Ada Benjolan Pada Miss V.. Kapan Harus Periksa?

Benjolan yang tumbuh disekitar vagina dapat disebabkan oleh berbagai macam sebab. Lalu apakah setiap benjolan tersebut berbahaya? Tentu tidak. Sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebab terjadinya benjolan. Benjolan yang timbul bisa disebabkan oleh sumbatan kelenjar, infeksi, kongenital atau tumor. Benjolan yang paling sering terjadi pada organ intim wanita, adalah Kista Bartholini, Abses Bartholini, dan Hymenal Tag.

Kelenjar Bartholini merupakan sepasang kelenjar yang terdapat pada sisi kanan-kiri vagina. Kelenjar tersebut berfungsi mengeluarkan cairan untuk melumasi vagina. Dalam keadaan normal, kelenjar Bartholini tidak dapat terlihat dan teraba karena berukuran sangat kecil. Gangguan pada kelenjar Bartholini yang sering terjadi adalah Kista Bartholini dan Abses Bartholini, dan kedua hal ini merupakan penyebab tersering terjadinya benjolan di daerah vagina. Biasanya hanya mengenai salah satu kelenjar.

 

Kista Bartholini terjadi akibat adanya sumbatan pada saluran keluar kelenjar Bartholini, sehingga kelenjar membengkak dan membentuk kista. Kista Bartholini pada umumnya tidak nyeri, adanya nyeri dapat menunjukan bahwa ukuran kista sudah semakin membesar dan terjadi infeksi. Sedangkan Abses Bartholini terbentuk ketika Kista Bartholini mengalami infeksi bakteri; seperti Chlamydia, Gonorrhea, dan Escherichia coli. Pada Abses Bartholini memiliki gejala seperti nyeri, kemerahan pada daerah sekitar vagina, terasa adanya gumpalan pada lubang vagina, tidak nyaman saat berjalan atau duduk, nyeri saat berhubungan seksual, dan demam.

 

Penanganan Kista Bartholini pada tahap awal dapat dilakukan dengan merendam daerah vagina di bathtub atau dibasuh dengan air hangat, agar sumbatan kembali terbuka. Apabila dalam beberapa hari tidak ada perbaikan atau bahkan kista semakin membesar, timbul nyeri yang semakin hebat, demam, dan perdarahan pada vagina segeralah ke dokter. Selain itu terapi yang diberikan dapat berupa operasi untuk kembali membuka sumbatan dan mengeluarkan abses, serta pemberian antibiotik yang sesuai. Penegakan diagnosa kista dan abses Bartholini dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik oleh dokter, kultur hanya dilakukan untuk menentukan jenis bakteri penyebab terjadinya abses.

 

Artikel Terkait


Rongga diantara gigi dan gusi

Tommy Supit, dr.

Bisul tidak kunjung sembuh

Leonita Hartanti, dr.

Merawat luka

Heidy, dr.

Benjolan di vagina, mengecil lalu membesar lagi

Gunterus Evans, dr.