Berhenti Fitnes Bikin Gemuk?

  Tanya dokter gratis asuransi kecelakaan. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Masyarakat postmodern lebih peduli pada kesehatan seiring dengan meningkatnya berbagai penyakit akibat perilaku modern yang tidak sehat. Perilaku sembarangan dalam mengkonsumsi makanan, kurangnya aktivitas fisik, dan stres, telah menyebabkan berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan sebagainya. Fakta-fakta ini ditambah dengan kemajuan pengetahuan tentang berbagai penyakit, meningkatkan kesadaran mengubah pola hidup ke arah yang lebih positif dalam usaha mencegah terjadinya penyakit. Masyarakat postmodern bahkan rela menyisihkan waktu dan mengeluarkan dana untuk mendukung pola hidup sehat ini. Pola/gaya hidup sehat telah menjadi lambang masyarakat modern dan mapan seiring dengan pertumbuhan taraf ekonomi. Salah satu gaya hidup sehat yang sedang populer adalah mengikuti berbagai program fitnes di pusat-pusat kebugaran sebagai usaha untuk meningkatkan aktivitas fisik.

Anggota militer sedang berlatih push up

Diperlukan komitmen serius dan konsisten dalam melakukan segala hal, tak terkecuali jika kita memutuskan untuk mengikuti program fitnes. Banyak orang hanya mengikuti latah tren tanpa kesadaran mendalam akan manfaat tren tersebut, termasuk tren mengikuti program fitnes. Jika sekedar ikut-ikutan, kita tidak serius dan cepat berhenti melakukannya. Padahal segala sesuatu, termasuk olahraga merupakan suatu proses yang berlanjut supaya dapat tercapai tingkat kebugaran yang optimal. Kesadaran yang kurang dan alasan klise tidak adanya waktu berolahraga, membuat orang meninggalkan program fitnesnya. Di sisi lain, faktor biaya juga terkadang menjadi alasan. Padahal fitnes dapat dilakukan sendiri tanpa harus ke pusat kebugaran, bahkan tidak semua pusat kebugaran memasang tarif mahal walau dengan konsekuensi ketidaklengkapan alat yang disediakan. Namun, kelengkapan alat bukan hal utama apalagi untuk masyarakat awam yang tentu cukup melakukan berbagai latihan dasar, tidak seperti binaragawan yang lebih memperhatikan detil latihan demi kelangsungan profesi. Hal penting lainnya bahwa fitnes dapat dilakukan sendiri, seperti push up, sit up, dan pull up dengan pemanasan lari/jalan kaki. Tentunya hal ini dilakukan  dengan tetap mengikuti petunjuk dari berbagai sumber terpercaya, lakukan secara bertahap, dan jangan terlalu memaksakan diri. Orang yang lebih banyak bekerja menggunakan fisik, secara tidak sadar telah melakukan fitnes secara bertahap sehingga program fitnes di pusat kebugaran dapat difokuskan untuk orang yang jarang beraktivitas fisik berat dalam keseharian supaya mereka tidak terlalu memaksakan diri.

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk berhenti dari program fitnes karena fitnes merupakan  latihan dasar kebugaran yang sangat penting, bahkan menjadi dasar untuk melakukan olahraga lain yang lebih keras, rumit, dan berbahaya. Apabila dasarnya saja tidak kita lakukan, jangan berharap dapat melakukan aktivitas fisik yang lebih jauh. Berbagai tes, seperti tes treadmill oleh dokter, merupakan tes kebugaran yang tentu hasilnya akan baik pada orang yang terlatih fisiknya. Hal ini akan bukan hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh pada hal-hal penting lain seperti kelulusan tes kesehatan calon pegawai atau kenaikan jabatan. Atlet profesional beserta anggota militer terkenal sebagai standar kebugaran bagi orang lain dan mereka selalu memasukkan jadwal program fitnes sebagai menu utama kegiatannya.

Jelas bahwa berhentinya seseorang melakukan program fitnes lebih berakibat langsung pada tingkat kebugarannya sendiri, yang kemudian berdampak pada hal-hal lain. Akan tetapi, ada isu menyesatkan di kalangan masyarakat tentang masalah estetika jika kita berhenti fitnes, maka kita menjadi gemuk atau kembali menjadi gemuk setelah sebelumnya berhasil menurunkan berat badan melalui fitnes. Hal ini patut diklarifikasi karena sebenarnya dampak berhenti dari fitnes lebih kepada memburuknya tingkat kebugaran seseorang, bukan sebatas pada estetika saja. Walau kegemukan itu merusak kesehatan dan dapat terjadi setelah berhenti fitnes, namun prosesnya tidak sesederhana itu.

Ketika kita melakukan aktivitas fisik seperti fitnes, otot-otot mengalami kerusakan kecil yang diperbaiki oleh protein tubuh sehingga terjadi pembesaran dan penguatan otot-otot itu dari kondisi sebelumnya. Oleh karena itu, fitnes tidak boleh dilakukan setiap hari, tetapi diberikan selang tiap 2-3 hari demi memberi kesempatan tubuh untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil pada otot tersebut. Meningkatnya ukuran dan kekuatan otot, terjadi seiring dengan menurunnya kadar lemak tubuh akibat pembakaran dalam aktivitas fitnes. Dengan kata lain, otot dan lemak merupakan dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, jika kita berhenti fitnes, otot-otot kembali kurang terlatih, melemah, dan mengecil. Di sisi lain, lemak kembali menimbun di dalam tubuh akibat kurangnya pembakaran.

Lapisan kulit (skin layer), lapisan lemak (fat layer), dan otot (muscle)

Jadi, setelah berhenti fitnes, otot bukan digantikan oleh lemak tetapi hanya berganti dominansi melalui dua proses yang berbeda. Lagipula, keduanya memiliki posisi yang berbeda dalam tubuh. Lemak berada di bawah kulit, sedangkan otot berada di bawah lemak. Aktivitas fisik yang sering akan menambah massa otot (daging) berwarna merah segar dan kuat, sedangkan aktivitas fisik yang jarang akan menimbun lemak tebal berwarna kuning dan amis. Hal ini dapat terlihat ketika kita memotong daging hewan. Tentu kita tidak mau memiliki lemak seperti itu, bukan? Selain mengurangi estetika, kelebihan lemak menimbulkan penyumbatan pembuluh darah otak dan jantung, serta penyakit lainnya. Namun, tentu saja lemak tetap diperlukan tubuh sebagai cadangan nutrisi, penghangat, dan pelindung tubuh asalkan dijaga dalam batas normal. Jagalah berat badan dalam batas normal juga. Akhirnya mari beraktivitas fisik lebih sering, salah satunya dengan melakukan fitnes sesuai petunjuk pakar yang bisa didapatkan dari berbagai sumber informasi terpercaya. Selamat mencoba!

Referensi:

  1. Sherwood L. Human physiology: from cells to system. 5 th ed. New York: Thompson Learning-Brooksdale Cole; 2004.
  2. Madden C, et al. Netter’s Sports Medicine. New York: Saunders; 2009.

Related Posts

Data dan Fakta Obesitas pada Anak

Data dan Fakta Obesitas pada Anak

Lebih sehat dengan latihan fisik bersama keluarga

Latihan Fisik bersama Keluarga agar Hidup Lebih Sehat

Jaga Berat Badan dengan Latihan Fisik Teratur

Latihan Fisik Secara Teratur untuk Jaga Berat Badan

Minuman - Sumber Kalori

Bijak Mengatur Asupan Kalori Minuman

Minuman ringan dengan gula tambahan

Fakta Minuman dengan Gula Tambahan

Related Posts

Saat Olahraga berat sesak nafas, solusinya?

dok mau tanya klo saat olahraga terlalu berat dan ...

Sesak saat olahraga

Dokter, saat olahraga saya selalu sesak nafas dan ...

Minum susu sebelum tidur, bikin gemuk?

dok, saya seorang pecinta susu.. dari kecil saya b...

Olahraga Buat Perut Kencang?

Dokter, setelah saya olahraga, seperti pushup, bac...

Dada Nyeri Saat Olahraga

Dok, dada kiri saya tiba-tiba terasa sangat nyeri ...