Antibiotika Baru untuk TBC Sedang Diuji

Antibiotika Baru untuk TBC Sedang Diuji

Kini, para peneliti tengah menguji sebuah tipe antibiotika untuk mengatasi penyakit tuberkulosis atau TBC yang sudah kebal-banyak-obat atau multi-drug resistant (MDR). Kuman TBC kini sudah banyak kebal dengan obat anti-tuberkulosis yang umum seperti rifampisin, pirazinamid, isoniazid, dan etambutol. Untuk inilah para peneliti tengah gencarnya mencari solusi baru dalam menangani penyakit ini.

Antibiotika yang sedang diperiksa ini, dilaporkan bahwa setelah menggunakan obat ini dalam 2 bulan, hampir pada setengah pasien tidak ditemukan lagi kuman TBC tersebut. Hal ini membuka sebuah harapan baru dalam obat TBC.

Menurut Lawrence Geiter dari Perusahaan Farmasi Otsuka, yang juga peneliti, perubahan hilangnya kuman dari dahak ini memang lebih cepat dengan obat antibiotika yang baru ini. Hal ini disimpulkannya setelah melakukan penelitian pada 17 pusat pengobatan di 9 negara.

Dan moga-moga hal ini dapat diterapkan ke seluruh pasien TBC yang ada dan kasus MDR dapat teratasi. Semoga!

Sumber: New England Journal of Medicine, online June 6, 2012.

Editor Medis TanyaDokterAnda.com; Dokter Umum di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat

Artikel terkait

Perokok Pasif, Para Korban Tak Bersalah

Perokok Pasif, Para Korban Tak Bersalah

Wanita Merokok dan Efek Kesehatannya

Wanita Merokok dan Efek Kesehatannya

Sayangi Rokok atau Sayangi Paru Anda?

Sayangi Rokok atau Sayangi Paru Anda?

Rokok, Jantung dan Pembuluh Darah

Rokok, Jantung dan Pembuluh Darah

Merokok Membuat Anda Tidak Subur

Merokok Membuat Anda Tidak Subur

Konsultasi terkait

Batuk Darah, Apakah yang Harus Dilakukan?

Dear Dokter. Saya ingin menanyakan cara penyembuha...

Hipertropi Kulit setelah Operasi, Mengapa?

Dok, 7 bulan yang lalu saya operasi usus buntu. La...

Batuk Berdahak Yang Tak Kunjung Berhenti

Dok, saya mau nanya suami saya punya sakit paru da...

Flek Paru pada Anak-anak

Anak saya 1 tahun 5 bulan dengan LED 27, oleh dokt...

TBC Meningitis, Harus Bagaimana?

Dokter yang terhormat Dok, mohon saran dan penjela...