Insomnia Pada Orang Tua

Insomnia Pada Orang Tua


Dalam sehari jantung berdenyut 100.000 kali. Darah melewati pembuluh-pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler yang panjang seluruhnya 17 juta mil. Kita mengucapkan kira-kira 4.000 hingga 5.000 kata, bernapas 20.000 kali, menggerakkan otot-otot besar 750 kali, dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Pun dewasa ini kita harus menghadapi stress dan aktivitas sehari-hari yang menghabiskan tenaga. Jadi, manusia memang perlu beristirahat!

Tidur merupakan cara beristirahat yang sangat efektif. Dengan tidur yang cukup maka kita dapat mengembalikan energi sehingga dapat bekerja dan melakukan aktivitas lagi, memulihkan sel-sel jantung dan otot, memproduksi hormon-hormon yang penting untuk fungsi tubuh, mengembalikan fungsi sosial, memperkuat diri dalam menghadapi stress, pemahaman serta penguasaan akan berbagai masalah yang berat akan lebih berhasil dan banyak manfaat lainnya.

Tidur bukanlah suatu tingkat ketidaksadaran, namun merupakan keadaan yang kompleks dari otak yang aktif dan terkoordinasi. Sebenarnya tidur terdiri atas dua bentuk tidur yang berbeda. Pertama, tidur NREM – non rapid eye movement dan kedua tidur pulas, disebut juga tidur REM – rapid eye movement.

Pada orang yang sudah tua khususnya diatas 60 tahun, tidurnya menjadi lebih singkat, berfragmen-fragmen dan lebih dangkal. Hal ini disebabkan karena kemampuan mereka untuk tidur berkurang, bukan kebutuhan akan tidur yang berkurang.
Berkurangnya kemampuan orang yang sudah tua untuk tidur sering menyebabkan orang yang sudah tua mengalami insomnia atau sulit untuk tidur. Sebenarnya sulit tidur ini merupakan ketidakmampuan untuk jatuh tertidur atau mempertahankan fase dalam tidurnya.

Insomnia ini mengakibatkan banyak pengaruh buruk pada orang tua. Mengantuk, kurang konsentrasi, perasaan letih dan lemah karena kurang istirahat, ketahanan tubuh melawan penyakit berkurang, ketidakstabilan emosional sehingga orang yang sudah tua cenderung terlihat pemarah, cerewet, gelisah, depresi dan lain sebagainya merupakan akibat dari kurangnya istirahat yang disebabkan oleh insomnia. Akibat lainnya adalah orang tua sering mengalami patah tulang karena jatuh sebab kewaspadaan yang kurang dan konsentrasi yang menjadi lemah karena kurang tidur juga resiko mengidap penyakit-penyakit kronik menjadi lebih besar.

Mengapa insomnia ini dapat terjadi?

Hal ini mungkin dapat dijelaskan oleh karena menurunnya melatonin. Melatonin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak. Melatonin mengatur irama sirkardian tubuh, yaitu irama biologis tubuh kita tiap hari yang mengatur kapan waktu untuk bangun dan waktu untuk tidur. Selain itu juga melatonin adalah penginduksi tidur endogen tubuh.

Produksi melatonin dipicu oleh keadaan yang gelap dan ditekan pada saat keadaan terang. Eksposure terhadap cahaya yang banyak pada malam hari atau kurangnya cahaya pada siang hari dapat mengganggu siklus melatonin yang normal. Keadaan ini dapat terjadi misalnya pada jet lag, shift kerja dan penglihatan yang buruk.
Produksi melatonin ini juga berhubungan dengan usia. Semakin tua usia seseorang maka produksi melatonin yang dihasilkan juga menurun. Selain itu siklus produksi melatonin juga ikut berubah. Hal ini menyebabkan kemampuan orang tua untuk tidur menjadi berkurang dan mengakibatkan pola tidur terganggu sehingga orang tua cenderung mengalami insomnia.

Banyaknya pengaruh buruk karena insomnia pada orang tua menyebabkan berbagai cara dilakukan untuk mengembalikan kualitas hidup mereka. Untuk mengatasi insomnia pada orang tua maka dilakukan terapi dengan pemberian obat tidur seperti benzodiazepines. Namun pemberian obat ini mempunyai lebih banyak kerugian dibandingkan kelebihannya. Walaupun dapat menginduksi tidur dan membuat waktu tidur menjadi lebih lama tetapi obat ini dapat menyebabkan pusing dan hilang keseimbangan sehingga dapat menyebabkan resiko untuk jatuh dan terjadi patah tulang panggul yang besar. Obat ini juga menyebabkan nausea, perasaan letih dan lemah, mimpi buruk dan juga sangat adiktif. Hal ini menyebabkan penggunaannya dibatasi dan tidak boleh digunakan dalam jangka waktu panjang.

Sekarang ini penggantian melatonin dalam bentuk supplement menjadi sebuah terapi baru yang diharapkan dapat memperbaiki irama sirkardian tubuh sehingga dapat menginduksi tidur. Melalui penelitian didapatkan bahwa supplement melatonin dapat menginduksi tidur dan meningkatkan kualitas tidur. Tetapi penggunaan supplement tersebut untuk jangka panjang masih dalam penelitian.

Supplement melatonin sekarang ini juga digunakan untuk orang yang mengalami jet lag dan pegawai dengan shift malam dengan tujuan agar irama sirkardian dapat menjadi normal dan kembali melakukan aktivitas.

Artikel Terkait


Lansia Kerap Marah-Marah Jelang Sore: Sundowner's Syndrome?

Ucha Merendar Putri, dr., B.Med.Sc

Merawat Lansia: Di Rumah Sendiri Atau Rumah Jompo?

Sabine Versayanti, dr.

Lansia memilki masalah dan perawatan yang berbeda dengan dewasa umumnya. Lalu mana yang lebih baik, merawat sendiri di rumah atau di panti jompo?

Menjadi Nenek yang "Cantik"

Vinka Kumala, dr.

Menjadi nenek bukan hal mudah, namun tetap ada cara supaya menjadi nenek yang “cantik”. Bagaimana mencapai cita-cita hidup yang damai dan harmonis ini?

Feromon, Si Hormon Cinta Anda

Hygiena Kumala Suci, dr.

Jatuh cinta adalah hal yang indah dan menyenangkan dan tahukah anda bahwa feromon berperan dalam menimbulkan percikan tersebut? Apa itu feromon?