Bila Ari-ari Menutupi Jalan Lahir

  Tanya dokter gratis video chat call. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Sebagai wanita hamil, ada baiknya Anda mengetahui lebih lanjut mengenai ari-ari yang dalam bahasa medis disebut plasenta. Plasenta adalah penyambung antara ibu dan janin. Plasenta menyediakan sambungan bagi penyediaan oksigen dan nutrisi untuk perkembangan janin. Plasenta juga membantu melindungi janin Anda dari infeksi dan zat-zat yang berbahaya. Namun plasenta tidak dapat sepenuhnya menyaring zat-zat yang akan masuk ke tubuh janin. Itulah sebabnya mengapa wanita hamil harus menghindari mengkonsumsi zat yang berbahaya bagi janin, seperti alcohol, obat-obatan, dan rokok. Plasenta previa adalah satu bentuk kelainan pada plasenta. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai plasenta previa ini.

Apa itu Plasenta Previa?

Plasenta Previa adalah plasenta yang terletak di bawah sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan rahim. Posisi plasenta ini dapat menghambat keluarnya bayi dari rahim. Dalam persiapan persalinan, leher rahim menjadi lebih tipis. Pembuluh darah yang menghubungkan plasenta ini ke rahim dapat robek sehingga terjadi perdarahan. Selama persalinan, perdarahan dapat menjadi parah sehingga membahayakan ibu dan bayi.

Picture1

Plasenta previa ini terjadi pada 1 dari 200 kehamilan.

Apa gejala plasenta previa?

Gejala yang paling umum dari plasenta previa perdarahan rahim yang tidak nyeri selama trimester kedua kehamilan. Wanita hamil yang mengalami perdarahan dari vagina harus segera menghubungi petugas kesehatan.

Bagaimana mendiagnosa plasenta previa?

Ultrasonografi (USG) dapat mendiagnosa plasenta previa dan mengetahui lokasi plasenta. Petugas kesehatan seharusnya menghindari pemeriksaan melalui vagina jika diduga terjadi plasenta previa karena pemeriksaan tersebut dapat membuat perdarahan hebat.

Wanita yang diketahui dari USG bahwa plasentanya terletak di bawah namun tidak pernah mengalami perdarahan vagina, tidak perlu khawatir terutama jika masih berada pada trimester pertama kehamilan. Lebih dari 90 % plasenta previa yang didiagnosa pada trimester kedua, letaknya akan normal lagi dengan sendirinya.

Bagaimana menangani plasenta previa?

Penanganan seorang wanita dengan plasenta previa tergantung usia kehamilannya, keparahan perdarahan, dan kondisi ibu dan bayinya. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kehamilan sampai bayi siap dilahirkan. Persalinan secara caesar direkomendasikan untuk semua wanita dengan plasenta previa karena dapat mencegah pendarahan hebat. Ketika seorang wanita hamil mengalami perdarahan hebat karena plasenta previa pada usia kehamilan sekitar 34 minggu, dokter seharusnya merekomendasikan operasi caesar untuk dilaksanakan secepatnya. Bayi yang lahir pada usia kehamilan tersebut biasanya sehat, meskipun beberapa lahir prematur.

Jika usia kehamilan belum mencapai 34 minggu namun terjadi perdarahan akibat plasenta previa, maka harus segera dibawa ke rumah sakit agar dapat dimonitor lebih lanjut. Jika tes menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan baik, maka kehamilan dapat dipertahankan. Pada beberapa kasus perdarahan, dilakukan transfusi darah pada ibu. Ibu juga diberi obat kortikosteroid jika ia memilih untuk melahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu.

Beberapa ibu hamil dapat langsung pulang setelah perdarahan berhenti, tetapi beberapa harus tetap dirawat di rumah sakit sampai melahirkan. Saat usia kehamilan 36-37 minggu tetapi ibu belum melahirkan juga, dapat dilakukan tes pada cairan ketuban (dilakukan secara amniosentesis) untuk melihat kematangan paru-paru janin. Jika paru-paru janin terbukti sudah berkembang, dokter dapat merekomendasikan operasi caesar saat itu juga untuk mencegah risiko terjadinya perdarahan kembali.

Apa yang menyebabkan plasenta previa?

Penyebab plasenta previa belum diketahui. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko plasenta previa, yaitu :

  • merokok
  • penggunaan kokain
  • hamil saat usia ibu di atas 35 tahun
  • kehamilan kedua atau lebih, pernah dilakukan pembedahan pada rahim sebelumnya, termasuk operasi caesar dan kuret
  • kehamilan kembar

Dapatkah plasenta previa dicegah?

Tidak ada cara untuk mencegah plasenta previa. Namun faktor pencetusnya dapat dicegah, seperti menghindari merokok dan kokain. Seorang wanita juga dapat menghindari risikonya di kehamilan berikutnya dengan menghindari operasi caesar atas permintaan sendiri (demi kenyamanan semata), kecuali jika memang ada indikasi medis.

Wanita yang pernah mengalami plasenta previa memiliki kemungkinan sebanyak 2-3 % untuk mengalami plasenta previa lagi di kehamilan berikutnya.

Jadi, jika Anda mengalami perdarahan saat kehamilan usia berapapun, segeralah mencari pertolongan medis. Jika perdarahannya hebat, segeralah pergi ke rumah sakit. Jika Anda telah mengetahui bahwa Anda mengalami plasenta previa dan akan menjalani operasi caesar, Anda dapat mempelajari prosedur dan persiapan untuk persalinan buah hati Anda kelak.

Sumber :

Placenta Previa. September 2005. Diunduh dari : http://www.marchofdimes.com/pnhec/188_1132.asp

Placental Condition. Maret 2007. Diunduh dari : http://www.marchofdimes.com/professionals/14332_1154.asp

Related Posts

Nutrisi Ibu Hamil

Nutrisi Ibu Hamil

Kehamilan Beresiko Anak Cacat

Kehamilan Beresiko Anak Cacat

Jangan Sembarangan Minum Obat Saat Hamil

Jangan Sembarangan Minum Obat Saat Hamil

Bahayanya Sectio Caesar

Bahayanya Sectio Caesar

Waspada Diabetes Mellitus Pada Ibu Hamil

Waspada Diabetes Mellitus Pada Ibu Hamil

Related Posts

Plasenta previa

salam kenal. mau nanya istri saya di diagnosa meng...

Tes TORCH positif, boleh hamil?

dok saya berumur 24 tahun,saya sudah 2 kali hamil,...

Apakah Suntik Tentanus Berbahaya Untuk Janin dan Kehamilan

Pagi menjelang siang dok. Yang saya ingin tanyakan...

Tanda Hamil setelah melahirkan bisakah dihilangkan

Saya baru melahirkan dan di perut saya banyak tand...

Berbahayakah Stres pada Ibu Hamil

Mau nanya nih dokter kalau stres pada ibu hamil it...