkan infertilitas sekunder adalah keadaan di mana pasangan telah memiliki anak namun tak lagi dikaruniai anak dalam waktu yang lama. Hal ini harus dibedakan dengan kemandulan, karena kemandulan (sterilitas) adalah ketidakmampuan mutlak untuk memiliki keturunan misalnya pada pria yang telah melakukan vasektomi atau mengalami kastrasi (kebiri) dan atau wanita yang mengalami pengangkatan rahim atau mengalami tubektomi. Apa saja hal yang dapat menyebabkan infertilitas? Factor yang penting yang dapat mempengaruhi kesuburan, antara lain: 1. Usia : Untuk pria puncak kesuburan adalah usia 24-25 tahun dan 21-24 tahun untuk wanita, sebelum usia tersebut kesuburan belum benar matang dan setelahnya berangsur menurun. 2. Frekuensi hubungan seksual 3. Lingkungan : baik fisik, kimia maupun biologis (panas, radiasi, rokok, narkotik, alkohol, infeksi, dll). 4. Gizi dan nutrisi : terutama kekurangan protein dan vitamin tertentu. 5. Stress psikis : mengganggu siklus haid, menurunkan libido & kualitas spermatozoa, dll. Penyebab infertilitas dapat digolongkan atas dasar anatomi organ dan atau fungsinya. Penyebab pada laki-laki: 1. Kelainan anatomi : hypo-epispadia...
Halaman 1 dari 1112345Next10Next»»