Mengapa HIV/AIDS Ditandai “Pita Merah”?

Mengapa HIV/AIDS Ditandai “Pita Merah”?

Tanggal 1 Desember, yang merupakan hari AIDS sedunia sering dijadikan momentum bagi para aktivis untuk menunjukkan keprihatinan dan dukungan terhadap terus bertambahnya kasus HIV/AIDS di seluruh belahan dunia. Dan, sebagai simbolnya digunakan sebuah pita berwarna merah yang dikenal di seluruh dunia sebagai The Red Ribbon. Mungkin Anda sendiri juga pernah menggunakan pita merah tersebut dalam kegiatan yang berhubungan dengan hari AIDS sedunia, namun apa makna dan pesan dari pita merah tersebut?

Setelah lebih dari 30 tahun memerangi penyakit AIDS di seluruh dunia, hari AIDS sedunia tahun 2011 memiliki thema “Getting to Zero” dengan difokuskan pada 3 target, yakni  “Zero new HIV infections. Zero discrimination. Zero AIDS-related deaths“. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk membantu pencapaian target tersebut? Salah satu cara paling mudah adalah dengan menggunakan pita merah tersebut.

Pita merah merupakan simbol internasional yang digunakan oleh seluruh warga di dunia sepanjang tahun, terutama pada hari AIDS sedunia untuk menunjukkan kesadaran dan keprihatinan terhadap penderita AIDS dan untuk mengingatkan kepada sesama, bahwa dukungan dan komitmen mereka untuk membantu penderita AIDS sangatlah penting.

Kapan dan Siapa yang menciptakan simbol pita merah?

Pada tahun 1991, 12 orang seniman yang terdiri dari fotografer, pelukis, pembuat film, dan designer kostum berkumpul bersama dan menciptakan simbol pita merah. Namun mereka menolak menggunakan nama pribadi, dan menjadikan Visual AIDS Artist Caucus sebagai nama pencipta pita merah tersebut. Mereka berkomitmen untuk menjadikan pita merah tersebut hanya untuk sebagai simbol keprihatinan sosial terhadap penderita AIDS, dan bukan menjadi simbol komersial. Salah satu langkah yang diambil untuk mewujudkannya adalah dengan tidak membuat hak paten bagi simbol pita merah agar tidak ada individu maupun organisasi yang mengambil keuntungan dari pita merah.

Apa makna simbol pita merah?

Warna merah dipilih karena merupakan warna darah, yang melambangkan semangat, dan cinta kasih. Warna lain seperti pink dan warna pelangi dianggap terlalu identik dengan komunitas gay sehingga akhirnya dipilihlah warna merah. Sedangkan bentuk pita yang sangat sederhana, dipilih agar semua orang dapat membuat simbol pita merah tersebut.

Bagaimana simbol pita merah bisa dikenal di seluruh dunia ?

Pada awal kemunculannya, pita merah diserbarkan di sekitar New York Art Scene dan teater-teater. Pita merah tersebut disertai dengan teks yang menjelaskan arti dari pita merah tersebut agar semua orang dapat memahami maknanya. Seiring berjalannya waktu, teks tersebut tidak lagi dugunakan karena simbol tersebut sudah mendunia dan tak lagi memerlukan penjelasan.

Beberapa minggu setelah kemunculan pertamanya, beberapa aktor terkenal mulai menggunakan pita merah tersebut pada acara-acara penting, seperti penghargaan Oscar. Mereka juga menjelaskan kepada media akan pentingnya simbol pita merah tersebut.

Pada tahun 1992, Freddie Mercury Tribute Concert di stadion Wembley mendistribusikan lebih dari 100.000 pita merah kepada para penontonnya, dan para pengisi acara, salah satunya adalah George Michael turut menggunakan pita merah di panggung. Dan sampai saat ini,simbol pita merah terus digunakan dalam berbagai acara di seluruh dunia. Maka mari kita tunjukkan solidaritas dan kepedulian kita terhadap para penderita AIDS di seluruh dunia dengan menggunakan pita merah.

Referensi :

  1. The Red Ribbbon. Diunduh dari http://www.worldaidsday.org/the-red-ribbon.php
  2. World AIDS day. Diunduh dari http://www.avert.org/world-aids-day.htm

Artikel Terkait


Bagaimana cara Mendiagnosa HIV/AIDS?

Clara Meliana Oshinta Pangaribuan, dr.

SLIDESHOW: 9 Perilaku Beresiko Tinggi Tertular AIDS

Felicia Setiawan, dr.

Terapi AntiRetroviral untuk HIV / AIDS

Hygiena Kumala Suci, dr.

Obat antiretroviral telah dikenal luas sebagai satu-satunya obat yang dapat menghambat perkembangan penyakit HIV/AIDS. anda tentu harus mengenalnya sebelum menggunakannya bukan ???

Bagaimana cara Mendiagnosa HIV/AIDS?

Clara Meliana Oshinta Pangaribuan, dr.