Botak Di Usia Muda?!

  Tanya dokter gratis asuransi kecelakaan. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Rambut adalah mahkota manusia, pepatah itu memang benar, rambut memang mempunyai nilai estetika bagi manusia terlebih lagi bagi kaum wanita. Namun, bagaimana kalau kepala kita menjadi botak apalagi di usia yang masih tergolong muda? Untuk itu terlebih dahulu akan dibahas tentang anatomi rambut.

Rambut terdiri dari bagian yang terbenam dalam kulit (akar rambut) dan bagian yang berada di luar kulit (batang rambut). Ada 2 macam tipe rambut, yaitu velus yang merupakan rambut halus, tidak mengandung pigmen, dan rambut terminal yaitu rambut yang lebih kasar dan banyak pigmen, mempunyai medulla dan terdapat pada orang dewasa misalnya rambut di kepala, alis mata, ketiak, dan sekitar alat kelamin.

Rambut terdiri dari 3 lapisan:

  1. Kutikula, yang terdiri dari lapisan keratin yang berguna untuk perlindungan terhadap kekeringan dan pengaruh lain dari luar.
  2. Korteks, terdiri atas serabut polipeptida yang memanjang dan saling berdekatan. Lapisan ini mengandung pigmen.
  3. Medula, terdiri atas 3-4 lapis sel kubus yang berisi keratohialin, badan lemak, dan rongga udara.

Pertumbuhan rambut pada manusia dewasa dipengaruhi oleh hormon seks (androgen). Rambut tumbuh dalam suatu siklus. Ada fase anagen (pertumbuhan) yang berlangsung 2-6 tahun dengan kecepatan tumbuh kira-kira 0,35 mm per hari, dan fase telogen (istirahat) yang berlangsung beberapa bulan. Di antara kedua fase tersebut terdapat fase katagen (involusi temporer). Pada satu saat 85% seluruh rambut mengalami fase anagen dan 15% sisanya dalam fase telogen.

Rambut normal mempunyai ciri-ciri sehat berkilat, elastis, tidak mudah patah, dan dapat menyerap air. Komposisi rambut terdiri atas karbon 50,60%, hidrogen 6,36%, nitrogen 17,14%, sulfur 5,0% dan oksigen 20,80%. Rambut dapat dengan mudah dibentuk dengan mempengaruhi gugusan disulfida misalnya panas atau bahan kimia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut:

  1. Hormon
    Hormon yang berperan adalah androgen, estrogen, tiroksin, dan kortikosteroid. Masa pertumbuhan rambut adalah 0,35 mm/hari, lebih cepat pada wanita daripada pria. Hormon androgen dapat mempercepat pertumbuhan dan menebalkan rambut di daerah janggut dan, tetapi pada kepala penderita kebotakan androgenetik hormon androgen memperkecil diameter batang rambut derta memperkecil waktu pertumbuhan rambut anagen. Pada wanita, aktivitas hormon androgen akan menyebabkan hirsutisme sebaliknya hormon estrogen dapat memperlambat pertumbuhan rambut tetapi memperpanjang anagen.
  2. Metabolisme
  3. Nutrisi
    Malnutrisi berpengaruh terhadap pertumbuhan rambut terutama malnutrisi protein dan kalori. Pada keadaan ini rambut menjadi kering dan suram. Adanya kehilangan pigmen setempat membuat rambut tampak dalam berbagai warna. Kekurangan vitamin B12, asam folat, zat besi juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.
  4. Peredaran darah

Bila terdapat beberapa keadaan patologik pada rambut misalnya penyakit lepra, maka kuman lepra menyebabkan kulit menjadi atrofi dan folikel rambut rusak sehingga terjadi kerontokan pada rambut alis mata dan bulu mata (madarosis). Infeksi jamur di kulit kepala dan rambut dapat menyebabkan kerontokan maupun kerusakan pada batang rambut. Selain itu obat-obat yang menghalangi pembentukan batang rambut dapat menyebabkan kerontokan, umumnya obat antineoplasma dan antimitotik. Logam berat yang akan terikat pada grup sulhidril dalam keratin antara lain talium, merkuri dan arsen.

Alopesia adalah keadaan rontok atau hilangnya rambut dari kulit yang pada keadaan normal mempunyai rambut.
Kebotakan atau alopesia ada 3 tipe :

  1. Alopesia universalis: Kerontokan atau hilangnya rambut telah mengenai seluruh kulit yang dalam keadaan normal ditumbuhi rambut.
  2. Alopesi totalis : Kerontokan atau hilangnya rambut kepala yang meliputi 75% atau lebih
  3. Alopesi areata : kebotakan yang terjadi setempat-setempat dan berbatas tegas, umumnya terdapat pada kulit kepala, tetapi dapat juga mengenai daerah berambut lainnya.

Jenis kebotakan yang khas lainnya disebut Male Pattern Alopecia (Alopesia Androgenika), adalah alopesia yang terjadi pada pria pada akhir duapuluh atau awal umur tiga puluhan, rambut rontok secara bertahap dimulai dari bagian puncak kepala dan depan. Garis rambut anterior menjadi mundur dan dahi menjadi terlihat lebih lebar. Puncak kepala menjadi botak. Beberapa varian bentuk kerontokan rambut dapat terjadi, tetapi yang tersering adalah bagian samping dan puncak kepala menjadi botak.

Folikel membentuk rambut yang lebih halus dan berwarna lebih muda sampai akhirnya sama sekali tidak terbentuk rambut terminal. Rambut velus tetap terbentuk menggantikan rambut terminal. Bagian parietal dan oksipital menipis. Penyebabnya terutama adalah berbagai faktor herediter yang dominan dan naiknya konsentrasi androgen ekstra gonadal di kulit kepala.

Bila pasangan suami istri sama-sama menderita maka semua anak laki-laki dan setengah anak perempuan akan mengalami kebotakan yang sama. Untuk kebotakan yang disebabkan karena faktor keturunan memang sulit dicegah, kalaupun ada langkah pencegahan tentunya sedari awal mencegah agar tipe I tidak beerlanjut hingga ke tipe yang lebih buruk.

Terdapat 8 tipe Alopesia Androgenika:

  • Tipe I : rambut masih penuh
  • Tipe II : tampak pengurangan rambut pada kedua bagian samping. Pada tipe I dan tipe II belum terlihat kebotakan.
  • Tipe III : border line
  • Tipe IV : pengurangan rambut pada daerah depan dan samping, disertai pengurangan rambut pada pertengahan bagian depan.
  • Tipe V : tipe IV yang lebih berat.
  • Tipe VI : seluruh kelainan menjadi satu.
  • Tipe VII : kebotakan luas dibatasi tepi rambut yang jarang.
  • Tipe VIII : kebotakan pada pertengahan bagian depan, menjadi satu dengan bagian puncak kepala.

Pada wanita tidak dijumpai tipe VI sampai dengan VIII, kebotakan pada wanita tampak tipis dan disebut female pattern baldness.

Untuk pria yang mengalami tipe kebotakan ini dapat diberikan obat antidehidroandrogen, misalnya finasteride diberikan 1 mg/hari. Obat minum ini dikombinasikan dengan obat minoksidil dalam bentuk seperti hair tonic. Jika pada wanita, cukup diberikan minoksidil saja. Selain itu juga perlu diingat pada perempuan yang beresiko mengalami kebotakan sebaiknya menghindari menggunakan pil kontrasepsi yang mengandung progesterone yang tinggi karena dapat meningkatkan rambut rontok.

Penyebab lain kebotakan di usia muda yaitu misalnya tarikan atau jepitan rambut yang terlalu kuat dan sering, ketombe, radang, jamur, kelainan hormon tiroid, penyakit sifilis, obat atau stres. Umumnya faktor penyebab lebih mudah untuk dicegah dan diobati. Jadi stres tiba-tiba dapat mendorong terjadinya kebotakan, misalnya stress setelah melahirkan atau kehilangan orang yang disayangi. Selain itu anti-koagulan, pil KB, anti-depresi, anti-tiroid atau obat yang digunakan pada kemoterapi, dapat menyebabkan kebotakan. Kebanyakan mengkonsumsi vitamin A juga memiliki efek yang sama.

Beberapa tips untuk mencegah kebotakan:

  • Kenali terlebih dahulu apakah memiliki bakat untuk mengalami botak. Selain itu apakah ada faktor luar yang bisa membuat resiko menjadi botak.
  • Dalam melakukan manipulasi terhadap rambut hendaknya jangan semena-mena, maksudnya jangan terlalu sering melakukan tarikan yang terlalu keras (sasakan), jepit atau ikat rambut yang terlalu kencang, pengeritingan atau pengeringan rambut dengan hair dryer dan sebagainya.
  • Perawatan rambut yang teratur dan dengan produk yang tepat, misalnya shampoo, conditioner, creambath, hair tonic, hair spa.
  • Nutrisi sangat penting dalam menunjang rambut sehat, beberapa diantaranya adalah zat besi, vitamin B1, asam PanAminoBenzolac (PABA), kalsium D pantotenat (provitamin B5), asam folat dan zinc.

Daftar Pustaka

http://www.indonesiaindonesia.com/f/7264-kebotakan/

Majalah Kesehatan Keluarga “Dokter Kita”. Edisi 6, Tahun 3, Juni 2008 hal.88-89
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. Edisi 3 hal 5,279-283.

Related Posts

Menjadi Nenek yang “Cantik”

Menjadi Nenek yang “Cantik”

Botox, Perlukah?

Botox, Perlukah?

Tampil Cantik Tanpa Make-Up? Bisa!

Tampil Cantik Tanpa Make-Up? Bisa!

Apa itu PMS (Pre Menstrual Syndrome)?

Apa itu PMS (Pre Menstrual Syndrome)?

Cara Merawat Alat Kelamin

Cara Merawat Alat Kelamin

Related Posts

Cara Menghilangkan Jerawat dengan Makanan

Dok, saya sudah mencoba berbagai cara menghilangka...

Apa penyebab kebotakan muda ? apakah botak itu turunan?

malam dok,, saya seorang mahasiswa umur 23 tahun.....

Apakah Maag bisa suntik Vitamin C

Dok mau nanya, saya ada riwayat maag, kira kira bo...

Suntik collagen

Apakah berbahaya jika kita melakukan suntik VITAMI...

Gatal Kronis menahun tak kunjung sembuh

Saya umur 38 th. keluhan sakit gatal sdh 5 tahun t...