Laki-laki Pun “menopause”

  Tanya dokter gratis video chat call. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Mungkin anda lebih sering mendengar kata menopause dibandingkan andropause. Menopause adalah berhentinya proses menstruasi pada wanita, di mana sel telur (ovum) sudah tidak diproduksi lagi. Lalu, apa itu andropause?

Andropause adalah menurunnya kadar hormon testosterone pada pria, oleh karena itu dinamakan andro(pria)-pause. Sebenarnya istilah ini tidak terlalu tepat karena walaupun telah berusia lanjut, produksi spermatozoa terus berlangsung walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit. Jadi tidak terjadi penghentian (pause) dalam arti yang sesungguhnya. Selain itu proses menurunnya kadar testosteron dan munculnya gejala andropause berlangsung demikian perlahan, dibandingkan menopause, sehingga sering tidak dikenali. Terlepas dari tidak tepatnya istilah andropause, gejala itu memang ada dan memerlukan perhatian untuk ditangani.

Penelitian di negara-negara barat menunjukkan bahwa 10-15% pria mulai mengalami andropause pada usia 60 tahun, sedangkan 54% pria menunjukkan gejala andropause pada kelompok umur 60-90 tahun. Dengan bertambahnya angka harapan hidup, maka jumlah penderita gejala andropause akan meningkat dengan pesat. Jadi, para pria perlu berhati – hati juga karena tidak hanya wanita yang dapat mengalami menopause.
Pada artikel ini, kami akan menjelaskan bagaimana kita dapat mempersiapkan menopause dan andropause dengan baik. Tetapi sebelum itu, alangkah baiknya bila kita mengetahui apa yang menjadi penyebab, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta dampak – dampak yang akan terjadi saat menopause dan andropause, sehingga kita dapat lebih mudah untuk mengatasinya.

Pertama – tama, mari kita lihat dari dampak yang akan terjadi pada tubuh kita ketika kita mengalami menopause dan andropause. Dampak yang paling berbahaya dan paling sering terjadi adalah terjadinya osteoporosis (pengeroposan tulang). Hormon estrogen yang dihasilkan tubuh akan menghambat osteoklas (penghancuran tulang) dan kita tahu bahwa saat menopause, estrogen yang dihasilkan oleh seorang wanita akan berkurang sampai mendekati nol sehingga osteoklas akan lebih cepat terjadi dan memicu terjadinya osteoporosis.

Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini terjadi karena ketika hormon estrogen wanita sudah habis, wanita tidak memiliki cadangan hormon yang dapat diubah menjadi estrogen. Sedangkan pada pria, ketika hormon estrogen yang menghambat osteoklas sudah habis, hormon androgen yang dimiliki oleh pria dapat diubah menjadi estrogen. Dikatakan bahwa pria memproduksi hormon androgen 20 kali lebih banyak dibandingkan wanita. Oleh karena itulah, pria lebih jarang terkena osteoporosis.

Lalu, dampak berikutnya yang patut diperhitungkan adalah masalah psikologis (kejiwaan). Setelah menopause dan andropause dikatakan bahwa orang akan menjadi lebih mudah untuk marah, uring-uringan, serta depresi. Dampak yang lain adalah penurunan kecerdasan, bertambahnya jumlah lemak tubuh yang diikuti dengan berubahnya distribusi lemak. Lemak ini akan menumpuk di daerah perut dan menggembung pada daerah dagu Pada andropause, juga akan terjadi penurunan massa otot karena testosteron juga berperan dalam perkembangan massa otot.

Nah, sekarang kami akan membahas penyebab dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi turunnya kadar estrogen dan testosteron ini.

Salah satu yang paling krusial adalah UMUR. Kita jelas tidak dapat menunda pertambahan umur. Dan semakin bertambahnya umur maka fungsi fisiologis tubuh kita juga akan menurun sedikit demi sedikit. Salah satunya adalah fungsi kelenjar pituitary. Kelenjar pituitary disebut master kelenjar karena fungsinya yang sangat banyak.

Salah satu fungsi kelenjar ini adalah menghasilkan Gonadotropic hormone (FSH,LH,ICSH) di mana akan mempengaruhi ovarium dan testis untuk menghasilkan estrogen dan testosterone. Lalu, fungsi lainnya adalah menghasilkan Adrenocorticotropic hormone (ACTH) di mana akan mempengaruhi adrenal cortex untuk menghasilkan hormon seks (androgen).

Kalau kelenjar pituitary ini mengecil, tentu fungsinya akan menurun sehingga hormon-hormon yang dihasilkan juga semakin sedikit, akibatnya hormon estrogen, testosteron, dan androgen yang dihasilkan juga semakin sedikit.

Pertambahan umur juga akan mengurangi jumlah globulin dan albumin. Globulin adalah protein yang mengikat hormon seks (androgen), sedangkan albumin adalah protein yang mengikat hormone yang larut dalam lemak (estrogen, testosteron, dll). Jadi bisa dikatakan bahwa globulin dan albumin adalah kendaraan supaya hormon-hormon yang dihasilkan bisa sampai pada daerah yang dituju. Nah, kalo protein-protein itu berkurang, tentunya transpor hormon-hormon itu menjadi terganggu dan jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Selain umur, faktor yang sebenarnya juga mempengaruhi adalah gaya hidup. Banyak orang tidak menyadari bahwa gaya hidup yang tidak baik di masa muda akan membuat masa tua nya menjadi lebih buruk. Contohnya adalah olahraga dan pola makan. Olahraga yang kurang dan asupan nutrisi yang tidak cukup akan memperparah dampak menopause dan andropause. Misalkan saja orang yang suka minum alkohol dan merokok. Alkohol merupakan salah satu sumber radikal bebas yang dapat merusak jaringan-jaringan tubuh. Alkohol dalam jumlah berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit hati (liver disease) yang merupakan salah satu faktor yang mengurangi kadar albumin (pengangkut hormon estrogen dan testosteron).

Sedangkan rokok akan membuat jumlah air liur menurun sehingga nafsu makan menjadi berkurang. Kalau nafsu makan berkurang, bagaimana kita dapat memperoleh nutrisi yang cukup? Sedangkan kita tahu bahwa nutrisi (karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral) adalah sumber pembentuk hormon sehingga sangat mempengaruhi menopause dan andropause.

Dengan melihat apa yang sudah kami bahas di atas, berikut akan kami berikan 1 poin penting untuk membantu kita menghadapi menopause dan andropause. Hal itu adalah perubahan pola hidup. Seperti sudah disebutkan, pola hidup yang dimaksud mencakup olahraga dan asupan nutrisi yang cukup. Sekarang akan kami bahas satu per satu.

Olahraga sangatlah penting. Ternyata, bukan hanya otot saja yang perlu dilatih, tulang pun juga membutuhkan pelatihan yang memadai. Tulang itu tumbuh hanya sampai umur 35 tahun. Dari umur 35 ke menopause, wanita akan kehilangan 0,12 % dari massa tulangnya per tahun. Lalu, dari menopause sampai umur 65, rata-rata tulang yang hilang menjadi 1% per tahun. Oleh karena itu, tulang kita juga sangat perlu untuk dilatih.

Olahraga seperti berjalan kaki dan jogging merupakan hal yang paling sederhana dan mudah untuk meningkatkan massa tulang. Saat menopause, estrogen menurun drastis sehingga pengeroposan tulang tidak ada yang menghambat. Nah, olahraga itu meningkatkan massa tulang sehingga saat pengeroposan tulang, efek yang kita rasakan tidak akan signifikan.

Selain olahraga, pola makan yang benar juga akan sangat membantu. Selain mengkonsumsi makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein) yang cukup, ternyata mineral dan vitamin yang merupakan mikronutrien juga merupakan hal yang penting. Mineral – mineral seperti kalsium, fosfor, dan khususnya vitamin D sangat membantu mencegah osteoporosis.

Vitamin D berfungsi untuk penyerapan kalsium dan dapat diperoleh dari sinar matahari. Banyak orang lebih memilih untuk berdiam diri di dalam rumah dan bermalas-malasan. Padahal, penting bagi orang yang sudah menopause untuk keluar rumah dan menghangatkan tubuhnya dengan sinar matahari supaya mendapatkan vitamin D yang cukup.

Sedangkan kalsium juga sangat penting untuk kesehatan tulang. Kalsium banyak terdapat pada susu, daging, brokoli, bayam. Asupan kalsium yang dianjurkan setelah menopause adalah 1700 mg/hari. Fosfor juga berperan penting pada kesehatan tulang dan gigi. Fosfor banyak terdapat pada ikan laut, ayam, daging, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia atau gandum.

Sekarang kami akan memberikan tips untuk mengatasi masalah psikologis setelah menopause dan andropause (suka marah-marah, uring-uringan, depresi, dll). Salah satu cara yang baik dan efisien adalah dengan meningkatkan kegiatan yang berhubungan dengan ibadah.

Pendekatan keagamaan akan memberikan hasil yang baik untuk mengatasi masalah kejiwaan yang biasanya tampil dalam bentuk keluhan seperti penolakan terhadap kemunduran fisik, kemampuan berpikir, gelisah dan perasaan takut serta stress. Timbulnya keluhan tersebut banyak berakar dari ketidakmampuan menerima perubahan-perubahan yang terjadi dengan bertambahnya usia yang tidak dapat dihindari. Dengan rajin beribadah, diharapkan kita akan lebih dapat menerima setiap perubahan-perubahan itu dan mulai memikirkan bagaimana agar hidup kita ini menjadi lebih berguna dan tidak sia-sia.

Setelah membaca artikel ini, tentunya dapat kita lihat bahwa menopause dan andropause bukan hal yang perlu kita takuti. Dan kami berharap dengan artikel ini dapat meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman pembaca mengenai menopause dan andropause serta persiapan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Sumber

  • Pathofisiology, Kathryn L.Mc Cance Sue E. Huether
  • Nutrition and exercise, Myron Winick
  • www.medscape.com/viewarticle/520577
  • http://content.nejm.org/cgi/content/full/354/14/1507#F1

Related Posts

Gondongan = Mandul ???

Gondongan = Mandul ???

SLIDE SHOW : Mitos Vs Fakta tentang Penis

SLIDE SHOW : Mitos Vs Fakta tentang Penis

Ternyata, Pria Juga Mengalami “Menopause”!

Ternyata, Pria Juga Mengalami “Menopause”!

Disfungsi Ereksi, Bila Mr.P Loyo…

Disfungsi Ereksi, Bila Mr.P Loyo…

10 Hal yang Menganggu Ereksi Pria

10 Hal yang Menganggu Ereksi Pria

Related Posts

Kadar hormon testosteron saat remaja

Dok, saya ingin bertanya mengenai hormon testoster...

Pertanyaan Kesehatan Seputar Pertumbuhan Tinggi Badan

Dear dokter, saya ada beberapa pertanyaan Tanya : ...

Ejakulasi dini setiap berhubungan seks, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Siang dok, umur saya 29 thn mau tanya tentang seks...

Bintik di kepala penis tak gatal nyeri apakah penyebabnya

Dok, bagaimana solusi pertanyaan saya, mengenai bi...

Apa penyebab kebotakan muda ? apakah botak itu turunan?

malam dok,, saya seorang mahasiswa umur 23 tahun.....