Melahirkan Normal Setelah Operasi Sesar Sebelumnya? Mungkinkah?

Melahirkan Normal Setelah Operasi Sesar Sebelumnya? Mungkinkah?

Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), atau Trial of Labor After Caesarean (TOLAC) adalah istilah untuk melahirkan anak secara normal (melalui vagina) setelah anak yang sebelumnya dilahirkan secara operasi Sesar (Caesarean section). Sejak tahun 1916, terkenal istilah bahwa setelah sesar, harus sesar lagi. Sampai tahun 1988, hanya 3% anak yang berhasil lahir normal setelah anak sebelumnya melalui operasi sesar.

Ada banyak alasan kenapa sebaiknya melahirkan normal, baik untuk si ibu maupun si bayi, antara lain:

Ibu:

  • Mencegah kematian dari operasi
  • Mencegah komplikasi operasi
  • Mencegah kehilangan darah banyak
  • Mengurangi resiko infeksi
  • Mengurangi resiko cedera organ sekitar
  • Mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah karena bekuan darah operasi
  • Menyusui biasa lebih mudah setelah melahirkan normal, lebih hemat.

Anak:

  • Menurunkan kejadian hipertensi paru persisten
  • Lahir normal mengkondisikan bayi akan kehidupan di luar rahim
  • Mencegah cedera bayi akibat operasi
  • Tingkat kematian bayi lebih rendah ketimbang sesar elektif

Kelahiran sesar adalah melahirkan bayi melalui insisi (pemotongan bedah) yang dibuat di dinding perut dan melalui rahim, bukan melalui vagina. Alasan untuk bedah caesar termasuk kegagalan untuk melanjutkan persalinan normal, kelainan laju jantung janin, dan komplikasi yang melibatkan plasenta (ketuban). Karena melahirkan sesar adalah prosedur pembedahan besar, ini berarti terdapat risiko yang ditimbulkan oleh operasi besar lainnya, seperti infeksi atau komplikasi dari anestesi (pembiusan). Kandidat bedah sesar biasa juga akan mempunyai kesulitan pada kehamilan berikutnya.

Artikel Terkait


Mungkinkah Melahirkan Normal setelah 2 kali Operasi Caesar?

Tommy Supit, dr.

Operasi Caesar Diduga Penyebab Obesitas Anak

Aldo Fransiskus Marsetio, dr., BMedSc

Kapan Boleh Aerobik Setelah Caesar?

Maria Kaha, dr

Haid pada ibu menyusui

Maria Kaha, dr