Apa itu Operasi Bypass Jantung?

  Tanya dokter gratis asuransi kecelakaan. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

Operasi bypass jantung disebut juga sebagai operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG). Operasi bypass jantung merupakan salah satu penanganan operatif pada Penyakit Jantung Koroner (PJK), yaitu penyakit penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah nadi (arteri) koroner jantung, dengan cara revaskularisasi (membuat saluran baru) melewati arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan sehingga terdapat aliran darah baru yang membawa oksigen dan nutrien lain ke otot jantung. Saluran baru yang dibuat dapat berasal dari arteri (pembuluh darah nadi) atau vena (pembuluh darah balik) yang sehat dari tubuh bagian lain, yang nantinya dicangkokkan/dihubungkan ke arteri koroner yang menyempit atau tersumbat.

Perlu diketahui, tidak semua pasien yang menderita PJK memerlukan operasi bypass jantung, hanya pasien-pasien yang terpilih saja. Penderita PJK yang diperbolehkan untuk dilakukan operasi bypass jantung adalah penderita PJK yang sudah mengubah pola hidupnya menjadi baik, yang sudah diterapi dengan obat-obatan hingga dosis maksimal, dan bukan merupakan kandidat yang baik untuk menjalani operasi angioplasti (atau disebut juga Percutaneous Transluminal Angioplasty (PTCA), yaitu operasi pada arteri jantung dimana pada pembuluh darah yang menyempit dan tersumbat itu dimasukkan suatu balon sehingga arteri yang tersumbat tersebut mengembang. Kadangkala, operasi angioplasti juga dilanjutkan dengan operasi bypass jantung untuk lebih meningkatkan aliran darah arteri koroner jantung), serta yang masih terdapat gejala-gejala PJK, seperti nyeri dada sebelah kiri yang menjalar. Syarat lainnya untuk dilakukan operasi bypass jantung adalah terdapat banyak penyempitan atau penyumbatan pada cabang arteri koroner.

Menurut Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association), pada tahun 2004, terdapat sebanyak 427.000 operasi bypass jantung yang dilakukan di Amerika Serikat, dan merupakan salah satu jenis operasi yang paling sering dilakukan. Operasi bypass jantung telah menunjukkan perkembangan yang baik, yaitu bertambahnya masa kelangsungan hidup yang bersifat jangka panjang pada pasien-pasien di atas.

Operasi ini biasanya memakan waktu 3-6 jam. Pasien akan menerima anestesi umum dan tidur selama operasi. Selama operasi, tulang dada dan rusuk akan dibuka untuk mempermudah akses ke jantung. Pada saat operasi, detak jantung akan dihentikan, lalu suhu jantung didinginkan, sementara itu, cairan pengawet disuntikkan pada arteri jantung. Proses ini bertujuan untuk meminimalisasikan kerusakan yang diakibatkan oleh penurunan aliran darah selama operasi. Lalu, sirkulasi darah dan fungsi pernapasan akan diambil alih oleh mesin, yaitu mesin jantung-paru (dari paru-paru pasien ke mesin jantung) yang disambungkan ke tubuh pasien agar didapatkan darah yang kaya oksigen dan untuk menjaga darah dan oksigen tetap mengalir menuju organ-organ tubuh selama operasi. Aorta (pembuluh darah utama tubuh yang mengalikan darah dari jantung ke organ-organ tubuh) akan diklem/dijepit selama operasi bypass jantung agat tidak mengalirkan darah selama operasi berlangsung sehingga darah yang kaya oksigen dialirkan melalui mesin jantung-paru ke organ-organ tubuh. Kadang, beberapa penyumbatan atau penyempitan dapat di-bypass dalam satu operasi. Metode ini disebut sebagai Traditional Coronary Artery Bypass Grafting, yang paling banyak digunakan. Pada jaman sekarang, operasi bypass jantung dapat dilakukan tanpa menggunakan mesin jantung-paru, sehingga jantung masih tetap berdetak. Metode ini dikenal dengan Off-Pump Coronary Artery Bypass Grafting atau Beating Heart Bypass Grafting. Metode ini meminimalisasikan komplikasi yang dapat terjadi ketika mesin jantung-paru digunakan dan dapat mempercepat waktu penyembuhan. Terdapat satu lagi metode terbaru yang mirip dengan metode kedua dalam operasi bypass jantung, yaitu Minimally Invasive Direct Coronary Artery Bypass Grafting. Metode ini hanya memotong sedikit bagian dada pasien (menginvasi secara minimal) dan biasanya digunakan bila pembuluh darah yang tersumbat itu berada di depan jantung dan tempat sumbatan hanya berada pada satu arteri koroner. Karena masih baru, maka prosedur ini masih sedikit dipraktikkan.

Pembuluh darah cangkokan yang sering digunakan dalam operasi bypass jantung adalah vena saphena yang terdapat pada tungkai bawah. Vena tersebut dicangkok dan dijahit ke arteri koroner melewati bagian yang menyempit atau tersumbat. Bagian akhir dari vena tersebut dilekatkan pada aorta. Peranan vena tersebut dalam memperdarahi tungkai bawah akan diganti dengan vena-vena kecil yang terdapat pada tungkai bawah tersebut. Selain vena saphena, pada zaman sekarang, juga dapat digunakan arteri mamaria internal kiri yang terdapat pada dinding dada. Arteri ini dipisahkan dari dinding dada dan dihubungkan dengan arteri koroner dan/atau salah satu cabang arteri koroner yang tersumbat. Kelebihan menggunakan arteri mamaria internal kiri ini adalah penggunaannya dapat lebih lama. Sedangkan kekurangannya adalah arteri memiliki panjang yang terbatas, dan hanya dapat digunakan pada sumbatan atau penyempitannya yang dekat. Selain itu, kekurangan yang lain adalah dapat memperlama operasi bypass jantung karena akan dibutuhkan waktu tambahan untuk memisahkan arteri tersebut dari dinding dada. Oleh sebab itu, arteri ini tidak dapat digunakan pada operasi-operasi bypass jantung yang bersifat darurat. Sekarang ini, diketahui juga dapat digunakan pembuluh darah dari tempat lain, misalnya tungkai atas.

Setelah operasi, pasien biasanya ditempatkan pada ruang ICU (Intensive Care Unit) agar dapat dipantau dengan ketat fungsi jantung dan tanda-tanda vitalnya selama 1-2 hari. Hampir 25% pasien dapat mengalami gangguan ritme jantung dalam 3 atau 4 hari setelah operasi bypass jantung. Hal ini diakibatkan oleh trauma operasi pada jantung. Namun, sebagian besar gangguan ritme ini dapat berespon baik dengan terapi obat-obatan yang dapat mencapai satu bulan. Sekitar 5% pasien membutuhkan perhatian ketat dalam 24 jam karena risiko perdarahan setelah operasi. Ketika pemantauan ketat tidak diperlukan lagi, biasanya dalam waktu 2-3 hari setelah operasi, pasien akan dipindahkan ke unit perawatan transisi. Rata-rata waktu rawat inap pasien yang menjalani operasi bypass jantung sekitar 3-8 hari. Jahitan dilepaskan dari dada atau dari tungkai bawah (jika menggunakan vena saphena) sekitar 7-10 hari setelah keluar dari rumah sakit. Pasien dapat sembuh total sekitar 4-6 minggu. Pasien dapat kembali bekerja sekitar 1-2 bulan setelah operasi.

Komplikasi yang dapat terjadi setelah operasi bypass jantung adalah infeksi luka dan perdarahan, reaksi anestesi, demam, dan nyeri. Oleh sebab itu, pasien disarankan untuk mengontrol luka pasca operasinya. Sedangkan reaksi lainnya, umumnya bersifat ringan dan dapat menghilang sendiri, tapi beberapa pasien ada yang sampai berkembang menjadi parah, seperti stroke, sehingga dibutuhkan pengobatan dan tata laksana lebih lanjut. Kematian setelah operasi bypass jantung dapat menjadi komplikasi operasi bypass jantung, yang terjadi sebanyak 3-4%. Kematian lebih banyak disebabkan oleh serangan jantung setelah operasi. Risiko komplikasi dan kematian dapat meningkat pada usia di atas 70 tahun, penderita yang mempunyai otot jantung yang lemah, penyakit sumbatan arteri koroner utama kiri, diabetes, penyakit paru-paru kronik, dan penyakit ginjal kronik. Risiko kematian lebih tinggi pada wanita, disebabkan lebih seringnya wanita yang melakukan operasi bypass jantung adalah wanita berusia tua dan wanita mempunyai diameter arteri koroner yang lebih kecil daripada pria, yang menyebabkan operasi menjadi lebih lama dan sulit. Namun, risiko wanita untuk menderita PJK sekitar 10 tahun lebih lama daripada pria karena wanita mempunyai hormon yang melindungi pembuluh darah selama masih menstruasi.

Namun, seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, hasil operasi bypass jantung biasanya mengagumkan. Sebanyak 85% pasien yang dioperasi mengakui bahwa gejala PJK dan risiko untuk mendapat serangan jantung kembali menjadi berkurang, dan risiko kematian dalam 10 tahun setelah operasi menjadi menurun. Hanya sedikit pasien yang mendapatkan sumbatan kembali pada pembuluh darah cangkokan dalam 2 minggu pertama setelah operasi karena bekuan darah. Bekuan darah yang terdapat pada pembuluh darah cangkokan biasanya karena terseretnya darah keluar dari arteri kecil yang berhubungan dengan pembuluh darah cangkokan. Sebanyak 10% pasien mengalami hal tersebut antara 2 minggu sampai 1 tahun setelah operasi. Terapi medikamentosa, berupa aspirin, dapat menurunkan sumbatan tersebut sebanyak 50%. Pembuluh darah cangkokan juga dapat tersumbat setelah 5 tahun akibat proses dari dalam pembuluh darahnya, yang berupa pembentukan jaringan ikat akibat operasi dan aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Operasi bypass jantung ulangan kadang diperlukan, namun komplikasinya dapat lebih besar daripada operasi sebelumnya

Setelah operasi bypass dilakukan, pasien harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

-    Karena peranan vena saphena diganti dengan vena-vena kecil, maka akan timbul pembengkakan pada sisi bersangkutan. Pasien disarankan untuk menggunakan kaus kaki atau stocking yang elastis selama 1-6 hari setelah operasi dan mengangkat tungkai bawah sisi bersangkutan ketika duduk. Pembengkakan ini biasanya akan hilang sekitar enam sampai delapan minggu.

-    Penyembuhan tulang dada memakan waktu sekitar 6-8 minggu dan ini akan membuat pergerakan tubuh pasien menjadi terbatas. Pasien disarankan untuk tidak mengangkat atau menarik barang lebih dari 5 kilogram atau melakukan aktivitas-aktivitas berat selama proses penyembuhan. Pasien juga disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang bersifat mengerak-gerakkan dada atau yang membuat dada menjadi terbebani, seperti bersin atau batuk dengan keras, mengendarai kendaraan bermotor atau melakukan hubungan seksual selama 4-8 minggu pertama untuk menghindari luka pada dada.

-    Pasien juga dianjurkan untuk mengubah pola hidupnya menjadi sehat untuk menurunkan kemungkinan mendapatkan PJK kembali, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan, diet rendah lemak, mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, dan kolesterol.

-    Pasien juga dianjurkan untuk rutin memonitor keadaan pembuluh darah cangkokannya agar masalah pada pembuluh darah cangkokan dapat diketahui lebih dini.

-    Pasien juga diharapkan untuk rutin mengontrol keadaan luka pasca operasi, baik pada dada maupun tungkai bawah (jika digunakan vena saphena) agar tidak terjadi infeksi.

-    Pasien juga dapat mengalami nyeri otot pada bahu dan punggung atas, lemas, perubahan mood atau depresi, sulit tidur, kehilangan nafsu makan, dan konstipasi. Namun semua keluhan ini akan hilang 6-12 minggu kemudian. Terdapat studi yang mengatakan bahwa jika dalam operasi digunakan mesin jantung-paru, diduga pasien juga dapat mengalami hilang ingatan dan perubahan lainnya, seperti sulit berkonsentrai atau berpikir. Perubahan ini lebih banyak terjadi pada pasien yang sudah tua, yang mempunyai penyakit tekanan darah tinggi atau penyakit paru-paru, yang sering minum minuman beralkohol. Namun, keluhan ini akan membaik dalam beberapa bulan setelah operasi.

-    Akan dilakukan uji latihan rutin yang dilakukan sejak empat sampai enam minggu setelah operasi dan hasilnya akan menandakan untuk dimulainya program rehabilitasi jantung. Program rehabilitasi tersebut terdiri dari program latihan selama 12 minggu yang meningkat secara bertahap, dimana latihan dilakukan selama satu jam, tiga kali seminggu.

 

Sumber:

1.      Coronary Artery Bypass Graft Symptoms, Causes, Treatment (diunduh dari www.medicinet.com)

2.      Coronary Artery Bypass Graft Surgery (CABG). National Institutes of Health (U.S. Department of Health and Human Services) (diunduh dari www.nih.gov)

3.      Coronary artery bypass graft (CABG) (diunduh dari http://www.bupa.co.uk/individuals/health-information/directory/c/con-art-bypass-cabg)

4.      Seputar Operasi Bypass Jantung (diunduh dari

5.      Operasi “Bypass” Lebih Direkomendasikan (diunduh dari http://health.kompas.com/read/2011/05/30/15371490/Operasi.Bypass.Lebih.Direkomendasikan)

6.      Operasi Bypass pada Jantung Koroner (diunduh dari

7.      Coronary artery bypass graft (CABG) surgery (diunduh dari

8.      Coronary Artery Bypass Surgery (diunduh dari http://www.webmd.com/heart-disease/coronary-artery-bypass-surgery-for-coronary-artery-disease)

9.      Coronary artery bypass graft surgery (diunduh dari http://www.surgeryencyclopedia.com/Ce-Fi/Coronary-Artery-Bypass-Graft-Surgery.html)

10.  What Is Coronary Artery Bypass Grafting? (diunduh dari http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/cabg/cabg_whatis.html)

Related Posts

Bahayanya Sectio Caesar

Bahayanya Sectio Caesar

Diabetes dan Penyakit Jantung

Diabetes dan Penyakit Jantung

Selamatkan Tempe Demi Kesehatan Kita Semua!

Selamatkan Tempe Demi Kesehatan Kita Semua!

Tanya-Jawab Jantung Bersama Dr Wishnu: Apa Saja Gejala Sakit Jantung?

Tanya-Jawab Jantung Bersama Dr Wishnu: Apa Saja Gejala Sakit Jantung?

Pesan Hari Jantung Sedunia 2013: Inilah Rahasia Langkah Menuju Jantung Sehat

Pesan Hari Jantung Sedunia 2013: Inilah Rahasia Langkah Menuju Jantung Sehat

Related Posts

Operasi lipatan mata

Dok, Saya ada rencana melakukan operasi lipatan ma...

Jantung tidak optimal

Permisi dok.. Saya mau tanya gimana ya caranya unt...

Jantung berdebar karena konsumsi kopi

ijin tanya dokter Kenapa kita sering berdebar deba...

Pengobatan Penyumbatan Pembuluh Darah di Kaki

selamat malam dokter. saya mau nanya ini tentang j...

Benjol & Nyeri disekitar Jahitan setelah operasi tumor diperut

Sore dok, dok saya mau tanya..ibu saya baru saja o...