Waspadai Bakteri Berbahaya di Dalam Air Minum Kemasan

  Tanya dokter gratis video chat call. Artikel kesehatan dan penyakit. Cari rumah sakit, wanita ibu hamil dokter kandungan anak klinik kehamilan. Cara diet sehat, fitness, langsing, cantik    

- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan 11 merek Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang mengandung bakteri berbahaya. Kadar higienitasnya
tak terjaga sehingga jika dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Temuan tersebut dilakukan setelah YLKI melakukan pengujian pada pada 21 merek air minum kemasan yang banyak beredar di masyarakat. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian AMDK gelas adalah sampling secara acak di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern di Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. “Pengumpulan sampling dilakukan pada periode Maret-April 2010,” ujar peneliti YLKI Ida Marlinda Loenggana.

Peneliti dari F-MIPA UI Sunardi menyatakan pengujian sample dilakukan di laboratorium fakultas tersebut. “Tidak diketahui merek mana untuk menjaga kenetralan penelitian,” paparnya.

Lalu, dari hasil penelitian didapatkan sebelas merek AMDK gelas mengandung bakteri cukup banyak. Yaitu, mencapai ambang batas yang ditetapkan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3553-2006 sebanyak 1.0X105 koloni per mili liter.

Dari Sebelas merek AMDK gelas yang diteliti YLKI, merek Sega dan Ron88 dinyatakan memiliki kandungan bakteri melebihi ambang batas. Sedangkan kandungan bakteri pada merek Prestige, Top Qua, Airmax, Caspian, Club, Pasti Air, Vit, Prim-A, dan De As dinyatakan mendekati ambang batas.

Sisanya, yaitu Aqua, SAP, Carrefour Air Minum, Hypermart Air Minum, Sanqua, Levia, Quary, fantasi, Indomaret, dan Giant dinyatakan kadar bakteri nol.

Deputy Keamanan Pangan BPOM Roy Sparingga menjelaskan, AMDK yang memiliki bakteri di atas ambang batas, jika dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama bagi mereka yang memiliki imunitas yang rendah,  immuno compromized atau yang memiliki masalah kesehatan.

“Jika mengonsumsi air kemasan itu, sistem imunitas tubuh pun menjadi lemah,” tutur Roy dalam konferensi persnya di kantor YLKI, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/10).

Related Posts

Related Posts