Kenapa kakiku bengkak dan nyeri ?!?

     

Pernah mendengar deep vein trombosis? Atau ada tetangga anda mengalami kaki yang bengkak, nyeri, merah setelah perjalanan cukup lama dan kurang bergerak?

Apa itu deep vain trombosis ?
DVT merupakan pembentukan bekuan darah di dalam pembuluh darah vena bagian dalam. DVT sering juga disebut bekuan darah di kaki.

Apa penyebab dan faktor resikonya ?
Tidak seperti pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, vena atau pembuluh darah balik, menghantarkan darah dari bagian tubuh kembali ke jantung dan paru-paru. Di kedua organ penting ini, darah akan mengalami oksigenasi atau pembuatan O2 yang memang mutlak dibutuhkan jaringan tubuh.
DVT paling banyak terjadi di vena-vena bagian dalam kaki dan paha. Pembuluh vena dalam ini, khusus terbungkus oleh otot-otot paha dan tungkai bawah mempunyai semacam saluran berdinding kenyal serta disekat-sekat oleh katup-katup yang membuat aliran darah berjurusan searah. Darah akan dibawa dari bawah ke atas, atau dari kaki ke arah jantung.

Oleh karena aliran ini dasarnya melawan gravitasi, walaupun sudah dilengkapi katup, tetap saja jalannya darah menjadi perlahan. Lain dengan darah arteri yang bertekanan tinggi. Dengan adanya sifat kekentalan darah, maka aliran lambat dan merangsang potensi timbulnya gumpalan.

Hanya masalahnya, kalau aliran yang lambat ini masih diperlambat lagi oleh posisi kaki yang beku, pastilah aliran darah akan lebih lambat lagi. Akibatnya darah di tempat itu bisa menggumpal. Gumpalan (trombus) ini bisa besar dan mengganggu aliran darah vena. Sebenarnya otot-otot kaki dapat diaktifkan atau digerak-gerakkan sambil santai memainkan mouse, karena akan merangsang aliran ke atas.

Hal ini dimungkinkan karena otot-otot di sekeliling pembuluh vena dapat ikut meremas-remas dinding pembuluh darah sehingga membantu mempercepat alur penghantarannya. Sayangnya, bekuan darah yang mula-mula menempel di dinding itu, statusnya justru labil atau gampang lepas dari cantelannya sehingga masuk dalam peredaran darah (terjadi emboli).

Gumpalan yang lepas selanjutnya akan terbawa aliran darah ke atas dan akan nyangkut dimana saja. Jika sumbatan hanya di pembuluh darah balik di bagian atas kaki atau pinggul, paling-paling hanya akan mendatangkan rasa nyeri, panas atau pegal-pegal lokal, ini sifatnya sementara, akan hilang dalam beberapa jam, sehingga tidak menimbulkan masalah yang serius.

Akan tetapi, kalau sumbatan itu masuk ke organ-organ vital, seperti ke salah satu pembuluh arteri paru-paru, atau pembuluh darah di otak, hati, dan lain-lain, akibatnya akan berbahaya bagi organnya. Pada paru-paru akan menyebabkan Pulmonari Embolism (arteri paru-paru tersumbat emboli), sedang pada otak akan menyebabkan stroke.

Adapun faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya DVT meliputi duduk yang terlalu lama (seperti duduk lama di pesawat atau perjalanan mobil) atau baring total (bedrest). Bisa juga terjadi pasca operasi (khususnya operasi pinggul/pangkal paha, lutut, atau organ reproduksi wanita), patah tulang, pascapersalinan sampai 6 bulan, dan penggunaan obat-obat seperti estrogen dan kontrasepsi. Juga terutama akibat kebiasaan merokok. Merokok dapat menimbulkan plak yang bisa meyumbat pembuluh darah.

Overproduksi sel darah merah dalam sumsum tulang (polycythemia vera), kanker (tumor ganas), kekentalan darah yang meningkat (hyperkoagulabilitas) juga termasuk dalam faktor resiko penyebab DVT.

Deep venous thrombosis ini kebanyakan terjadi pada usia diatas 40 tahun (tahun), tapi bisa juga terjadi pada usia berapapun. Akhir-akhir ini diketahui pekerja kantoran juga termasuk kategori beresiko tinggi terkena DVT karena kurang bergerak dan lebih banyak duduk di depan komputer

Apa gejala dari DVT ?

  • Nyeri kaki pada satu tungkai
  • Kaki terasa kenyal/lunak pada satu kaki
  • Bengkak (edema) pada satu kaki
  • Terasa panas pada satu kaki
  • Terjadi perubahan warna kulit (memerah) pada satu kaki.

Apa Tanda dan Pemeriksaan untuk DVT ?
Latihan/exercise ringan akan menyebabkan kaki yang terkena DVT memerah, bengkak (edema), dan kenyal (lunak).
Adanya DVT dapat dilihat dari pemeriksaan:

  • Rontgen X-rays untuk melihat vena-vena di kaki (venography)
  • Doppler ultrasound exam (USG) tungkai
  • Plethysmography kaki
  • D-dimer blood test

Berbagai penyebab peningkatan kekentalan darah (hiperkoagulabilitas) dapat ditemukan dengan pemeriksaan darah sebagai berikut:

  • Antithrombin III, protein C, protein S
  • Factor V Leiden
  • Prothrombin 20210a mutation
  • DIC screening
  • Lupus anticoagulant and anticardiolipin antibodies

Apa efek DVT ini  kedepannya ?
Kebanyakan penderita DVT tanpa gejala, dan bisa sembuh. Tapi bisa juga jadi nyeri kronik dan edema di kaki, yang dikenal dengan post phlebitic syndrome. Pulmonary embolus jarang terjadi jika DVT diobati dengan segera, tapi tetap bisa terjadi dan membahayakan jiwa.

Apa Komplikasinya ?

  • Pulmonary embolus
  • Post-phlebitic syndrome

Hubungi dokter atau petugas medis segera jika anda terkena gejala-gejala seperti DVT. Apalagi jika anda telah menderita DVT dan terdapat gejala nyeri dada, sesak nafas, pingsan, penurunan kesadaran, dan gejala-gejala yang mengancam jiwa lainnya.

Bagaimana Pengobatan DVT ?
Pengobatan DVT bertujuan untuk membantu mencegah terjadinya emboli paru-paru (pulmonary embolus) dan komplikasi DVT lainnya. Selama ini, pengobatan standard DVT adalah heparin anticoagulant) untuk mencegah makin banyaknya penggumpalan darah. Heparin ini diberikan melalui vena. Hasilnya sebagai antikoagulasi cepat dan mengancurkan bekuan. Dapat juga diberikan obat per oral yaitu warfarin yang dikombinasikan dengan heparin. Pengobatan DVT perlu dirawat di rumah sakit untuk memudahkan observasi dan tindakan kalau terjadi komplikasi.

Bagaimana mencegah DVT ?
Dokter biasanya akan memberikan antikoagulan sebelum operasi jika anda mempunyai resiko tinggi untuk mencegah terjadinya DVT. Untuk mencegah DVT, gerakkan kaki selama perjalanan di pesawat atau mobil yang lama, atau waktu duduk dan berbaring yang cukup lama.

Istirahat sejenak saat menggunakan komputer adalah jalan terbaik, minimal dua jam sekali berdiri dan seringkali melakukan gerakan di bagian kaki saat duduk di depan komputer untuk memperlancar aliran darah. Penyumbatan darah tidak akan langsung dirasakan saat kita beraktifitas, namun baru akan terjadi setelah kita istirahat.

Daftar Pustaka
Bulger CM, Jacobs C, Patel NH: Epidemiology of acute deep vein thrombosis. Tech Vasc Interv Radiol 2004 Jun; 7(2): 50-4[Medline].
Cogo A, Bernardi E, Prandoni P, et al: Acquired risk factors for deep vein thrombosis in symptomatic outpatients. Arch Intern Med 1994; 151: 164-168[Medline].
Koopman MM, Van Beek EJ, Ten Cate JW: Diagnosis of deep vein thrombosis. Prog Cardiovasc Dis 1994; 37: 1-12[Medline].

http://medicinenet.com

http://medlineplus.com

http://bupa.com

http://e-medicine.com

Related Posts

Rokok, Jantung dan Pembuluh Darah

Rokok, Jantung dan Pembuluh Darah

Thalasemia

Thalasemia

Buah Zakar Bengkak.. Mungkin Varikokel!

Sindrom Antifosfolipid

Sindrom Antifosfolipid

Makanan Diet Sehat Penangkal Reaksi Radang

Makanan Diet Sehat Penangkal Reaksi Radang

Related Posts

Apakah Leukemia menular dan bagaimana pengobatannya ?

dok, saya mau bagaimana cara penularan sakit leuki...

Pembuluh darah menonjol, variseskah?

Dok… Bagaimana cara mengurangi timbulnya pem...

Urat Menonjol

Kenapa urat di tangan & kaki menonjol, apalagi...

Stadium Kanker Otak

Dok,saya mau bertanya: Saya punya adik laki-laki b...

Urat tangan Keluar

Dok kenapa urat tangan saya keluar semua ya? Bagai...