TanyaDok.com http://www.tanyadok.com Artikel Kesehatan, Cari Dokter dan Tanya Dokter Mon, 28 Jul 2014 09:24:12 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=3.8.1 Tanya Jawab: Hepatitis B http://www.tanyadok.com/kesehatan/tanya-jawab-hepatitis-b http://www.tanyadok.com/kesehatan/tanya-jawab-hepatitis-b#comments Mon, 28 Jul 2014 09:24:12 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27807 Kontributor Irene Trisbiantara, dr. aktif di TanyaDok.com.

Berbicara tentang organ tubuh hati maka berkaitan erat dengan cara tubuh menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. Kenyataannya, meski organ tubuh ini bisa menetralisir racun, namun hati tidak kebal terhadap penyakit. Ketahui informasinya secara lengkap tentang organ tubuh hati ini beserta dengan penyakit yang mungkin bisa menyerangnya. Tanya: Apakah organ hati itu? Jawab: Hati atau sering disebut dengan liver merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting keberadaan dan fungsinya. Liver berjumlah satu buah dan terletak di sisi tubuh bagian depan sebelah kanan yang terlindungi oleh tulang rusuk. Liver berfungsi sebagai penetralisir racun atau detoksifikasi. Segala hal yang masuk ke dalam tubuh akan dinetralisir dari racun terlebih dahulu oleh liver sebelum mengalami proses lebih lanjut di dalam tubuh. Racun ini biasanya berasal dari bahan-bahan kimia yang terdapat di dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi. Tanya: Oleh karena liver berfungsi sebagai penetralisir racun, apakah liver kebal terhadap penyakit? Jawab: Tidak. Liver tetap dapat terserang berbagai penyakit salah satunya penyakit yang disebabkan oleh virus. Bila tidak mendapat penanganan secara cepat dan tepat, maka liver dapat rusak dan kehilangan fungsinya. Bila hal tersebut terjadi, maka tubuh kita tidak lagi mampu untuk menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh secara optimal. Virus yang biasanya menyerang organ hati adalah virus hepatitis, yaitu virus hepatitis A, B dan C. Tanya: Lalu, apa itu penyakit hepatitis B? Apakah penyakit hepatitis B berbahaya? Jawab: Hepatitis B adalah penyakit pada organ hati yang diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis B dan dapat terjadi secara akut maupun kronis. Hepatitis B yang tidak mendapat pengobatan secara tepat, dapat berkembang menjadi sirosis hati ataupun kanker hati. Kedua kondisi ini dapat berakibat pada kematian. Menurut WHO, sejak tahun 2000 angka kematian karena hepatitis B mencapai 600.000 jiwa per tahunnya. Tanya: Apakah penyakit hepatitis B bisa menular pada orang lain? Jawab: Virus hepatitis B sama seperti virus lain, mampu menular dari seorang yang sakit kepada orang lain yang sehat. Media utama penularan adalah darah, cairan tubuh lainnya milik penderita seperti saliva (air liur), cairan vagina dan semen. Penularan terjadi secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal yaitu dari ibu ke anak, pada saat anak masih di dalam kandungan atau saat proses melahirkan. Secara horizontal dari seorang kepada orang yang lain misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama pada narkoba atau transfusi darah yang tidak melalui skrining. Tanya: Seperti apa gejala-gejala yang timbul bila terinfeksi hepatitis B? Jawab: Gejala dapat timbul mulai dari mata dan kulit nampak kuning, hati membesar, nyeri perut, mual, muntah hingga hanya berupa keluhan badan sering lemas dan bahkan tidak menimbulkan gejala yang dapat dilihat secara langsung oleh mata. Hal inilah yang mengakibatkan sering luputnya seseorang dari dugaan hepatitis B sehingga pada saat timbul gejala sudah berada pada kondisi yang tidak baik dan sulit teratasi. Tanya: Apakah infeksi hepatitis B akut selalu akan berkembang menjadi kronis? Jawab: Tidak selalu. Pada orang dewasa, 90% yang terkena hepatitis B dapat mengalami kesembuhan sedangkan kurang dari 5% sisanya dapat berkembang menjadi kronis. 15-25% orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B sejak usia kanak-kanak, dapat menjadi kronis dan berkembang menjadi sirosis ataupun kanker hati. Lain halnya dengan orang dewasa, pada anak-anak yang terinfeksi sebelum usia 1 tahun, 80-90% diantaranya dapat berkembang menjadi kronis. Sedangkan bila terinfeksi pada usia kurang dari 6 tahun, hanya 30-50% yang berkembang menjadi kronis. Tanya: Apa yang dimaksud dengan hepatitis B kronis? Jawab: Seseorang dinyatakan menderita hepatitis B kronis bila selama enam bulan atau lebih memiliki nilah HbsAg yang tetap positif di dalam darah. Hepatitis B kronis pada anak-anak seringkali tidak bergejala, anak nampak sehat dan pertumbuhan berjalan secara normal tanpa hambatan. Hepatitis B kronis yang terdiri atas lima tahap dimana pada tahap pertama seorang penderita hepatitis B kronis memiliki tingkat viremia paling tinggi yang berarti penderita tersebut sangat infeksius, dapat masuk dalam kondisi sirosis dimana kondisi ini dapat diatasi dengan pengobatan (terkompensasi) ataupun tidak lagi dapat diatasi dengan pengobatan (tidak terkompensasi) dan berujung dengan kematian atau berkembang menjadi kanker hati yang juga berujung pada kematian. Pada sirosis terkompensasi, 84% penderita memiliki usia harapan hidup selama 5 tahun dan hanya 14-35% pada sirosis tidak terkompensasi. Tanya: Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi hepatitis B? Jawab: Melalui gejala-gejala yang dialami dan dipastikan melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah mencakup fungsi hati, ada tidaknya virus hepatitis B melalui ada tidaknya antigen hepatitis B serta kadar antibodi yang dimiliki tubuh terhadap hepatitis B. Tanya: Pengobatan seperti apa yang dapat diberikan pada penderita hepatitis B? Jawab: Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B oleh karena itu pengobatan terbaik adalah dengan obat antiviral, seperti lamivudine, adefovir, dan lainnya, dengan dosis pemberian sesuai dengan anjuran dokter. Serta menjaga asupan makan untuk tubuh secara optimal. Bagi yang sudah memasuki tahap sirosis, dapat dilakukan transplantasi hati sesuai dengan kondisi penderita dan instruksi dokter. Tanya: Bagaimana cara melindungi diri dari infeksi hepatitis B? Jawab: Dengan vaksinasi hepatitis B. Pemberian vaksinasi ini telah diterapkan oleh WHO untuk perlindungan sejak dini dari infeksi hepatitis B. Vaksinasi hepatitis B telah dikenal sejak tahun 1982 dan terbukti 95% efektif sebagai preventif (pencegahan) dari infeksi hepatitis B. Mengingat tingginya angka penderita hepatitis B kronis terutama pada mereka yang mendapat infeksi sejak usia kurang dari 1 tahun (80-90%), maka vaksinasi harus diberikan sejak usia dini yaitu segera setelah seorang bayi lahir. Vaksinasi diberikan sebanyak tiga kali, yaitu saat lahir, usia 1 bulan dan usia 6 bulan. Pemberian pada usia 1 dan 6 bulan dapat diberikan bersama dengan vaksinasi DPT. Selain vaksinasi, hal lain yang dapat dilakukan sebagai pencegahan diantaranya memilih prosedur persalinan secara operasi (Sectio Caesar) dibandingan persalinan pervaginam pada ibu hamil dengan hepatitis B positif (risiko penularan melalui SC vs persalinan pervaginam adalah 10,5% vs 28%). Juga, penggunaan kondom saat berhubungan seks, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, skrining darah pada proses transfusi darah. Tanya: Jadi hepatitis B berbahaya namun dapat kita hindari? Jawab: Tentu. Setiap penyakit tidak terkecuali hepatitis B adalah berbahaya bagi tubuh kita bilamana tidak mendapat pengobatan secara tepat dan cepat. Namun tidak perlu menunggu untuk terinfeksi, lindungi diri sejak awal dan hindari hal-hal yang dapat menjadi sumber penularan. Selamat memulai dan menjalani hidup sehat J   DAFTAR PUSTAKA Dienstag, Jules L., M.D. Hepatitis B Virus Infection. N Engl J Med 2008; 359; 14 European Association for the Study of the Liver. EASL Clinical Practice Guidelines: Management of Chronic Hepatitis B virus Infection. Journal of Hepatology 2012 vol 57. 167-185. Fauci, et.al. Hepatitis B. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 17th edition vol. I. 1942-1973 Paganelli, Massimiliano, et.al. Chronic Hepatitis B in Children and Adolescent. Journal of Hepatology 2012 vol. 57. 885-896. Peng, Cheng-Yuan, et.al. Hepatitis B Virus-related Decompensated Liver Cirrhosis; Benefits of Antiviral Theraphy. Journal of Hepatology 2012 vol 57. 442-450. WHO. Hepatitis B. Juli 2013. Diunduh dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs204/en/, 8 Juni 2014. WHO. Weekly epidemiological record. No. 40. 2009; 405-420. Diunduh dari http://www.who.int/wer, 8 Juni 2014.  

Konten Tanya Jawab: Hepatitis B hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/kesehatan/tanya-jawab-hepatitis-b/feed/ 0
Mitos dan Fakta Hepatitis B dan Hepatitis C http://www.tanyadok.com/kesehatan/mitos-dan-fakta-hepatitis-b-dan-hepatitis-c http://www.tanyadok.com/kesehatan/mitos-dan-fakta-hepatitis-b-dan-hepatitis-c#comments Mon, 28 Jul 2014 06:00:45 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27747 Kontributor Nataliana, dr. aktif di TanyaDok.com.

Berbagai informasi tentang hepatitis banyak beredar di masyarakat, baik tentang cara penularannya, gejala penyakit sampai cara pengobatannya. Namun, dari sekian banyak informasi, ternyata ada yang hanya berupa mitos dan ada juga yang berupa fakta tentang penyakit Hepatitis B dan Hepatitis C. Perlunya informasi yang benar tentang sebuah penyakit diperlukan untuk mendapatkan pengobatan yang benar dan tepat. 7 Mitos dan Fakta Hepatitis C1,2,3,4 Mitos: Hepatitis C bisa dicegah dengan vaksinasi Fakta:  Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk mencegah Hepatitis C, oleh karena itu, Hepatitis C tidak bisa dicegah dengan vaksinasi. Mitos: Hanya pecandu obat-obatan yang dapat terinfeksi Hepatitis C Fakta:  Umumnya sekitar 50% pengguna obat suntik diketahui terinfeksi Hepatitis C. Namun, selain itu, virus Hepatitis C juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah penderita hepatitis C, misalnya melalui transfusi darah, proses melahirkan (dari ibu ke bayi), proses tindik dan tato. Mitos: Alkohol dapat menyebabkan Hepatitis C. Fakta:  Untuk dapat terinfeksi Hepatitis C, harus terjadi kontak darah dengan darah (darah penderita Hepatitis C masuk ke dalam peredaran darah orang lain misalnya melalui luka terbuka). Alkohol memang dapat menyebabkan hepatitis (peradangan pada hati), namun ini berbeda dengan kondisi Hepatitis C yang disebabkan oleh virus Hepatitis C. Mitos: Jika sudah terinfeksi Hepatitis A, maka akan menderita Hepatitis B dan C. Fakta:  Menderita salah satu jenis hepatitis tidak secara otomatis membuat penderita terinfeksi jenis hepatitis lainnya. Hepatitis A adalah penyakit karena virus hepatitis A yang ditularkan melalui air (water borne disease). Sedangkan Hepatitis B dan Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah penderita. Kebanyakan penderita sembuh dari Hepatitis A tanpa gejala yang tersisa seperti  kerusakan hati, sementara Hepatitis B dan C dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan bahkan kanker hati pada beberapa orang. Mitos: Hepatitis C dapat ditularkan melalui kontak kasual (bersalaman, berpegangan tangan, batuk, bersin, atau berpelukan) maupun gigitan nyamuk. Fakta:  Penularan Hepatitis C terjadi melalui kontak darah dengan darah penderita, sehingga kontak kasual tidak dapat menularkan Hepatitis C. Untuk saat ini, tidak ada bukti yang menyatakan bahwa Hepatitis C dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk. Mitos: Hepatitis C merupakan penyakit menular seksual. Fakta:  Hepatitis C tidak tergolong ke dalam penyakit menular seksual. Risiko penularan Hepatitis C melalui hubungan seksual sangatlah rendah (ketika tidak ada faktor yang memperberat). Faktor yang memperberat antara lain adanya darah menstruasi, seks anal, maupun adanya luka di alat kelamin. Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat membantu menurunkan risiko penularan. Mitos: Tidak ada pengobatan yang efektif untuk penyakit Hepatitis C. Fakta:  Sudah ada pengobatan yang efektif untuk penyakit Hepatitis C dan dapat menghilangkan virus Hepatitis C dari darah serta mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Pengobatan yang tersedia saat ini antara lain: pegylated Interferon, Ribavirin, Boceprevir, Telaprevir, Sovosbuvir, dan Simeprevir. 7 Mitos dan Fakta Hepatitis B5,6,7 Mitos: Hepatitis B ditularkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Fakta:  Virus Hepatitis B hidup di dalam darah dan cairan tubuh manusia (penderita Hepatitis B). Penularan hanya terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh, misalnya melalui hubungan seksual tanpa pengaman, bertukar jarum suntik, tato, atau tindik. Selain itu, wanita hamil yang menderita Hepatitis B juga dapat menularkan ke bayinya melalui proses persalinan.  Mitos: Hepatitis B sangat jarang terjadi sehingga saya tidak mungkin tertular. Fakta:  Hepatitis B merupakan salah satu penyakit paling umum di seluruh dunia. Lebih dari 1/3 penduduk dunia terinfeksi Hepatitis B baik dalam bentuk akut maupun kronis. Jika tidak diobati dengan baik, hal ini dapat berujung pada penyakit hati serius dan kanker hati. Mitos: Penderita Hepatitis B tahu dirinya terinfeksi karena kulit atau matanya menjadi kuning. Fakta:  Banyak penderita Hepatitis B yang tidak merasakan gejala apapun. Hanya sekitar 30% yang terinfeksi virus Hepatitis B yang mengalami timbulnya gejala penyakit Hepatitis B. Jika ingin mengetahui terinfeksi virus Hepatitis B atau tidak, dapat dilakukan pemeriksaan darah. Mitos: Penderita Hepatitis B akan menjadi sangat sakit dan meninggal karena penyakit hati yang serius dan kanker hati. Fakta:  Sekitar 90% dari mereka yang terinfeksi virus Hepatitis B mengalami infeksi akut, yang berlangsung beberapa minggu hingga bulan dan setelah itu akan sembuh tanpa gejala sisa. Namun sekitar 10% menderita infeksi Hepatitis B kronis, ini yang akan berujung pada penyakit hati yang lebih serius seperti sirosis (penyakit hati) dan kanker hati. Mitos: Penderita Hepatitis B akan berkembang menjadi Hepatitis A dan Hepatitis C seiring waktu. Fakta: Terdapat beberapa jenis virus penyebab hepatitis, antara lain A, B, C, D, E dan G. Penyakit Hepatitis B tidak akan berkembang atau berubah jadi jenis hepatitis yang lain. Namun penderita Hepatitis B tetap berisiko untuk terinfeksi virus penyebab hepatitis lainnya.. Untuk Hepatitis A dan E ditularkan melalui makanan, sedangkan sisanya ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh. Mitos: Vaksin Hepatitis B dapat mencegah penderita Hepatitis B jatuh sakit. Fakta:  Vaksin Hepatitis B berfungsi efektif untuk mencegah penyakit Hepatitis B dan komplikasi kronisnya pada orang yang belum terinfeksi virus Hepatitis B. Sedangkan pada penderita Hepatitis B disarankan berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan mengontrol virus Hepatitis B di dalam tubuhnya. Mitos: Hepatitis B adalah penyakit keturunan dan saya dapat mewarisinya dari orang tua saya. Fakta: Hepatitis B ditularkan melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh penderita. Penyakit Hepatitis B bukanlah penyakit keturunan. Namun, benar bahwa virus Hepatitis B dapat ditularkan dari ibu hamil yang menderita Hepatitis B ke bayinya selama proses persalinan. Referensi: 1. Help Every Person C. Myths and Facts about Hepatitis C. [Diperbaharui Maret 2013; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: https://www.helpeverypersonc.co.uk/media/55279/mythsandfactsabouthepc.pdf 2. Daniel C. Myths about Hepatitis C. [Diperbaharui 2 April 2009; diakses 31 Mei 2013]. Tersedia di: http://hepatitis.about.com/od/lifestyle/a/HCVmyths.htm 3. Northern Territory AIDS & Hepatitis Council (NTAHC). Facts & Myths. [Diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.ntahc.org.au/education/hepatitis-c/facts-a-myths 4. World Health Organization. Hepatitis C [Fact Sheet]. [Diperbaharui April 2014; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs164/en/ 5. HepatitisInfo.co.uk. Myths vs. Facts. [Diperbaharui Oktober 2012; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://hepatitisinfo.co.uk/understanding-hepatitis-b/myths-vs-facts/ 6. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis B FAQs for the Public. [Diperbaharui 9 Juni 2009; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.cdc.gov/hepatitis/B/bFAQ.htm 7. World Health Organization. Hepatitis B [Fact Sheet]. [Diperbaharui Juli 2013; diakses 31 Mei 2014]. Tersedia di: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs204/en/  

Konten Mitos dan Fakta Hepatitis B dan Hepatitis C hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/kesehatan/mitos-dan-fakta-hepatitis-b-dan-hepatitis-c/feed/ 0
Posko Kesehatan Gratis di Jalur Selatan http://www.tanyadok.com/berita/posko-kesehatan-gratis-di-jalur-selatan-nagrek http://www.tanyadok.com/berita/posko-kesehatan-gratis-di-jalur-selatan-nagrek#comments Fri, 25 Jul 2014 01:16:10 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27876 Kontributor Gloria Safira aktif di TanyaDok.com.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, hampir di seluruh jalan utama ramai dengan aktifitas mudik. Salah satu jalur mudik yang sering kali padat dengan pemudik adalah jalur selatan Nagreg. Berita baiknya, pada jalur mudik selatan arah Garut ini, Posko kesehatan Puskesmas siap melayani pemudik 24 jam. “Posko kesehatan Puskesmas di lintasan arus mudik jalur selatan Nagreg siap melayani pemudik, tim medis disediakan 24 jam,” kata Dr Ani salah seorang dokter jaga di Posko kesehatan Nagreg. Ia menuturkan, sejak memasuki H-7 Lebaran posko kesehatan arus mudik di jalur selatan Nagreg Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sudah dibuka bagi pemudik yang hendak memeriksa kesehatan dan dilayani dengan gratis. Layanan posko kesehatan setiap tahun disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Untuk itulah, dokter jaga dan perawat siap membantu Anda dalam memberikan layanan kesehatan. Posko kesehatan Puskesmas di jalur Nagreg ini berjumlah tiga buah posko. Dan selain itu ada juga dua posko di Cicalengka, dan satu posko di Cileunyi. Sumber : republika.co.id

Konten Posko Kesehatan Gratis di Jalur Selatan hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/berita/posko-kesehatan-gratis-di-jalur-selatan-nagrek/feed/ 0
Fasilitas Kesehatan di Jalur Mudik http://www.tanyadok.com/berita/akan-ada-posko-kesehatan-di-jalur-mudik http://www.tanyadok.com/berita/akan-ada-posko-kesehatan-di-jalur-mudik#comments Thu, 24 Jul 2014 11:01:26 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27874 Kontributor Gloria Safira aktif di TanyaDok.com.

Lebaran sudah memasuki hitungan hari, itu tandanya jalur mudik sudah mulai dipadati oleh warga yang hendak pulang kampung. Biasanya, kemacetan yang luar biasa akan mengarungi jalur mudik dan tak urung meningkatkan risiko kecelakaan pun. Untuk mengurangi angka kecacatan, kecelakaan dan kematian, Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) menyiagakan beberapa posko kesehatan sepanjang jalur mudik. Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc,Ph.D mengatakan, Kemenkes menyiagakan posko kesehatan di jalur mudik seluruh Indonesia. Total posko yang disediakan adalah 2.641 dan 1.554 rumah sakit se-Sumatera, Jawa, dan Bali. “Jumlah pos kesehatan terdiri dari 2.424 milik dinas kesehatan, terdiri dari pos lapangan sebanyak 800 dan 1.624 puskesmas kita siapkan di jalan-jalan yang diperkirakan dilewati oleh para pemudik,” ujar Ali Gufron. Ia juga menegaskan bahwa fasilitas, seperti puskesmas dan rumah sakit akan tetap buka selama Hari Raya Lebaran. Terutama, yang berhubungan dengan jalur mudik. ”Untuk rumah sakit, terutama emergency, selalu buka 24 jam, dan ada dokter yang siaga sebagaimana semestinya. Kita dorong untuk tetap siaga. Hal ini karena kita berharap agar kecelakaan bisa ditekan serendah mungkin,” jelasnya. Sementara itu, telah diketahui bahwa jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun sudah mulai menurun. Data Polri pada 2013 terjadi 3.675 kasus kecelakaan dan jumlah tersebut sudah turun 29,8 persen dibandingkan tahun 2012, tetapi masih berakibat 795 orang meninggal. Oleh karena itu, Ali berharap jumlah kecelakaan dan kematian saat mudik pada tahun ini bisa menurun lagi. “Kami berharap tahun 2014 ini bisa menurun lagi. Kalau tahun kemarin bisa menurun sekitar 3,28 persen, tahun ini kita harapkan bisa lebih menurun lagi, paling tidak 4 persen,” tutupnya. Sumber : Okezone.com

Konten Fasilitas Kesehatan di Jalur Mudik hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/berita/akan-ada-posko-kesehatan-di-jalur-mudik/feed/ 0
Periksa Kesehatan Gratis di Jalur Pantura http://www.tanyadok.com/berita/periksa-gratis-di-posko-kesehatan-jalur-pantura http://www.tanyadok.com/berita/periksa-gratis-di-posko-kesehatan-jalur-pantura#comments Thu, 24 Jul 2014 08:40:31 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27878 Kontributor Gloria Safira aktif di TanyaDok.com.

Jalur Pantura, sebuah jalur yang akan sering didengar oleh masyarakat dalam menyambut beberapa hari menjelang Lebaran. Jalur Pantura merupakan salah satu akses mudik yang dilalui oleh masyarakat yang hendak pulang ke arah Jawa Tengah. Untuk melengkapi layanan kesehatan, di jalur ini terdapat Rumah Sakit Islam Weleri, Kendal, Jawa Tengah, yang membuka posko kesehatan untuk para pemudik di pinggir Jalan Pantura Truko Kangkung, Kendal. Posko kesehatan itu dilengkapi dengan ruang peristirahatan dan pemeriksaan. Menurut Direktur RSI Weleri Kendal, Edi Sumarwanto, posko buka selama 24 jam mulai H-7 hingga H 7 Lebaran. Selain menyediakan tempat peristirahatan yang dilengkapi dengan tempat tidur, juga menyediakan ruang pemeriksaan. “Pemudik bisa beristirahat dan memeriksakan diri di sini. Semua gratis, tidak dipungut biaya,” kata Edi, Rabu (23/7/2014). Selain itu, Edi juga menambahkan kalau di Posko Kesehatan RSI terdapat 20 kamar pemeriksaan. Beberapa dokter pun disiapkan untuk bertugas di posko tersebut. Selain itu, posko ini juga menyediakan minuman dan makanan ringan. Bagi pemudik yang mau istirahat dan berbuka puasa, bisa melakukannya di posko tersebut. “Tapi hanya makanan kecil dan minum. Tapi bisa untuk membatalkan puasa, pada saat buka puasa,” jelasnya. Edi juga mengharapkan agar Posko Kesehatan RSI ini bisa dimanfaatkan oleh para pemudik sebaik mungkin. Untuk beristirahat bila capek, sekaligus periksa kesehatan. Pasalnya, hal itu penting untuk keselamatannya. “Posko Kesehatan RSI, tahun kemarin juga kami dirikan. Pemudik yang memanfaatkan, satu harinya bisa 150 orang. Tapi ketika arus balik, hanya beberapa saja,” ujar Edi. Sumber : Kompas.com  

Konten Periksa Kesehatan Gratis di Jalur Pantura hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/berita/periksa-gratis-di-posko-kesehatan-jalur-pantura/feed/ 0
Cukupi Kebutuhan Minum! http://www.tanyadok.com/kesehatan/cukupi-kebutuhan-minummu http://www.tanyadok.com/kesehatan/cukupi-kebutuhan-minummu#comments Mon, 21 Jul 2014 04:14:30 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27858 Kontributor Kristian W G, dr aktif di TanyaDok.com.

Air merupakan salah satu zat yang penting bagi tubuh kita. Kurang lebih 60% dari berat badan kita adalah air. Bahkan air terdapat di seluruh bagian di tubuh kita dengan persentase yang berbeda-beda. Seperti, plasma darah (bagian darah yang cair) lebih 90%-nya adalah air, kulit dan otot sekitar 80%-nya adalah air, hingga tulang sekitar 20%-nya adalah air. Namun demikian, setiap orang memiliki kadar air yang berbeda-beda. Salah satu penyebab perbedaan ini adalah jenis kelamin dan usia. 1 Dalam sehari tubuh kita menerima asupan cairan, baik dari makanan atau minuman, hingga metabolisme karbohidrat dalam tubuh yang menghasilkan air sekitar 2300 ml.  Angka asupan ini berbeda-beda, tergantung iklim, kebiasaan, dan aktivitas fisik.2 Selain menerima air, tubuh kita juga mengeluarkan air. Pengeluaran air oleh tubuh dapat terjadi melalui cara yang disadari, seperti berkemih dan berkeringat, dan yang tidak kita sadari, seperti melalui kulit dan pernapasan.1 Bila Anda pernah menghembuskan napas di permukaan kaca, maka akan nampak uap air di sisi kaca.  Inilah air yang kita keluarkan dalam bentuk uap setiap kali kita bernapas. Idealnya jumlah cairan yang masuk sebaiknya seimbang dengan jumlah cairan yang dikeluarkan.  Bila tidak, maka tubuh akan berusaha meminimalkan jumlah cairan yang keluar. Misalnya, dengan mengurangi jumlah cairan yang keluar pada saat berkemih (urin cenderung lebih kuning atau pekat) dan mengurangi jumlah cairan untuk melembabkan permukaan tubuh (bibir menjadi cenderung kering). 1 Jadi, ketika tubuh kita kekurangan sedikit cairan, kita tidak akan langsung pingsan. Tubuh akan berusaha menyiasatinya. Kekurangan cairan dalam derajat yang ringan hingga sedang (sekitar 1-3,5 liter) akan menimbulkan gejala sakit kepala, kelelahan, berkurangnya konsentrasi, dan mual. Kekurangan cairan lebih lanjut akan menyebabkan suhu tubuh, denyut jantung, meningkat, dan berkunang-kunang. Selama bulan puasa ini, kita berpuasa sekitar 12-13 jam sehari. Ini berarti jalan masuk cairan ke tubuh kita, yakni minuman dan makanan, ditutup selama setengah hari. Namun, air tetap keluar dari tubuh kita. Hal ini dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar kita tetap bisa memenuhi kebutuhan minum sekaligus dapat menjalani puasa dengan lancar. 1. Perbanyak konsumsi air putih pada saat sahur. Sahur adalah saat yang baik untuk mempersiapkan diri kita untuk beribadah selama seharian penuh. Perhatikan konsumsi air putih, selain konsumsi makanan. 2. Kurangi aktivitas fisik yang tidak perlu. Mungkin Anda terbiasa berjalan cepat atau terburu-buru, padahal sebenarnya pekerjaan tersebut tak akan mengganggu aktivitas lain jika dikerjakan dengan lebih tenang. 3. Hindari paparan sinar matahari langsung. Gunakan payung atau topi saat berada di luar rumah. Minimalkan paparan panas matahari langsung di kulit Anda. Panas matahari langsung akan menyebabkan suhu kulit meningkat, dan tubuh akan melembabkan kulit yang kepanasan agar tidak rusak dengan cara membasahinya dengan keringat. 5. Berbukalah dengan air minum terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Sebab, 80% kebutuhan cairan tubuh berasal dari minuman, dan 20%-nya dari makanan.4 Elektrolit yang dibutuhkan tubuh, seperti kalium dapat tercukupi dari makanan yang tinggi kalium, seperti pisang.3 6. Konsumsi cukup air putih selama tidak berpuasa. Pastikan Anda meminum cukup air antara berbuka dan sahur, karena pada saat itulah tubuh memulihkan dirinya dengan menyerap cairan dan nutrisi dari apa yang kita makan dan minum. Apa tanda cairan kita telah tercukupi? Ada cara mudah dan sederhana untuk mengetahuinya, yaitu dengan mengamati warna urin kita. Jika urin kita bening jernih, tandanya kebutuhan cairan kita relatif telah terpenuhi. Namun jika masih berwarna kuning pekat, berarti kita masih perlu untuk memenuhi kebutuhan cairan kita. Namun konsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi warna urin.3 Pastikan kebutuhan cairan Anda terpenuhi dan selamat menjalankan ibadah hingga Hari Kemenangan itu tiba.   Sherwood L. Human physiology. 7th ed. Canada: Thomson/Brooks/Cole; 2010. Guyton A, Hall J. Textbook of medical physiology. 1st ed. Philadelphia: Elsevier Saunders; 2006. Greenwood M, Kalman D, Antonio J. Nutritional supplements in sports and exercise. 1st ed. Joan Koelemay, RD. Hydration Guidelines. 2014. http://beverageinstitute.org/us/article/hydration-guidelines/ (Accesed in July 13, 2014) Totowa, N.J.: Humana; 2008.

Konten Cukupi Kebutuhan Minum! hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/kesehatan/cukupi-kebutuhan-minummu/feed/ 0
Tetap Olahraga Saat Puasa http://www.tanyadok.com/kesehatan/tetap-olahraga-saat-puasa http://www.tanyadok.com/kesehatan/tetap-olahraga-saat-puasa#comments Mon, 21 Jul 2014 03:59:29 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27787 Kontributor aktif di TanyaDok.com.

Selama berpuasa, asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh otomatis berkurang.1 Akibatnya, energi yang didapat dari makanan dan cairan juga berkurang dan menyebabkan aktivitas berkurang, khususnya aktivitas fisik seperti olahraga.2 Namun, olahraga yang rutin justru sangat diperlukan tubuh agar semakin bugar meskipun dengan menjalani ibadah puasa. Lalu, bagaimana cara menyiasati rutinitas olahraga tanpa memengaruhi puasa? Ini tipsnya: Konsumsi makanan bergizi. Menu makanan saat sahur dan berbuka harus bervariasi, untuk memenuhi semua kebutuhan zat gizi. Asupan karbohidrat dan protein harus sesuai dan mencukupi kebutuhan tubuh untuk mempertahankan berat badan, mengganti cadangan glikogen, memelihara, dan mengganti jaringan tubuh yang rusak. Asupan lemak juga harus cukup untuk memelihara asam lemak esensial dan vitamin yang larut lemak guna mempertahankan berat badan. 2, 3 Jumlah makanan cukup. Memenuhi kebutuhan tubuh dengan makanan dan cairan yang cukup sebelum, selama dan sesudah berolahraga dapat membantu menjaga kadar gula darah selama berolahraga dan memaksimalkan performa olahraga Anda 2, 3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Dalam kondisi normal, tubuh membutuhkan sekitar 2300 ml perhari atau minimal 8 gelas sehari.  Konsumsilah cairan dan elektrolit selama dan setelah Anda berolahraga untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mencegah dehidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein atau soda. 1, 2, 3 Segerakanlah berbuka. Selama berpuasa, tubuh memiliki kemampuan beradaptasi dari tubuh yang tidak berpuasa menjadi tubuh yang berpuasa seperti melakukan beberapa perubahan mekanisme pola dasar tubuh. Di Indonesia, rata-rata berpuasa antara 12-14 jam, sehingga tubuh dirancang untuk beradaptasi tanpa asupan apapun selama itu. Oleh karena itu, bila sudah tiba waktunya berbuka, segerakanlah berbuka untuk mengganti energi dan cairan tubuh yang hilang selama Anda berpuasa. 1, 2 Memilih waktu olahraga yang tepat adalah hal yang sangat penting, mengingat tubuh Anda membutuhkan energi selama berolahraga namun tetap harus menjalankan puasa. Waktu yang tepat untuk berolahraga ini dimaksudkan agar tidak timbul kelelahan yang berlebihan. Waktu yang optimal untuk berolahraga yaitu 2-3 jam setelah Anda berbuka puasa. Selain itu, olahraga dapat pula dilakukan 2-3 jam setelah Anda sahur atau 1-2 jam sebelum Anda berbuka. 4, 5 ·            Pilih jenis olahraga yang berintensitas sedang-rendah atau yang tidak menimbulkan kelelahan yang signifikan bagi tubuh. Contohnya olahraga yoga. Olahraga ini juga dapat membantu merelaksasikan pikiran dan tubuh. Bila Anda ingin melakukan olahraga yang berintensitas berat seperti sepak bola atau basket, sebaiknya dilakukan setelah waktu berbuka puasa. 2, 4, 5 Durasi olahraga. Tentunya Anda harus membatasi waktu untuk berolahraga selama berpuasa. Meski normalnya, olahraga sebaiknya berlangsung selama minimal 30 menit.7 Namun, lamanya waktu olahraga bervariasi, tergantung dari jenis olahraga yang Anda pilih. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan olahraga, hal ini tidaklah terlalu sulit. Namun, bila Anda baru pertama kali melakukannya, lamanya waktu berolahraga merupakan hal yang penting untuk diperhitungkan. Jangan lupa untuk tetap melakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga. 5 Istirahat yang cukup. Kurang tidur saat Anda berpuasa dapat mengganggu performa Anda dalam berolahraga. 6 Saat berpuasa, tubuh secara otomatis akan mulai beradaptasi dengan kondisi yang baru. Termasuk dalam hal berolahraga. Anda hanya perlu mengatur ulang jadwal sehingga Anda dapat tetap berolahraga tanpa takut mengalami dehidrasi atau hipoglikemia selama berpuasa. Tetap sehat selama puasa! DAFTAR PUSTAKA Fauziyati Ana. Adaptasi Fisiologis Selama Berpuasa. Vol. 5 No. 1. 2008. http://journal.uii.ac.id/index.php/Logika/article/view/183 (Asseced on July 3, 2014) Health Promotion Unit. Healthy fasting During Ramadhan. 2010. http://mams.rmit.edu.au/eb2o3u6ccgfu1.pdf (Accesed on July 3, 2014) American College of Sports Medicine, American Dietetic Association, and Dietitians of Canada. Joint Position Statement: Nutrition and athletic Performance. Med Sci Sports Exerc. 2000 Dec;32(12):2130-45. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11128862 (Accesed on July 3, 2014) Chtourou H, Hammouda O, Aloui A, Souissi N, Chaouachi A. The Optimal Time of Day for Training during Ramadan: A Review Study. J Fasting Health. 2014; 2(1): 46-52. http://jfh.mums.ac.ir/article_2578_405.html (Accesed on July 3, 2014) Vivienna T., Nurhayatul F. D, Abdul R. A. Performance Optimisation Centre, Ministry of Defence, Brunei Darussalam, Sports Science Centre, Singapore Sports Institute, Singapore Sports Council, Singapore, Physical Education and Sports Science Academic Group, National Institute of Education, Nanyang Technological University, Singapore. Effects of Ramadan Fasting on Health and Athletic Performance. OMICS Books Group. USA. 2013 6.     Maughan RJ, Zerguini Y, Chalabi H, Dvorak J; J Sports Sci. 2012 Jul;30 Suppl 1:S109-17. http://www.jurnalmedika.com/edisi-tahun-2012/edisi-no-08-vol-xxxvii-2012/ (Accesed in July 3, 2014) 7.     Joan Koemelay, RD. Four Simple Steps to Everyday Fitness. 2014.  http://beverageinstitute.org/us/article/four-simple-steps-to-everyday-fitness/ (Accesed in July 7, 2014)

Konten Tetap Olahraga Saat Puasa hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/kesehatan/tetap-olahraga-saat-puasa/feed/ 0
Menu Sehat Puasa http://www.tanyadok.com/kesehatan/menu-sehat-puasa http://www.tanyadok.com/kesehatan/menu-sehat-puasa#comments Mon, 21 Jul 2014 03:56:19 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27811 Kontributor Kristian W G, dr aktif di TanyaDok.com.

Menjalani puasa memerlukan banyak persiapan. Salah satunya persiapan kesehatan agar dapat menjalani puasa dengan baik. Di Indonesia, lama berpuasa kurang lebih 12-13 jam. Dalam jangka waktu tersebut, tubuh tidak mendapatkan asupan makan dan minum. Itulah sebabnya, tubuh memerlukan persiapan gizi yang baik. Persiapan gizi ini sebaiknya memang sudah dimulai dari sebelum bulan puasa tiba. Sedangkan selama puasa, kita harus pintar mengatur asupan makanan dengan menu sehat agar tubuh tetap mendapatkan asupan yang dibutuhkan. Komposisi makanan saat sahur dan berbuka tidaklah sama, karena tujuannya berbeda. Saat sahur, kita mempersiapkan diri untuk berpuasa, dan saat berbuka, kita mencukupkan tubuh dengan asupan makan setelah tidak mendapat asupan selama sehari penuh. Saat sahur: 1. Mengonsumsi karbohidrat kompleks. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh. Namun, itu bukan berarti kita bisa mengonsumsinya sembarangan dengan jumlah yang banyak saat sahur. Ada dua macam karbohidrat, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Disebut sederhana, karena struktur kimiawinya pendek, sehingga penyerapannya lebih mudah. Berbeda dengan karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses yang lebih lama untuk dapat diserap tubuh. Di sinilah letak keunggulan karbohidrat kompleks. Karena proses penyerapannya lama dan bertahap, maka akan mencukupkan asupan karbohidrat untuk tubuh dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana terkandung dalam gula pasir, tepung dan cake.(1,2) Sedangkan karbohidrat kompleks biasanya ditemukan pada kacang-kacangan dan oatmeal. 2. Jangan lupakan serat (1,3) Selain untuk melancarkan buang air besar, serat juga dapat memperlambat penyerapan zat-zat gizi dari makanan. Perlambatan penyerapan ini sangat menguntungkan dalam kondisi puasa karena akan memberikan tubuh asupan gizi dalam jangka waktu yang lebih lama. Keuntungan serat yang tidak kalah pentingnya terletak pada kemampuannya dalam menghambat penyerapan lemak makanan dan kolesterol. (4) Namun, hal ini bukan berarti kita dapat bebas makan makanan berlemak walaupun di akhir sahur diakhiri dengan makan makanan berserat. Serat banyak terkandung di dalam sayur dan buah-buahan. 3. Hati-hati dengan kafein Konsumsi kafein, yang banyak terkandung di dalam kopi dan teh yang berlebih dapat menyebabkan kita banyak berkemih. (1,3) Hal ini dapat menyebabkan kita kemudian menjadi lebih rentan kekurangan cairan, apalagi jika kita beraktivitas di luar ruangan. Namun, konsumsi kafein saat sahur dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi sakit kepala yang terjadi selama puasa, yang biasanya menyerang mereka yang sudah terlanjur ketergantungan kafein. (5) Saat berbuka bukanlah saat untuk makan sepuas-puasnya. Patut diingat, puasa di bulan Ramadan berbicara tentang disiplin dan pengendalian diri. (3) Saat berbuka: 1. Berbuka dengan yang manis Ungkapan yang banyak diucapkan orang ini ternyata ada benarnya. Cemilan yang manis biasanya mengandung banyak gula pasir, yang merupakan kaarbohidrat sederhana. Seperti yang dibahas sebelumnya, karbohidrat sederhana akan lebih cepat diserap tubuh. Sifat ini sangat bermanfaat untuk memberi asupan segera bagi tubuh segera setelah berpuasa. (1,3) Sehingga energi bisa lebih cepat pulih. Gula sederhana ini juga terdapat di dalam minuman ringan yang bisa Anda konsumsi. 2. Hindari makanan yang terlalu asam atau pedas (1) Kondisi lambung yang kosong setelah puasa seharian dan dibarengi dengan peningkatan asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung. Kemungkinan iritasi akan meningkat bila berbuka dengan makanan yang terlalu asam dan pedas. Pada saat sahur dan berbuka, jangan lupa untuk minum air yang cukup, karena selain membutuhkan makanan, tubuh kita juga memerlukan pengganti cairan yang hilang setelah seharian beraktivitas. Jika Anda menderita diabetes melitus atau sakit lainnya yang membutuhkan konsultasi khusus, baik dari segi gizi maupun konsumsi obat harian, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda agar sedapat mungkin Anda dapat menjalankan puasa dalam kondisi tubuh yang fit. Daftar Pustaka: NHS, (2012). Guide to healthy fasting during Ramadan. [online] NHS Choices. Available at: http://http://www.nhs.uk/Livewell/Healthyramadan/Pages/healthyfasting.aspx [Accessed 2 Jul. 2014]. Rinzler, C. (2011). Nutrition for dummies. 1st ed. Hoboken, N.J.: Wiley Pub. NHS, (2012). Guide to healthy fasting during Ramadan. [online] NHS Choices. Available at: http://http://www.nhs.uk/Livewell/Healthyramadan/Pages/healthyfasting.aspx [Accessed 2 Jul. 2014]. Gallagher, M. (2014). The Nutrients and Their Metabolism. In: K. Mahan and S. Stump, ed.,Krause’s Food & Nutrition Therapy 12th edition, 12th ed. Saunders, pp.47-50. Gabr WM, Barakat EAME, Shams MEE. Effect of Fasting during Ramadan on Migraine Sufferers. Journal of Behavioral and Brain Science 2013; 3(): 373-378. www.scirp.org/journal/PaperDownload.aspx?paperID=36172 (accessed 2 June 2014).

Konten Menu Sehat Puasa hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/kesehatan/menu-sehat-puasa/feed/ 0
Berita Duka: Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17 Di Ukraina http://www.tanyadok.com/berita/berita-duka-jatuhnya-pesawat-malaysia-airlines-mh17-di-ukraina http://www.tanyadok.com/berita/berita-duka-jatuhnya-pesawat-malaysia-airlines-mh17-di-ukraina#comments Fri, 18 Jul 2014 09:46:35 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27844 Kontributor Gloria Safira aktif di TanyaDok.com.

Kamis malam (17/7/2014), dunia termasuk di dalamnya Indonesia dikagetkan oleh berita duka yang menimpa pesawat Boeing 777 milik Malaysia Airlines MH17 yang jatuh tertembak luar kota tambang Shahtersk, wilayah timur Ukraina. Seluruh penumpang, 295 orang, tewas dalam kecelakaan ini. Pesawat yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu hancur berkeping-keping di area seluas sekitar 10-15 kilometer persegi itu. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata mengatakan, 12 orang asal Indonesia tercatat sebagai penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak di Ukraina bagian timur, Kamis (17/7/2014) sore waktu setempat. Dari 12 orang itu, seorang di antaranya adalah bayi bernama Clarice Yelena Huizen. Berikut ini adalah 12 nama korban dalam Pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines Mh17 : 1. Hadiono Gunawan (laki-laki) 2. Yodricunda Theistiasih (perempuan) 3. Ketut Wiartini (perempuan) 4. Yuli Hastini (perempuan) 5. Vickline Kurniati Kardia (perempuan) 6. Supartini (perempuan) 7. Hendry (laki-laki) 8. Gerda Leliana Lahendra (perempuan) 9. Wether Smallenburg (laki-laki) 10. Jane M Adi Soetjipto (perempuan) 11. Wayan Sujana (laki-laki) 12. Clarice Yelena Huizen (bayi) Sumber : Kompas.com

Konten Berita Duka: Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH17 Di Ukraina hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/berita/berita-duka-jatuhnya-pesawat-malaysia-airlines-mh17-di-ukraina/feed/ 0
Dokter Adi : Dokter Luka Memiliki Peranan Penting Bagi Masyarakat http://www.tanyadok.com/profil-dokter/dokter-adi-seorang-dokter-luka-memiliki-peranan-penting-bagi-masyarakat http://www.tanyadok.com/profil-dokter/dokter-adi-seorang-dokter-luka-memiliki-peranan-penting-bagi-masyarakat#comments Fri, 18 Jul 2014 09:39:30 +0000 http://www.tanyadok.com/?p=27841 Kontributor Gloria Safira aktif di TanyaDok.com.

Sejak kecil, dokter dua anak ini memang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Cita-cita mulianya ini kemudian terwujud, dan bahkan sekarang dokter Adisaputra Ramadhinara menjadi dokter spesialisasi luka pertama di Indonesia sejak tahun 2009. Belum lama ini, sejak berkarir dalam spesialisasi luka, ia mendapatkan MURI untuk bidang yang sedang ia geluti saat ini. Awalnya ia hanya membantu Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE di klinik diabetes. Luka yang ditanganinya adalah luka diabetes. Saat merawat luka, ia merasa begitu nyaman dan enjoy karena ia merasa bisa mengaktualisasikan apa yang menjadi dasar kecintaannya pada profesi kedokteran. Dari sinilah ia mendapatkan inspirasi. Ia ingin memberikan perawatan luka karena luka yang tampaknya sederhana dan sering disepelekan orang, ternyata bisa berakibat fatal dan menimbulkan kesengsaraan bahkan kematian. Ia pun ingin mengupayakan penanganan terbaik untuk menjamin proses penyembuhan yang optimal, dan mengusahakan agar pasien tidak sampai kehilangan anggota tubuhnya (diamputasi) jika memungkinkan. Dengan penanganan yang tepat dan holistik, maka luka yang sulit sembuh pun dapat menyembuh dengan baik. Menurutnya, masyarakat sebenarnya sudah tahu tentang dampak terburuk dari luka, namun mereka tampak seperti tidak peduli. Yang tak kalah serius, luka juga mengakibatkan bau tak sedap dan juga disabilitas sehingga tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Ia berharap bisa membantu luka yang dihadapi pasien bisa ditangani dengan tepat dan tidak menyebar sehingga bisa lebih cepat sembuh dan tidak mengganggu aktivitas pasien sehari-hari. Ia pun berharap pada pasien yang menghadapi luka di daerah kaki, mereka harus menjaga agar bagian tubuh yang mengalami luka tidak basah atau terkena air, dan tidak digunakan untuk berjalan atau menjadi tumpuan / tertekan. Selain itu kulit di sekitar luka harus dijaga agar tetap lembab dan tidak kering. Hal lain yang penting untuk diperhatikan adalah kebutuhan protein pasien yang harus tercukupi sesuai dengan jumlah yang diperlukan. Berbagai vitamin, mineral dan mikronutrien seperti Zinc, Vitamin B Kompleks, Vitamin C, zat besi, harus tercukupi dengan baik agar proses penyembuhan luka bisa berlangsung optimal. Faktor lain yang sangat penting adalah pengendalian gula darah bagi penyandang diabetes yang mengalami luka. Tanpa control gula darah yang optimal, maka tentunya proses penyembuhan luka akan terhambat. Intinya, semua faktor yang dapat menghambat proses penyembuhan luka, perlu dianalisa dan ditangani satu per satu. Mulai dari metabolik sampai faktor psikososial dan perawatan sehari – hari di rumah, itu semua sangat penting untuk dianalisa, agar kita bisa mengoptimalkan proses penyembuhan luka. Dokter yang juga hobi  memasak, membaca, fotografi, dan traveling ini juga berharap agar masyarakat Indonesia lebih kritis dan lebih cerdas dalam menyikapi masalah luka. Jangan sepelekan luka, karena luka itu bisa membahayakan nyawa sehingga jika ada yang mengalami luka terutama luka yang cenderung sulit sembuh, segera mintalah pertolongan kepada orang yang tepat, dan untuk yang tidak mengalami luka tapi menyandang penyakit tertentu yang dapat mempersulit penyembuhan luka (seperti diabetes mellitus) betul-betul harus dicegah dengan pemeriksaan kaki secara rutin supaya tidak sampai mengalami luka dan jika terluka segeralah berobat dan jangan ditangani sendiri.  

Konten Dokter Adi : Dokter Luka Memiliki Peranan Penting Bagi Masyarakat hanya di TanyaDok.com.

]]>
http://www.tanyadok.com/profil-dokter/dokter-adi-seorang-dokter-luka-memiliki-peranan-penting-bagi-masyarakat/feed/ 0