Benarkah Fenomena Ketindihan itu?

  Tanya dokter gratis video chat call. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Saat tidur tiba-tiba kita terbangun dan dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar kita tidak dapat menggerakkan tubuh kita, tubuh kita terasa berat dan kita merasa seolah-olah ada makhluk halus yang menindih tubuh kita sehingga sulit menggerakkan tubuh kita.

Kalau membaca gambaran diatas, kita semua pasti langsung teringat pernah mengalami hal yang sama seperti gambaran tersebut. Oleh masyarakat Indonesia, hal ini disebut sebagai ditindih setan atau irep-irep. Di luar negeri, hal ini dikenal sebagai Old Hag Syndrome atau sleep paralysis.Disebut Old Hag Syndrome karena dahulu dipercaya kalau ada penyihir atau Old Hag yang menduduki dada korban.

Sekarang ini fenomena tidur yang dikenal sebagai Sleep Paralysis dapat dijelaskan oleh ilmu kedokteran yang ada. Jadi bukanlah hal yang mistik atau berbau gaib.

Pertanyaan pertama yang muncul adalah apakah sleep paralysis? Menurut definisi oleh Stanford Sleep Paralysis merupakan periode saat terjadi ketidakmampuan melakukan gerakan secara sadar baik saat tidur maupun saat terbangun. Definisi lain sleep paralysis adalah salah satu bentuk paralisis yang muncul ketika seseorang secara tiba-tiba merasa dirinya tidak dapat bergerak selama beberapa saat, paling sering saat menjelang tidur atau terbangun.

Sleep paralysis terjadi karena otak dan tubuh tidak saling berhubungan. Gejala dari sleep paralysis mencakup sensasi suara, bau-bauan, perasaan melayang, paralisis, dan adanya gambaran makhluk yang menyeramkan. Dipercaya bahwa hampir semua orang pernah mengalami sleep paralysis ini.

Sleep paralysis terjadi saat seseorang memasuki fase tidur REM (Rapid Eye Movement), saat tidur yang paling dalam. Selama fase REM tubuh tidak berhubungan dengan otak sehingga terjadi paralisis pada tubuh. Sleep paralysis merupakan akibat terlepasnya hubungan antara tubuh dan pikiran saat akan memasuki (atau keluar dari) fase REM.

Sleep paralysis biasanya muncul setelah suatu periode saat kita tidak tidur dalam suatu jangka waktu yang cukup lama sehingga mempengaruhi pola REM normal. Sleep paralysis terjadi baik pada pria maupun wanita dan muncul pada semua tingkatan usia tetapi paling sering pada remaja.

Ketika kita tidur, 80 menit pertama, kita memasuki kondisi Non Rem, lalu diikuti 10 menit REM. Siklus 90 menit ini berulang sekitar 3 sampai 6 kali semalam. Selama Non REM, tubuh kita menghasilkan beberapa gerakan minor dan mata kita bergerak-gerak kecil. Ketika kita masuk ke kondisi REM, detak jantung bertambah cepat, hembusan nafas menjadi cepat dan pendek dan mata kita bergerak dengan cepat (Rapid eye movement – REM). Dalam kondisi inilah mimpi kita tercipta dengan jelas dan kita bisa melihat objek-objek di dalam mimpi.

Dr.Max Hirshkowitz, direktur Sleep Disorders Center di Veterans Administration Medical Center di Houston mengatakan kalau Sleep Paralysis muncul ketika otak kita mengalami kondisi transisi antara tidur mimpi yang dalam (REM dreaming Sleep) dan kondisi sadar.

Selama REM dreaming sleep, otak kita mematikan fungsi gerak sebagian besar otot tubuh sehingga kita tidak bisa bergerak. Dengan kata lain, kita lumpuh sementara. Fenomena ini disebut REM Atonia.

“Kadang, otak kita tidak mengakhiri mimpi atau lumpuh kita dengan sempurna ketika terbangun. Ini bisa menjelaskan mengapa tubuh kita menjadi kaku.”

Menurut hasil penelitiannya, Dr.Hirshkowitz menyimpulkan kalau efek ini hanya berlangsung selama beberapa detik hingga paling lama satu menit. Namun, bagi korban, sepertinya pengalaman ini berlangsung sangat lama.

Serangan sleep paralysis biasanya tidak membahayakan dan dapat hilang dengan sendirinya. Hal ini akan berakhir beberapa menit setelah tersambungnya hubungan antara tubuh dan pikiran dan orang tersebut dapat bergerak kembali. Akan tetapi, ingatan sensasi menakutkan yang dirasakan selama sleep paralysis dapat berlangsung lama.

Bagaimana cara menghentikan sleep paralysis?

Pada kasus yang berat, saat episode terjadinya berlangsung seminggu sekali selama 6 bulan, obat-obatan dapat digunakan. Kita dapat mengurangi episode serangan dengan tidur yang cukup, mengurangi stres, olahraga secara teratur (tapi jangan saat menjelang tidur), dan mengatur jadwal tidur yang teratur.

sumber :

http://www.stanford.edu/~dement/paralysis.html

http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/03/memahami-fenomena-sleep-paralysis.html

http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=9806

http://nasional.kompas.com/read/2008/09/21/1407118/misteri.di.balik.tindihan

Dokter dri RS Sint Carolus Jakarta

Related Posts

Insomnia: Sahabat Karib Depresi, Musuh Bebuyutan Anda!

Insomnia: Sahabat Karib Depresi, Musuh Bebuyutan Anda!

Dokter Andreas Prasadja : Edukasi Kesehatan Tidur di Media Sosial

Dokter Andreas Prasadja : Edukasi Kesehatan Tidur di Media Sosial

Tips Mengatasi Insomnia pada Remaja

Tips Mengatasi Insomnia pada Remaja

Hipersomnia: Kantuk Yang Tak Terkontrol

Jangan Sepelekan Mendengkur!

Related Posts

Restless Leg Syndrome

Salam hormat. Disaat tertidur lelap biasanya kedua...

Suami Sulit Tidur Malam

dok..suami saya tidak pernah tidur malam,,klo tidu...

Gejala Cemas dan Khawatir berlebih

Dok, saya perempuan 33 tahun. Saya sedang bingung ...

Anak 21 Bulan Susah Tidur

Anak saya umur 21 bulan, setiap malam kalau mau ti...

Jantung berdebar saat mau tidur, sakit jantung kah?

Dokter, saya mau tanya, akhir-akhir ini setiap kal...