Bell’s Palsy Dan Serangan Stroke: Ini Bedanya!

  Tanya dokter gratis video chat call. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Seorang pasien datang dengan keluhan mulutnya miring mendadak ke sebelah kiri, disertai dengan kelopak mata kiri yang sulit ditutup. Ia mengatakan bahwa dari sejak pagi hari tidak dapat minum dengan sempurna, keluhan tambahannya adalah air minum justru keluar kembali dari sudut mulutnya yang miring itu. Gerakan tangan dan kakinya normal, sama sekali tidak ada keluhan. Pertanyaan yang dilontarkannya kepada dokter, Dok, apakah saya terkena stroke??

Pasien tersebut menderita suatu penyakit neurologi yang disebut Bell’s Palsy. Penyakit ini sama sekali berbeda dengan stroke dan tidak bersifat permanen. Pada Bell’s Palsy tidak disertai dengan kelumpuhan anggota gerak. Kerusakan yang terjadi, langsung pada nervus yang mempersarafi wajah, yakni nervus facialis, yang merupakan salah satu bagian dari kedua belas nervus cranialis. Nervus ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, nervus facialis harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut Canalis Falopia. Setelah mencapai kelenjar parotis, nervus ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60% bagian depan lidah, dan sebagian telinga.

Penyebab Bell’s Palsy tidak diketahui. Namun diduga terjadi penekanan maupun pembengkakan nervus facialis, dapat terjadi sebagai respon terhadap infeksi virus. Dalam hal ini, diyakini Virus Herpes Simpleks yang diyakini menjadi penyebabnya.

Penyakit ini dapat pula diakibatkan oleh terpaan angin dingin yang masuk ke dalam foramen stilomastoideum, menyebabkan nervus di sekitar wajah mengalami sembab lalu membesar. Pembengkakan nervus facialis mengakibatkan pasokan darah ke nervus tersebut terhenti. Hal itu menyebabkan kematian sel sehingga fungsi hantaran impulsnya terganggu. Akibatnya, perintah otak untuk menggerakkan otot-otot wajah tidak dapat diteruskan.

Bell’s Palsy terjadi secara tiba-tiba. Beberapa jam sebelum terjadinya kelemahan pada otot wajah, penderita bisa merasakan nyeri di belakang telinga. Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai berat, tetapi selalu pada satu sisi wajah. Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan tanpa ekspresi, tetapi penderita merasa seolah-olah wajahnya terpuntir. Sebagian besar penderita mengalami mati rasa atau merasakan ada beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi di wajah adalah normal. Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya di sisi yang terkena. Kadang penyakit ini mempengaruhi pembentukan ludah, air mata, atau sistem pengecapan di lidah.

Pada dasarnya, tidak ada pengobatan khusus untuk Bell’s Palsy. Sebagian besar kasus dapat sembuh dengan spontan. Penatalaksanaan standar dengan kortikosteroid harus diberikan dalam waktu tidak lebih dari 2 hari setelah timbulnya gejala dan dilanjutkan sampai 1-2 minggu. Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa obat antivirus (bila disebabkan oleh virus) dan antiinflamasi dapat efektif mempercepat proses penyembuhan. Obat tetes mata dapat juga diberikan untuk mencegah kekeringan pada mata.

Nervus akan melakukan regenerasi sekitar 1-2 mm per hari. Jika kelumpuhannya parsial (sebagian), maka penyembuhan total terjadi dalam waktu 1-2 bulan. Prognosis pada kelumpuhan total adalah bervariasi, tetapi dengan penatalaksanaan yang baik, sebagian besar kasus dapat sembuh secara sempurna.

TINJAUAN PUSTAKA

* http://www.medicastore.com

* http://www.litbang.depkes.go.id

* http://www.kalbe.co.id

* http://www.bellspalsy.ws

* Sidharta, Priguna Prof.DR.dr. dan Mardjono, Mahar Prof.DR.dr. 2006. Neurologi Klinis Dasar. Jakarta: Dian Rakyat.

Related Posts

Pesan Hari Jantung Sedunia 2013: Inilah Rahasia Langkah Menuju Jantung Sehat

Pesan Hari Jantung Sedunia 2013: Inilah Rahasia Langkah Menuju Jantung Sehat

Rokok, Jantung dan Pembuluh Darah

Rokok, Jantung dan Pembuluh Darah

Apa Bahayanya Kalau Hipertensi Tidak Terkontrol?

Apa Bahayanya Kalau Hipertensi Tidak Terkontrol?

Sindrom Guillain-Barre

Sindrom Guillain-Barre

Delapan Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan

Delapan Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan

Related Posts

Apa itu Penyakit Bells Palsy ?

Dokter, Ada yang bisa memberi informasi tentang be...

Tanda stroke ringan

Dokter.. Apakah ciri atau tanda stroke ringan? moh...

Solusi stroke ringan

Dok.. minta solusi untuk stroke ringan donk.. teri...

Rehabilitasi Paska Stroke

Ayah saya kena stroke sudah sekitar 2 tahun lalu. ...

Stroke

Dokter, kerabat saya mengalami stroke dengan gangg...