Memisahkan Antara Mitos Dan Fakta Pada Kehamilan, Persalinan Dan Nifas Tanya dokter, gratis konsultasi. Cari rumah sakit dokter klinik. Artikel kesehatan anak ibu hamil wanita cantik penyakit jantung diet sehat langsing fitness

Memisahkan Antara Mitos Dan Fakta Pada Kehamilan, Persalinan Dan Nifas

     

Mitos: Merokok dapat membuat keguguran dan cacat janin.

Fakta: Merokok buruk bagi kesehatan ibu dan janin, dapat menyebabkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan prematur. Perkembangan bayi ini juga akan mengalami banyak masalah seperti retardasi mental, serebral palsi, dan ketidakmampuan belajar.

 

Mitos: Produk perawatan kulit ada yang dapat menghilangkan stretch mark.

Fakta: Tidak semua orang bisa mendapatkan efek ini. Stretch marks lebih dipengaruhi oleh factor genetik dan peningkatan berat badan.

 

Mitos: Persalinan normal akan menyebabkan lemahnya fungsi kandung kemih.

Fakta: Seiring dengan berkembangnya pengetahuan medis, kondisi ini telah jarang ditemui. Ibu yang menjalani proses persalinan normal (melalui vagina), dan mengalami kerusakan otot dan jaringan ikat rongga panggul memang dapat menyebabkan gangguan berkemih. Otot rongga panggul menjadi lemah. Akan tetapi sebenarnya ada teknik untuk mengencangkan otot-otot ini, yang bernama latihan Kegel. Latihan itu dapat dilakukan ketika hamil dan seminggu setelah Anda melahirkan.

 

Mitos: Begitu cairan ketuban pecah, bayi akan segera lahir.

Fakta: Proses persalinan bergantung pada kekuatan kontraksi. Pada saat ketuban pecah, pada umumnya masih membutuhkan waktu beberapa jam untuk timbul kontraksi. Namun, proses persalinan memang harus segera dilaksanakan segera setelah ketuban pecah agar bakteri di vagina tidak masuk ke dalam rahim dan menyebabkan infeksi pada janin.

 

Mitos: Mengepel lantai, banyak ‘jongkok’ dan ‘menungging’ akan mempercepat proses kelahiran.

Fakta: Aktifitas tersebut adalah pilihan dari aktifitas yang dianjurkan untuk melancarkan proses persalinan. Pasalnya, aktifitas menungging juga dapat membantu membetulkan posisi bayi yang melintang.

 

Mitos: Tidak boleh bersenggama setelah melahirkan.

Fakta: Sanggama memang tidak dianjurkan pada 40 hari setelah melahirkan. Aktifitas ini dapat mencegah proses mengecilnya rahim. Proses berhubungan seksual juga dengan mudah memasukkan resiko infeksi atau pendarahan pada jalan lahir. Lapisan mukosa pada jalan lahir masih sensitif karena meningkatnya aliran pembuluh darah pada saat melahirkan.

1 2 3 4 5
Dokter Umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) kelas Internasional, angkatan 2005.

Related Posts

Kenali Mitos dan Fakta Hangover Pasca Pesta Tahun Baru!

Kenali Mitos dan Fakta Hangover Pasca Pesta Tahun Baru!

Wanita Merokok dan Efek Kesehatannya

Wanita Merokok dan Efek Kesehatannya

Wanita, Penderita Utama Penyakit Otoimun

Wanita, Penderita Utama Penyakit Otoimun

Tips Rambut Sehat dan Kuat dibalik Hijab

Tips Rambut Sehat dan Kuat dibalik Hijab

Nyeri Haid, Bagaimana Cara Menanggulanginya?

Nyeri Haid, Bagaimana Cara Menanggulanginya?

Related Posts

Apakah Suntik Tentanus Berbahaya Untuk Janin dan Kehamilan

Pagi menjelang siang dok. Yang saya ingin tanyakan...

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Makanan

Dok, saya sudah mencoba berbagai cara menghilangka...

Tanda Hamil setelah melahirkan bisakah dihilangkan

Saya baru melahirkan dan di perut saya banyak tand...

Cara Mengatasi Varises pada Perempuan

Dok, saya perempuan usia 25thn. Mau tanya soal var...

Berbahayakah Stres pada Ibu Hamil

Mau nanya nih dokter kalau stres pada ibu hamil it...