Cara Meremajakan Kulit

Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasi tubuh dari lingkungan sekitar manusia. Luas kulit orang dewasa 1.5m2 seberat 15% berat badan orang dewasa. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Selain itu, kulit juga sangat kompleks, elastis dan sensitif serta bervariasi sesuai iklim, umur, seks, ras dan lokasi tubuh.

Kulit dapat dengan mudah dilihat, diraba, dan menjamin kelangsungan hidup. Kulit pun menyokong penampilan seseorang. Dengan demikian kulit manusia mempunyai peranan yang sangat penting, selain fungsi utama yang menjamin kelangsungan hidup juga mempunyai arti lain yaitu estetik, ras, indikator sistemik, dan sarana komunikasi non verbal antara individu satu dengan yang lain.

Polusi udara, asap rokok, makanan tinggi karbohidrat dan kalori, sauna, steam, kurang gizi, stres, kurang tidur, kotoran, debu, asap yang mengandung karbon, sinar ultraviolet dari matahari, berjemur, adalah sebagian dari banyak faktor lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada kulit. Hal ini karena factor di atas membuat terjadinya penuaan kulit bahkan rangsangan sinar ultraviolet yang terus-menerus, yang tidak hanya akan membuat kulit rusak, tapi juga berisiko menimbulkan kanker kulit.

Menurut dr.Aryani Sudharmono,Sp.KK(K) dari Senopati Skin Center menggunakan pelembap terlalu banyak atau sering, memakai bedak padat atau foundation (dasar bedak) terlalu lama dapat merusak kulit. Karena dari hasil penelitian, pemakaian pelembap, bedak padat, atau dasar bedak yang terlalu lama dan sering bisa menyebabkan penuaan dini. Demikian juga dengan penggunaan pembersih berkadar alkohol tinggi.

Oleh karena itu kesehatan kulit harus selalu diperhatikan. Untuk mendapatkan kulit yang sehat ada 3 langkah utama yaitu pengaturan pola makan, olah raga dan perawatan kulit. Ciri kulit sehat yaitu kulit terasa lembut, kencang, dan warnanya merata. Akan tetapi seringkali timbul penuaan kulit (skin aging) yang ditandai dengan kulit yang kasar, timbul kerut-kerut, warna kulit tidak merata dan timbul flek-flek.

Tanda-tanda terjadinya penuaan pada kulit sudah dapat terlihat pada usia 30 tahun, biasanya muncul bercak penuaan, kemerahan, pelebaran pori-pori, kerutan halus, kulit kurang cerah dan terjadi perubahan warna kulit. Sedangkan pada usia 40-an, jumlah kolagen penunjang mulai berkurang sehingga muncul garis-garis yang lebih jelas pada wajah, kerutan kulit lebih jelas dan kulit lebih kering. Pada usia 50-an ke atas kulit manusia pun akhirnya akan tampak semakin berkeriput, karena produksi sel baru menurun pesat dan kulit kurang mampu menahan kandungan airnya.

Disamping itu, sering juga dijumpai kulit wajah terlihat kendur dan berkerut. Hal ini disebabkan karena adanya penyusutan sel lemak bawah kulit, pada orang tua tampak kulit menjadi kendur dan menggantung, kantong mata membesar dan kulit di bagian bawah leher kendur seperti leher ayam.

Akibat penuaan itu kulit semakin tipis sehingga kehilangan elastisitasnya. Sering pula muncul tumor-tumor jinak, pembuluh darah kapiler melebar (teleangiektasia) dan kemerahan yang menyebar di leher dan wajah, serta jaringan parut pasca jerawat.

Untuk itu diperlukan peremajaan kulit, yaitu suatu mekanisme untuk mendapatkan kulit yang sehat. Secara medis, peremajaan kulit atau skin-rejuvenation didefinisikan sebagai prosedur untuk menghilangkan atau mengurangi tanda penuaan kulit. Sebenarnya banyak upaya peremajaan kulit sudah dilakukan manusia ribuan tahun lalu. Mulai dari kosmetik tradisional, seperti dengan susu fermentasi, balur dengan lumpur, masker, asam buah, ekstrak sayuran dan sebagainya, hingga kosmetik modern.

Beberapa prosedur peremajaan kulit:

Obat topikal

Obat yang dioleskan di kulit wajah berupa krim atau lotion, biasanya mengandung asam retinoat, asam alfa hidroksi (AHA), hidrokuinon serta tabir surya. Namun, hidrokuinon saat ini sudah dilarang karena efek sampingnya yang berbahaya.

Peeling kimia

Peeling adalah prosedur pengelupasan kulit superfisial dengan cara mengoleskan larutan asam pada waktu tertentu dengan konsentrasi tertentu yaitu asam glikolat 20%-70% atau asam trikloro asetat 10-30% dilakukan secara berkala.

Peeling boleh dilakukan untuk orang dewasa usia diatas 17 tahun, tetapi bagi wanita yang sedang hamil sebaiknya ditunda sampai bayi lahir. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Peeling tidak hanya meremajakan kulit wajah, tetapi juga memberikan kesegaran dan menipisnya kerut-kerut halus. Bahkan jerawat pada tahap tertentu juga akan sembuh. Untuk pemakaiannya, wajah dibersihkan dengan pembersih kulit seperti biasanya. Lalu barulah krim peeling ini dioleskan merata pada wajah. Krim ini dibiarkan sekitar 1-2 jam, kemudian dicuci bersih dari wajah. Malam berikutnya diberikan lagi dengan ditambah waktunya beberapa jam. Sesudah pemakaian peeling, biasanya kulit harus dilindungi dengan krim tabir surya dan sebaiknya tidak terkena cahaya matahari langsung selama beberapa waktu. Hal ini untuk mencegah kulit menjadi terbakar oleh sinar matahari karena kondisi kulit masih tipis.

Mikro dermabrasi

Mikro dermabrasi adalah teknik mengamplas permukaan kulit dengan butir kristal. Alat yang digunakan berupa selang berisi butir kristal, ditiup dengan tekanan tertentu. Dilakukan secara berkala.

Laser ablatif dan non-ablatif

Alat laser ada dua macam, yakni ablatif dan non-ablatif. Pada tahun 1996 alat yang digunakan adalah laser skin resurfacing yang bersifat
ablatif. Laser ablatif menggunakan laser dengan panjang gelombang tertentu, misalnya 532 nm, 1064 nm atau laser CO2 digunakan untuk pigmentasi dan tumor jinak kulit dan harus dilakukan persiapan sebelum tindakan. Kebanyakan pasien dengan laser ablatif merasakan sakit karena kulit sering terluka juga dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh dan sering timbul efek samping. Selain itu dengan laser ablatiif permukaan kulit cepat rusak dan mempercepat terjadinya hiperpigmentasi.

Sedangkan laser non-ablatif adalah teknologi terkini dan baru diperkenalkan awal 2001, kemudian mulai diaplikasikan tahun 2002. Pada saat itu kalangan dokter laser sendiri masih meraba-raba parameter atau dosis yang cocok untuk kulit orang Asia (kulit berwarna). Sebab dosis untuk kulit orang Barat tidak cocok untuk orang Asia. Sejak 2002 dibuktikan dengan pendinginan kulit yang adekuat, efek peremajaan kulit (non-ablatif) lewat laser dan sinar lainnya dapat memberi hasil lebih baik. Efek samping dan komplikasi pun lebih kecil. Laser non-ablatif tidak melukai kulit wajah. Fungsinya untuk menyehatkan kulit, merangsang pertumbuhan kelenjar kolagen, dan melancarkan peredaran darah. Waktu pengerjaannya sekitar 30-60 menit, dilakukan di sela aktivitas misalnya saat jam makan dan dilakukan secara berkala yaitu setiap bulan atau 3-6 bulan sekali.

Laser sendiri memiliki efek samping, apalagi bila penggunaannya tidak tepat atau dilakukan oleh yang bukan ahlinya. Secara teori, laser akan memberikan energi panas untuk menghancurkan kelainan pada kulit. Kalau ukurannya tidak tepat atau bukan dokter laser yang mengerjakannya maka kulit pasien bisa terbakar, gosong dan kering.

Filler atau augmentasi

Adalah suatu prosedur untuk mengurangi, memperbaiki, dan menghilangkan kerut di wajah karena rusak atau kurangnya jaringan kolagen dan lapisan pendukung di bawah kulit.

Untuk filler dapat digunakan antara lain lemak tubuh sendiri (self donated body fat), kolagen, asam hialuronat, poliakrilamid, dan poli-methacrylate.

Botox

Botox adalah prosedur untuk mengurangi atau menghilangkan kerut akibat kontraksi otot ekspresi wajah. Caranya dengan menyuntikan larutan botox. Tujuannya untuk membuat otot ekspresif wajah penyebab kerut menjadi rileks. Efeknya bertahan selama 4-5 bulan.

Hermage, yaitu face lift (tarik wajah) tanpa operasi

Adalah solusi yang tepat untuk pengencangan kulit wajah tanpa pembedahan agar kulit senantiasa lebih kencang sekaligus memperbaiki kontur wajah. Dilakukan 1 kali dan dapat bertahan selama 1 tahun.

Sumber :

1. Djuanda, Adhi ; Hamzah, Mochtar ; Aisah, Siti(ed.). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi ketiga. Jakarta: FKUI. 2007.

2. http://www.perempuan.com

3.

4. http://groups.yahoo.com

5. Majalah “Dokter Kita” edisi 11 tahun II, hal 80-81. November 2007.

Artikel Terkait


Cara Menghilangkan Jerawat dengan Makanan

Andina Bulan Sari, dr., Sp.KK

Menjadi Nenek yang "Cantik"

Vinka Kumala, dr.

Menjadi nenek bukan hal mudah, namun tetap ada cara supaya menjadi nenek yang “cantik”. Bagaimana mencapai cita-cita hidup yang damai dan harmonis ini?

Botox, Perlukah?

Heidy, dr.

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Makanan

Andina Bulan Sari, dr., Sp.KK