Merawat Luka Sendiri di Rumah (Bagian 1)

Pasti setiap dari kita pernah mengalami luka, mulai dari luka jenis ringan hingga berat. Anak terjatuh bisa menimbulkan luka. Saat memotong bahan makanan, kita bisa terluka. Atau ketika kita sedikit tidak hati-hati dan tangan terbaret ujung meja, juga akan menimbulkan luka. Seseorang yang mengalami kecelakaan juga dapat terluka, baik ringan hingga berat.

Apa iya setiap jenis luka harus dibawa ke dokter untuk diobati? Luka seperti apakah yang bisa kita rawat sendiri dan bagaimana cara merawatnya? Penjelasan berikut dapat membantu sebagai pedoman “menjadi dokter” dalam merawat luka sendiri di rumah.

LUKA ADA APA SAJA?

Luka merupakan diskontinuitas jaringan, yaitu gangguan kesinambungan jaringan tubuh, sehingga terjadi pemisahan jaringan yang semula normal. Secara kasar, luka sendiri ada bermacam-macam, di antaranya:

  1. Luka iris atau luka sayat: disebabkan karena teriris benda tajam dan tipis, seperti pisau, silet, pecahan kaca, dan sebagainya. Luka jenis ini tidak dalam dan biasanya bersih. Panjang melebihi dalam luka.
  2. Luka robek: luka akibat benda yang merobek kulit dalam bentuk yang tidak beraturan.
  3. Luka lecet: luka yang timbul akibat gesekan dengan benda yang kasar dan keras serta tidak terlalu tajam, biasanya dapat mengeluarkan darah.
  4. Luka memar: luka yang timbul akibat terkena benda tumpul dan penyembabkan perdarahan di bawah kulit (hematom). Luka ini tidak menimbulkan diskontinuitas jaringan epitel kulit.
  5. Luka tusuk: luka yang timbul akibat tusukan dengan ciri khas dalam luka lebih besar daripada panjang atau lebar luka. Luka ini dapat timbul akibat tusukan paku, jarum, pisau, atau gigitan.
  6. Luka bakar: terjadi akibat kulit terbakar oleh api, air panas, bahan kimia, listrik, termasuk sinar matahari.
  7. Luka tembak: terjadi akibat masuknya tembakan peluru. Biasanya terdapat luka masuk dan luka keluar.
  8. Luka terinfeksi: merupakan luka yang sudah terkontaminasi oleh debu atau bakteri. Bila tidak dirawat dengan baik, infeksi dapat menyebar dan sulit disembuhkan. Luka yang sering terinfeksi adalah luka yang dalam seperti luka tusuk karena kotoran dan bakteri yang masuk ke dalam sulit untuk dibersihkan. Selain itu dapat pula terjadi akibat benda yang membuat luka adalah benda yang kotor atau berkarat.
  9. Luka operasi: luka yang sengaja dibuat untuk keperluan terapi. Luka ini biasanya paling cepat sembuh karena sayatannya rapih dan steril.

PROSES PENYEMBUHAN LUKA

Untuk menyatu kembali, luka harus melalui beberapa fase penyembuhan luka berikut:

1. Fase pembekuan

Kerusakan pada jaringan dan pembuluh darah menyebabkan perdarahan dan pengecilan pembuluh darah. Darah kemudian akan membeku dan menutup “lubang” pada pembuluh darah, sehingga perdarahan berhenti.

2. Fase peradangan

Pada fase ini, luka akan membengkak dan kemerahan karena terjadi reaksi-reaksi radang dari leukosit yang merangsang penyembuhan luka. Luka dapat terasa hangat. Fase ini berlangsung selama 4-5 hari.

3. Fase pembentukan jaringan granulasi

Saat ini terjadi pembentukan serat-serat kolagen dan jaringan granulasi yang terjadi 10 jam setelah timbul luka, dengan puncaknya pada hari kelima sampai ketujuh.

4. Fase pematangan

Di mana terjadi remodeling dari jaringan yang telah “ditambal” dengan jaringan yang baru, hingga permukaan kulit menjadi seperti sedia kala.

LUKA MANA YANG BOLEH DIRAWAT SENDIRI?

Anda dapat merawat luka sendiri di rumah bila:

-          Luka tidak termasuk dalam indikasi pemberian antibiotik dan tetanus yang tertera di bagian bawah artikel ini, karena luka-luka jenis ini umumnya perlu penanganan tertentu. Selain itu, pemberian antibiotik dan suntikan tetanus hanya diberikan sesuai resep dokter.

-          Luka tidak terlalu lebar dan dalam. Luka yang lebar dan perlu penanganan petugas kesehatan lebih lanjut karena mungkin perlu dijahit.

-          Tidak terdapat perdarahan yang banyak dan dapat segera dihentikan.

-          Tidak terdapat gangguan pergerakan dan sensasi, yang berarti saraf dan otot tidak mengalami kerusakan berarti.

-          Lokasi tidak pada organ penting, seperti di sekitar leher.

-          Tidak menimbulkan nyeri hebat, sehingga tidak memerlukan resep dokter untuk obat anti nyeri.

-          Luka tidak menimbulkan kelainan lain yang berarti, seperti patah tulang.

-          Bukan termasuk luka bakar yang luas dan menimbulkan gelembung, luka tembak, dan luka terinfeksi.

-          Luka tidak menimbulkan infeksi, bernanah, atau bengkak.

-          Tidak timbul demam 1-2 hari setelah kejadian.

Artikel Terkait


Payudara Anda Tak Sama Besar?

Irene Trisbiantara, dr.

Payudara merupakan salah satu bagian tubuh yang penting bagi wanita, biasanya bentuk keduanya sama. Tapi bagaimana bila salah satu lebih besar? Normalkah?

Liputan: 1st Jakarta Annual Surgical Symposia (JASS)

Aryo Pradito, dr.

Jangan Takut pada Nyeri Pasca-Operasi

Arie A. PoLim, dr., Sp.OG, K-FER,D.MAS

Tertusuk serpihan kaca

Tommy Supit, dr.